Jurnalis merupakan profesi yang keren karena nggak semua orang punya akses ke orang-orang, tempat, dan acara tertentu. Bisa juga dibilang keren karena nggak cukup banyak yang sanggup bertahan sampai lama. Hehe. Jam kerjanya yang nggak kenal waktu, seperti hari ini pulang pagi terus siangnya ditugaskan ke luar kota untuk liputan selama beberapa hari, belum lagi setelah sampai tempat tugasnya hari-harinya akan penuh dengan mewawancarai narasumber, bercengkrama dengan masyarakat setempat untuk mengakrabkan diri, dan mengambil gambar *bukan selfie lho ya, tapi gambar buat liputan*.

Pekerjaan yang banyak menghabiskan waktu di lapangan ini menyita waktu dan tenaga. Alhasil kalau ada hari libur sering banget digunakan untuk tiduuuuurrrrrrr seharian. Dan kalau udah begini nih, jangan berharap lebih dia akan menghubungimu atau mengajak pergi berkencan. Sekalipun pergi kencan, hmm . Harap bersabar ya karena siapa tahu dia telat datang. Profesi dia sih memang menuntut untuk on time kalau janjian, apa daya karena rasa lelah yang diderita jadinya bangun kesiangan saat bertemu denganmu. Apa lagi ya keikhlasan dan ketabahan yang kamu rasakan sebagai pasangannya jurnalis? Hipwee mengulasnya nih, simak yuk!

1. Berangkat pagi pulang pagi ~ Kapan ketemunya? *sabar-sabar*

berjibaku dengan kondisi lapangan via www.ibtimes.co.uk

Udah khatam banget dari pagi sampai pagi lagi nggak ketemu. Jam kerjanya yang nggak menentu ini cukup melatih kesabaranmu dalam menjalin sebuah hubungan. Dia yang harus liputan ke lima lokasi dalam sehari, belum lagi cukup menguras tenaga saat rebutan untuk mendapatkan posisi terbaik saat doorstop narasumber misalnya. Kamu mau marah-marah juga bingung karena nggak tega dengan dirinya yang sudah nelangsa kayak begitu setiap harinya.

Namun, saat rindu sedang melanda dan teman-teman malah meledekmu Mana pacar lo nggak kasi kabar? , kamu memiliki cara ampuh menangani mereka lho seperti:

Advertisement

*dengan bangganya sambil nunjuk* Tuh, gak lihat lo di TV dia lagi breaking news?

Atau,

Dengerin dong radionya, dia lagi live report nih

Atau,

*sambil lemparin koran atau nunjuk berita di portal online* Nih nama pacar gue nih diberita yang diliputnya, keren kan?

Sepertinya cukup manis ya menjawab ledekan orang-orang sekitar dengan cara seperti itu. Membanggakan hasil kerja kerasnya meskipun dilubuk hatimu yang terdalam sangat rindu pada dirinya. Dalam hati pun pertanyaan ini nggak hilang-hilang Kapan sih kita bisa ketemunya? dan secara nggak sadar air mata menetes deh. Duh ileh segitunya ~

2. Yang udah punya rencana malam mingguan pupus sudah harapan Sayang, maaf kita gak bisa jalan deh. Aku lupa kalau Sabtu ini jadwalnya piket,

kelakuan kalo lagi piket via www.met-k.com

Piketnya wartawan bukan piket sembarang piket. Dateng sore dan harus stand by sampai pagi hari. Ketika lagi stand by pun wajib siaga satu kalau terjadi peristiwa penting yang nggak boleh dilewatin liputannya sama kantor tersayang. Sedihnya kalau pasanganmu ini dapat jatah piket pas malam minggu. Hehe. Rasa menyebalkan nan membawa emosi pun nggak bisa terhindarkan. Ribut-ribut kecil terjadi tapi bisa kembali membaik. Yah lagi-lagi ini karena sikapmu menerima dia dan pekerjaan yang dicintainya.

3. Jarang banget pulang kuliah atau kantor dijemput, tapi sekalinya dijemput .

kesel banget tingkat dewa via www.callcentrehelper.com

Beb, udah di mana? Aku udah di lobi nunggu kamu

Sayang maaf banget aku tadi udah mau jalan ke tempat kamu, tapi dapat telepon dari redaktur disuruh geser liputan

Terus jadinya gimana???

Ya kamu pulang sendiri ya, atau naik ojek online aja deh kan banyak tuh, murah lagi

Yah ini sih rasa jengkelnya udah keubun-ubun! Tapi, mau gimana lagi ya memang resiko berhubungan dengan jurnalis memang pasti begitu. Pekerjaannya adalah yang utama dalam hidupnya karena menginformasikan fakta kepada publik merupakan tanggungjawabnya. Apalagi yang namanya ketinggalan berita haram hukumnya dalam kamus jurnalis. Jangan sampai dia ketinggalan berita yang media lain udah meliput. Kalau itu terjadi, siap-siap deh diomelin redaktur atau bahkan dapet SP.

