Sedari kuliah cowok-cowok teknik itu entah kenapa selalu punya nilai lebih, salah satunya yang berkaitan dengan kesempatan kerja di bidang pertambangan. Ada yang bilang mereka kelihatan lebih ‘laki’, karena memang mereka dididik lebih keras. Ada yang bilang mereka punya masa depan yang cukup menjanjikan. Ada yang bilang juga mereka itu terkenal dengan kesetiannya. Mereka punya fokus yang baik dengan apapun yang ada di depannya, termasuk dirimu.

Tapi selain hal-hal yang membanggakan itu, punya pasangan yang sekarang berkarir di dunia pertambangan pun membuatmu tahu lika-liku dalam memperjuangkan cinta. Orang lain mungkin melihatnya biasa, sebab memang cuma kamu yang tahu suka duka menjalani hubungan dengan pekerja tambang.

1. Cowok kerja di pertambangan emang keren, tapi memilih mereka sebagai pasangan membuatmu harus siap untuk LDR’an

keren tapi sering jauh-jauhan via salammunir.blogspot.co.id

Orang pasti akan berkomentar “keren” saat tahu pasanganmu yang sekarang ini bekerja di bidang pertambangan. Kamu pun punya rasa bangga dengan adanya komentar itu. Tapi di balik kebanggaanmu, ada juga resiko yang mau tak mau harus diterima.

Salah satunya dan paling pertama, ya persoalan menjalani hubungan jarak jauh atau LDR’an. Penempatan tugas pekerjaan lah yang membuatmu harus rela sering ditinggal hingga berbulan-bulan. Dia tak bisa menolak kewajibannya, kamu sendiri pun tak bisa menolak kenyataannya, membiarkan dia mengembangkan karirnya.

2. Urusan rindu di hati masih selalu kalah dengan kekhawatiran yang datang silih berganti

Advertisement

rindumu kalah dengan rasa khawatir tentang dirinya di sana via www.kaskus.co.id

Nggak ketemu berbulan-bulan sudah pasti buat kamu sering dilanda rindu. Bisa dibilang rindu hadir tak tahu tempat dan waktu. Bisa jadi saat kamu bekerja, lalu di pikiranmu melintas namanya, saat itu juga rindu berkunjung di hatimu. Tapi selain urusan rindu, rasa khawatir masih tetap jadi juaranya di dirimu. Selalu ada waktu di mana kamu memikirkan keadaannya di lapang yang dikelilingi banyak alat-alat berat atau medan yang pastinya menyimpan bahaya.

Kekhawatiran itu yang justru membuatmu sering sendu. Membuat doa untuknya tak ingin lepas dari tiap helaan napasmu. Setidaknya itu berlangsung hingga waktu pertemuan kalian tiba di hadapanmu.

3. Tak ada kabar berhari-hari bukan masalah besar yang buatmu emosi, keberadaannya di pelosok lah yang buat kamu sadar diri

sadar diri dan tak mementingkan emosi via www.logancoleblog.com

Dua hari, tiga hari, bahkan lebih kabar dari dia bisa saja tak datang-datang. Dia tidak menghubungimu bukan karena lupa. Tapi memang karena di tempatnya bekerja terkadang minim sinyal selular. Kadang sekalinya bisa saling menghubungi sinyal di tempatnya, atau suara-suara berisik di belakangnya selalu menjadi gangguan di perbincangan kalian.

Rasa gemas sudah pasti ada, tapi lagi-lagi kamu menahan diri untuk tak lekas emosi. Karena memang tak ada yang patut menerima emosimu apalagi dia yang di sana sedang bekerja keras. Pengertian dan dukunganmu yang memang harusnya diutamakan dalam hubungan yang pelik ini keadaannya.

