Everybody changes. Setiap orang berubah. Kamu, sahabatmu, keluargamu, dan tentu saja pasanganmu. Karena kalian berinteraksi hampir setiap hari, perubahan yang terjadi pada pasangan adalah salah satu jenis perubahan yang paling banyak kamu rasakan konsekuensinya.

Saat awal jadian dulu, dia tentu masih malu-malu. Tabiat buruknya disimpan dan kekurangannya berusaha ia sembunyikan. Dia juga hobi bermanja-manja dan tak henti-hentinya melempar kata sayang.

Setelah hubungan kalian berjalan sekian warsa, kamu dan dia mendewasa. Dia lebih berani menunjukkan sosok dirinya yang sebenarnya. Tak menghabiskan hari bersamamu juga bukan menjadi masalah, karena dia sudah bukan sosok kekanakan yang memaksakan keadaan.

Kini, dia bermetamorfosis menjadi sosok yang siap mendampingimu di masa depan.

Dulu dia bocah ingusan yang cuma peduli pada DotA atau jadwal tanding bola. Sekarang, ia mulai memikirkan bagaimana kalian bisa segera membangun keluarga bersama.

dia memikirkan masa depan bersama via ione.vnexpress.net

Advertisement

Di awal masa pacaran, kalian masih memandang hubungan sebagai sesuatu yang fun. Kalian masih belum mau memikirkan ke arah mana hubungan ini akan berjalan. Jangankan perbincangan soal jumlah anak yang kalian inginkan, diskusi soal pernikahan saja tak terbayangkan. Yang lebih sering kalian perbincangkan adalah kesukaan masing-masing, seperti buku, DotA dan bola.

Berbeda dengan sekarang, ketika kalian sudah menghabiskan satu masa bersama. Kadar cinta kalian makin dalam, dan dia pun menjadi sosok yang berbeda. Dia mulai memikirkan bagaimana caranya agar hubungan kalian memiliki masa depan. Dia pun berusaha untuk membuat hubungan kalian ini tetap berjalan. Bahkan, mungkin saja dia memikirkan bagaimana cara supaya kalian tetap bekerja di kota yang sama sehingga mampu segera membangun keluarga. Dia mendewasa, mulai berbeda dengan sosoknya yang terdahulu.

Hobi nongkrong di restoran dan jajan telah berkurang. Sekarang makan biasa bukan masalah, asal bisa menambah jumlah tabungan.

makan sederhana tak jadi masalah via www.huffingtonpost.com

Hobi menghabiskan uang di tempat makan mewah dengan budget yang tak sedikit sering menjadi pilihannya di awal kalian menjalin hubungan. Dia selalu bingung memikirkan di mana kalian akan mendapat makan malam sempurna berdua. Dia masih berfokus pada ingin membahagiakanmu dengan cara membawamu pergi ke tempat yang istimewa.

Sekarang, bukan masalah besar bagi dirinya untuk membawamu menikmati santapan di tempat yang lebih sederhana. Dia mulai memusatkan perhatian pada masa depan kalian berdua. Tak masalah untuk makan di tempat yang itu-itu saja dengan menu ala kadarnya. Baginya, lebih penting menabung demi masa depan kalian daripada menghabiskan uang demi kesenangan sementara. Toh, apa yang dilakukannya juga demi membuat hubungan kalian naik ke level yang selanjutnya.

Dulu dia sering jual mahal dan kode-kodean. Sekarang, kalian lebih terbuka soal unek-unek yang membebani pikiran

kalian saling merasa nyaman via www.pinterest.com

Masa awal menjalin hubungan adalah masa kalian masih malu-malu untuk mengutarakan isi hati. Tak hanya kamu, dia pun juga serupa. Pasanganmu masih sering menjaga penampilan, perilaku, dan segala tutur kata di depanmu. Dia juga masih sering merasa segan jika harus terlambat menjemput. Pun ketika harus menunjukkan kebiasaan buruknya di depanmu, dia masih sering merasa risih dan tak nyaman. Dia lebih memilih untuk menyembunyikan daripada menunjukkan perasaan.

Seiring semakin seriusnya hubungan yang kalian tapaki serta lamanya hubungan kalian berjalan. Kamu dan dia makin menjadi diri sendiri. Ya, kalian saling merasa nyaman sehingga sudah berani menunjukkan watak diri kepada pasangan. Kamu tidak masalah dengan kebiasaan buruknya yang sering bersendawa. Begitu juga dirimu yang tak lagi malu-malu untuk melahap banyak makanan ketika sedang makan bersama dengan kekasih. Karena saling merasa nyaman itulah, sekarang dia tak lagi memiliki masalah untuk mempertunjukkan segala kelakuan.