4. Berasa LDR padahal masih satu kota, bahkan cuma beda beberapa kilometer.

gimana mau ketemu kalau dia sibuk doorstop ;( via www.merdeka.com

*tiba-tiba lagi sibuk ngetik tugas di perpustakaan ada bunyi telepon*

Eh aku lagi di dekat kampus kamu nih

Serius? Tumben ih. Ketemu dong kan kangen

Bentar ya, aku lihat Presiden dulu katanya mau datang ke TKP, abis itu mau blusukan

Bye!

Gagal deh harapan untuk bertemu, padahal kalau ketemu pun nggak ada sejam -_____-. Tapi, sebentar deh. Dia bilang apa? Wah meliput Presiden! Kamu pun bangga dan jadi lupa sama PHP-nya ditelepon tadi. Karena kamu bangga dengan profesi yang digeluti olehnya, kamu pun nggak sabar menantikan hasil liputannya nanti.

5. Pas ditelepon suka salah sebut Halo Pak, perkenalkan saya Desi dari koran ******* ingin mewawancarai bapak Apa-apaan sih beb! Ini Aku pacarmu!

lupa apa sama pacar sendiri

Kesel nggak dikira narasumber? Hehe. Tapi ya, kamu bisa lho ambil sisi positif dari telepon salah sambungnya itu. Kamu artikan saja kalau itu berarti nama kamu selalu diingat olehnya. Maunya menelepon narasumber, eh yang diketik diponsel malah namamu bukan nama narasumber. Cukup menghibur hatimu lho yang sedang dilanda rindu ;p.

6. Gak cuma ditelepon aja, tapi via sms atau aplikasi chatting juga suka salah.

ikan dah bobo

Ponselmu yang lagi sepi tiba-tiba berbunyi pesan whatsapp *bip-bip*

lalu anggota parlemen dari partai dan komisi apa lagi Pak yang dicurigai terkait dugaan kasus suap X?

udah malem keleus, ikan udah bobo!

Yang, maaaaff ;(

Daripada kamu jadi cepat tua, berkeriput, dan pusing sendiri, mending let it go aja. Lanjutin bobo cantiknya atau sibukin diri dengan aktivitas yang lain. Lumayan ampuh lho.

7. Eh sekalinya ketemu malah nanya Kamu kenal ini kan? Boleh minta nomornya? Aku ditugasin wawancara dia nih OMG!!!

jadi kamu ngajak ribut? via www.hercampus.com

Alhamdulillah bisa ketemu yah. Rasa senangnya nggak bisa digambarkan deh. Tapi, itu pun dirinya udah curi-curi waktu karena hari Minggu besok saat dia libur malah ditugaskan ke luar negeri buat liput kerusuhan. Sekalinya ketemu yah yang diobrolin nggak jauh-jauh dari pekerjaannya. Hmm nanyain kabarmu, keluarga, dan kabar kantormu sih, tapi teteuuuppp dia bakalan nanyain sesuatu hal yang dibutuhin saat itu juga karena masih harus menyetor berita.

8. Kalau ada breaking news kayak pesawat jatuh atau bom, jangan harap dia bisa dihubungi. Apalagi kalau pacarmu anak online, dia bakal sibuk nulis minimal 15 berita tiap hari.

setor berita dulu via www.un.org

Pas lagi engga breaking news aja meliput peristiwa adalah yang diutamain, apalagi kalau lagi breaking news? Kamu pun sampai bosan lihat dia di TV untuk melaporkan kejadian, bosan mendengar suaranya di tengah suasana yang gaduh, bosan melihat beritanya yang update setiap setengah jam sekali di portal online-nya. Nah yang begini nih, kamu harus menguatkan dirimu dengan baik dan doakan dirinya supaya .. cepat kelar tugasnya hari itu juga biar bisa ketemuan.

9. Pasangan lebih sering update foto di media sosial bareng narasumber dibanding kamu. Sakitnya tuh? Di mana-mana ~

kesempatan langka, harus diabadikan via www.timlo.net

Wes biasa! Foto sama si inilah, foto sama si itulah. Udah kenyang deh kamu lihatnya. Tapi memang dasarnya kalian berdua nggak maniak selfie *biar eksklusif jadi harus disimpan nggak boleh diumbar*, jadi kamu nggak terlalu mempermasalahkannya. Awalnya sih sakit, sakit banget tapi lama-kelamaan kamu biasa aja menyikapinya. Cuma foto doang kok, yang penting hati, sayang, dan cintanya kan nggak lari. Ciyeeeeee