4. Nggak ada benih-benih cemburu buta, yang ada cuma rasa cemas yang tak bisa terbantah

temannya di lapang lebih banyak cowok via adhikurniawan.com

Keuntungan lain punya cowok pekerja tambang, kamu tak perlu meragukan kesetiaannya. Mengingat di sana dia punya tugas yang cukup berat dan pastinya menyita banyak waktu. Belum lagi di lapang sendiri isinya didominasi oleh laki-laki. Jadi buat apa cemburu kalau semua itu cuma kesia-siaan belaka.

Justru yang sering kali menghantuimu itu ya lagi-lagi perasaan cemas dengan keadaannya di sana. Dari mulai hal yang remeh seperti kebutuhan makan dan istirahatnya, sampai hal penting tentang keselamatan dirinya di setiap pekerjaan yang dilakukannya. Itu semua bukan hal yang mudah untuk dia saja, tapi juga kamu yang ada jauh dari sisinya.

5. Sabarmu bukan hanya soal menunggu dia kembali, tapi juga sabar dengan resiko-resiko yang harus dia hadapi

bukan cuma sabar nunggu dia kembali via ask.fm

Kunci utama dari hubungan jarak jauh itu memang ada di kesabaran. Selama kamu sabar dengan kesendirian semu, dan rindu yang sering datang menggebu, hubunganmu dengan dia sudah pasti bisa selalu bertahan. Tapi khusus kamu yang pasangannya kerja di pertambangan, selain urusan menunggu dia kembali, kesabaranmu ini juga diuji dengan segala macam resiko yang harus dia hadapi di lapangan setiap harinya.

6. Tapi dibalik resahnya LDR’an, kamu dan dia sebenarnya jadi lebih bisa fokus dengan karir masing-masing

fokus berkarir via offshoreenergytoday.com

Meski jarang bertemu, LDR juga memberi keuntungan buat dia dan kamu. Di tengah rasa rindu serta cemas yang tak bisa ditampik, kalian sebenarnya bisa saja menyiasatinya dengan kesibukan. Kalian bisa sama-sama fokus menikmati karir masing-masing di usia yang masih produktif ini. Tak ada juga persoalan repot membagi waktu antara urusan pekerjaan dan percintaan. Beruntungnya lagi, penghasilanmu bisa lebih cepat terkumpul untuk modal melangkah ke pelaminan. Bukan kah ini salah satu kabar baik untuk kalian?

7. Gaji yang tinggi memang patut disyukuri, tapi yang membuatmu senang setengah mati justru kehadiran sosoknya di sisi

sosoknya yang penting buatmu via elizabethwellsphoto.com

Kamu juga sering mendengar komentar orang tentang gaji pasanganmu yang menurut mereka cukup tinggi. Di mata mereka sih itu hal yang menyenangkan. Tapi buatmu sebagai pasangan gaji yang tinggi itu bukan kebahagian yang utama.

Kamu bersyukur cowokmu ini untuk urusan materi bisa dibilang sudah cukup mapan. Tapi yang membuatmu senang lagi-lagi hal yang sederhana, apalagi kalau bukan kehadiran sosoknya di sisimu sekarang dan semoga sampai nanti juga.

8. Ditinggal kerja berminggu-minggu sepertinya terbayar habis saat dia ada di masa-masa cuti yang juga bisa berminggu-minggu lamanya

cutinya yang berminggu-minggu itu berkah via dylandsara.com

Setelah berminggu-minggu ditinggal lama dengan banyak rasa rindu dan cemas. Di masa-masa cuti inilah semua hal yang kamu rasakan dibayar habis olehnya. Beruntungnya masa cuti cowokmu bukan hanya sehari dua hari, tapi kadang sama dengan lama waktu dia kerja di lapangan. Saat seperti ini, kamu dan dia benar-benar menjaga quality time demi hubungan yang terus berjalan di tengah lika-liku perjuangannya.

Sulit sudah pasti, tapi sekali lagi LDR yang kalian jalani ini kelak akan benar-benar memberi banyak pelajaran untuk modal pendewasaan kamu dan dia. Nggak bakal ada deh drama-drama karena lupa dikabarin.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!