Sempat sering pamer kemesraan, sekarang berpegangan tangan hanya kalian lakukan saat berdua saja.

kalian akan bergandengan tangan saat menyebrang jalan via becuo.com

Saat awal menjalin hubungan, bukan tidak mungkin bahwa kalian sama-sama sosok yang mendadak buta. Seperti manusia yang baru saja mengenal kata cinta. Kamu dan dia sama-sama limbung di mabuk asmara. Dimana ada kamu, disitu ada dia. Kalian nampak seperti dalam satu paket lekat dan tak bisa dipisahkan keberadaannya. Hal itu merupakan hal yang wajar, kamu dan dia memang sedang ingin membagi kebahagiaan berdua. Dia tak pernah alpa menggandeng tanganmu di tempat umum hingga curi-curi kecup di keramaian manusia.

Seiring berjalannya hubungan kalian. Kamu dan dia lama-lama menyadari bahwa kemesraan itu memiliki tempat dan porsinya tersendiri. Kalian lebih ingin mencecapi kemesraan hanya untuk berdua saja, tak lagi bernafsu mempertontonkannya pada dunia. Menggandeng tanganmu sewaktu menyeberang jalan merupakan kemesraan dengan porsi yang pas yang kalian perlihatkan. Tak lagi curi-curi kecup di keramaian, dia lebih memilih untuk menungguimu hingga masuk ke dalam rumah demi memastikan keamanan.

Pun kamu dan dia tak lagi harus kemana-mana berdua. Ada waktu tersendiri yang kamu habiskan dengannya pun ketika dia harus pergi seorang diri.

Kalian tak lagi marah saat yang lain tak mengucap selamat pagi dengan balut kata sayang. Kepercayaan sudah menjadi modal kalian dalam menjalin hubungan ke depan

kepercayaan adalah modal kalian di masa depan via pixshark.com

Awal menjalin hubungan memang kalian seakan tak bisa dipisahkan barang sekejap saja. Saat kamu dan dia tak bisa bersua, kalian tak akan pernah alpa untuk bertukar kabar melalui ponsel. Dari pagi membuka mata hingga saatnya beristirahat di kala petang. Tak pernah terlewatkan untuk melempar ucapan selamat pagi hingga selamat tidur. Kalian juga tak pernah alpa menanyakan kegiatan dan aktivitas di hari itu.

“Sayangku, sudah makan belum?”

“Cintaku, selamat tidur. ILU.”

Bahkan, ketika salah satu lupa tak menghubungi, ini akan menjadi masalah di kemudian hari.

Namun, setelah sekian lama menjalin ikatan bersama, kamu dan dia sama-sama sudah saling memahami isi kepala. Bisa dikatakan kamu sudah hampir hapal kegiatan hariannya, begitu pula dengan dirinya yang sudah paham benar kebiasaanmu. Kalian tak perlu menghabiskan waktu menatap layar gadget lama-lama demi selalu melaporkan kabar dan kegiatan. Kamu dan dia memiliki kepercayaan sebagai modal. Toh ketika kamu atau pasangan sudah tuntas melaksanakan kewajiban dari kesibukan, kalian juga pasti akan bertukar pesan.

Dulu yang ada di benaknya hanya bersenang-senang. Namun sekarang, dia sudah mantap memikirkan jalan kalian di depan

sekarang kalian sudah memikirkan masa depan via galleryhip.com

Saat pertama kali menjalani hubungan berdua, kalian masih sama-sama dalam tahap pengenalan dan penjajakan. Kalian masih saling ingin mengerti letak dimana kecocokan dan perbedaan kalian berada. Tak heran jika dia gemar mengajakmu bersenang-senang. Mulai dari ajakan untuk jalan-jalan, nongkrong, nonton hingga liburan tak pernah alpa dia lontarkan demi mengisi hari-hari berdua. Sekaligus demi menikmati gaya pacaran ala anak muda.

Namun, setelah memahami dirimu luar dalam, hubungan kalian pun naik kelas. Kamu dan dia tak lagi hanya sibuk bersenang-senang dengan gaya pacaran ala anak remaja. Kalian mendewasa dan mulai memikirkan masa depan dari hubungan kalian. Dia mulai sungguh-sungguh memikirkan bagaimana segera mendapat pekerjaan tetap demi bisa menimbun pundi rupiah demi modal pernikahan serta mengurangi kebiasaan pacaran yang sifatnya hanya bersenang-senang.

Segala perubahan dari sikapnya patut kamu hadiahi rapalan syukur. Meskipun dia tak lagi selalu mesra seperti dulu, namun toh dia tahu bagaimana membawa hubungan kalian ke level yang selanjutnya.