10. Jauh lebih sering boncengin teman sesama jurnalis daripada boncengin kamu.

kurang asyeeemmm via favim.com

Bagi kamu yang cewek, ini sih CUKUP SULIT diterima ya. Walaupun berbagai alasan diberikan, misalnya disuruh geser tempat liputan di tempat yang sama, atau arah pulangnya sama, atau udah malam kasian cewek pulang sendirian *yang ini padahal arah pulangnya bersebrangan tapi pasanganmu tetap nekat mengantar*. Kesel banget lho, tapi mau gimana kalau pasanganmu udah melakukannya? Ada baiknya kamu bicarakan baik-baik dengannya ya, jangan kebawa emosi agar pikiranmu jernih. Berikan pengertian ke dirinya seperti pengorbanan yang udah kamu lakukan untuk menerima dirinya dan profesinya itu ;). Mengikhlaskan pasangan yang larut dengan pekerjaannya bukan suatu pekerjaan yang mudah lho.

11. Suka khilaf belum kasih kabar ke kamu, bahkan bisa seharian lupa. Tapi gak pernah lupa ngabarin ke kantor tentang apa yang ada di lapangan sampai pulsa habis dan beli lagi. Hehe

karena pusingnya suasana lapangan udah bikin ribet seharian via en.wikipedia.org

Namanya juga jurnalis, menginformasikan suatu fakta kepada masyarakat luas adalah tugas yang sangat dijunjungnya. Mewawancarai narasumber dan menghubungi kantor untuk koordinasi di lapangan juga harus dilakukan. Bahkan kalau pulsanya habis juga dia langsung tanggap untuk beli, nggak ditunda-tunda. Jadi, jangan heran kalau lagi ada demo besar-besaran:

Kamunya dicuekin seharian nggak dikasi kabar,

Kamu khawatir, tapi bisa memantau dia dari update beritanya, baik itu di TV, radio, atau portal online,

Atau kalau pasanganmu anak koran harian, kamu bisa tahu kabarnya seharian kemarin dari korannya yang terbit keesokan hari dan beritanya atau hasil jepretannya yang jadi headline.

13. Kadang galau kalau mikir soal hubungan kalian ke depan. Nikah butuh modal. Kalau mau serius dan nikah muda, mungkin dia harus berhenti jadi wartawan (kecuali dia wartawan koran kece yang udah heits dan kesejahteraannya jelas).

biar liputan di tengah kota, tapi demi masa depan aku rela setiap hari ngewarteg via bandung.panduanwisata.id

Menikah itu butuh modal dan profesi jurnalis dikenal dengan kesejahteraannya yang nggak menyenangkan. Nah, kalau kalian ke tahap seriusnya masih lama sih nggak apa-apa kalau pasanganmu masih tetap jurnalis. Tapi kalau udah kepingin dari sekarang, saat baru merintis karir ingin menikah, perlu dipikir-pikir ulang lagi deh. Karena menikah butuh modal. Hal ini nih yang seringkali bikin kamu galau untuk tetap mempertahankan hubungan dengan pasangan atau tidak. Kamu yang masih bertahan hingga saat ini pun berarti telah menerima dirinya dalam kondisi apapun ddan siap membangun sebuah keluarga dari nol.

13. Bagaimana pun, berpasangan dengan seorang jurnalis membuatmu menjadi lebih dewasa. Sikapmu dalam menghadapi tuntutan pekerjaannya akan memberikan bumbu-bumbu manis di kemudian hari pada hubungan kalian berdua.

tenang, biar jurnalis mba Najwa aja menikah kok. cepet nyusul ya kamu

Pada akhirnya kamu menerima dirinya yang seperti itu. Pekerjaannya yang selalu di lapangan, selalu merasa LDR padahal nggak LDR, jarang dihubungi karena yang dihubunginya yaitu redaktur dan narasumber, punya teman segudang yang bahkan kamu belum pernah bertemu, dan berbagai hal lainnya yang membuatmu cukup lelah. Tapi, kamu sayang dan cinta dengannya. Profesinya yang menyita banyak waktu nggak membuat kamu menyerah begitu saja.

Dia yang menyayangi, mencintaimu, dan menyebutmu dalam doa selalu dapat membuatmu merasa nyaman. Kamu sadar perasaan itu nggak bsia dihilangkan dan dipindah ke lain hati dengan mudah. Terlebih lagi hanya karena sebuah pekerjaan. Kamu paham kalau kamu nggak mempertahankannya, kamu pun belum tentu akan memiliki perasaan yang senyaman dan sesayang seperti kepada dirinya. Oleh sebab itu, kamu tahu bahwa kamu harus berjuang. Seperti dirinya yang berjuang meliput berbagai peristiwa untuk publik, untuk kamu, dan masa depan kalian berdua.