Dibilang cengeng, udah bukan lagi hal baru buat kamu. Paling nggak kamu cukup sadar diri, kalau air matamu memang mudah sekali keluar. Rasanya memang tangis tak pernah absen dari momen apapun di hidupmu. Apalagi saat sedang bertengkar atau marah dengan pasangan.

Nangisnya kamu juga bukan jadi tanda kamu sengsara sekali. Tapi kamu emang cuma nggak bisa aja nahan air mata. Kalau dipikir-pikir, jadi orang sensitif yang melankolis dan gampang banget nangis itu emang perlu kecakapan khusus dalam menghadapi masalah. Selain buat diri sendiri, kelihaian mengontrol emosi juga perlu biar cowok yang dekat denganmu nggak awkward saat air matamu menetes sendiri.

Kamu yang mellow dan gampang nangis apa juga merasakan hal ini?

1. Marah-marah sambil sesenggukan, ya begini saking kesalnya malah jadi nangis nggak karuan

kesal malah nangis via www.youtube.com

Ya kamu itu (hik…hik…) udah berapa kali (hik…) janji-janji, ta…pi apa buktinya? (hik…hik… hikkkk) Selalu aja (hik…) bikin aku khawatir (huhuhuuuu)

Advertisement

Marahnya kamu jauh banget dari kata galak. Bagaimana bisa kelihatan galak, kalau kamu marah sambil nangis sesunggukan. Bukannya mau kelihatan drama, tapi emang dari sananya udah begitu. Setiap kali kamu kesal, kamu nggak akan bisa marah dengan lepas, bisanya ya cuma nangis. Mau ditahan-tahan pun yang ada sesak sendiri. Setelah nangis, biasanya rasa kesalmu pun berkurang dengan sendirinya.

2. Jangankan dibentak, ngomong agak nyelekit dikit aja mata kamu udah berkaca-kaca

berkaca-kaca… via www.wattpad.com

Kamu itu harusnya mikir dikit, Yang! Biar ngerti juga, jangan dikit-dikit ngambek sama masalah yang itu aja.

Nggak perlu bentakan untuk bikin air matamu tergenang atau mengalir seketika. Kata-kata “mikir dikit” yang cowokmu ucapkan, entah kenapa terdengar nyelekit sekali di telinga dan hatimu. Meski sebenarnya kata-kata itu juga tak terkesan kasar sekali. Tapi sekali lagi, hatimu ini seperti halnya tisu yang lembut dan cukup rapuh, yang tak bisa tergores sedikit saja.

3. Setiap ngomong sepatah dua patah kata, kamu udah nangis aja. Lama-lama bingung mau ngomong apa

bingung mau ngomong apa, nangis aja deh huft via www.rooshvforum.com

Kamu itu sebenarnya kenapa sih? aku kayak serba salah begini. Aku boleh main sama teman-temanku, gitu?

Bukan nggak boleh, Yang. Hmmm (nangis)

Kamu kan tadi bilangnya sebentar, tapi nyatanya sampai malam. Hmmm (nangis lagi)

Aku tuh. Hmmm (nangis)

Kamu kenapa?

Tangismu yang sulit sekali untuk ditahan, seringnya jadi penyebab kamu lupa atau bingung dengan uneg-uneg yang ingin diungkapkan. Baru juga selesai satu kalimat, eh kamunya udah nangis lagi. Bahkan nggak jarang kalimatmu berhenti di tengah-tengah karena emang nggak bisa menahan air mata yang meluncur.

Ujung-ujungnya kamu harus rela uneg-unengmu lenyap. Meski tak menutup kemungkinan, kalau nantinya uneng-uneg tadi akan kembali. Dan saat itu, setidaknya tangismu sudah reda, jadi lebih siap untuk mengungkapkannya ke cowokmu ini.

4. Tapi kadang kamu pura-pura terlihat tegar, saat air mata udah mau keluar, kamu seketika diam tak berujar

diem nahan nangis sambil pura-pura lihat foto via www.bfi.org.uk

Iya, maksud aku tuh juga bukan…. (hening)

Ucapanmu tiba-tiba terputus di tengah jalan bukan karena kamu menangis. Sebaliknya, kamu justru berusaha sekali untuk menahan tangis. Sebab kamu pun ingin terlihat lebih tegar dihadapan cowokmu ini. Gengsi lah, masa setiap kali bertengkar atau marah kamu nangis terus. Adakalanya cara ini berhasil, kamu mengerem air mata untuk tak keluar. Tapi kadang sia-sia karena ujung-ujungnya kamu tetap menitikkan air mata.

5. Udah biasa juga ditanya sama cowokmu, kenapa harus nangis sih? Karena aku kesel Mas hiks

aku juga nggak tahu kenapa nangis :/ via koalasplayground.com

Sudah nangisnya? Kenapa harus nangis segala sih, Yang? Kenapa coba alasan? hmmm

Setelah tangismu reda, cowokmu yang sedari tadi mengamati pun akan segera melemparkaan pertanyaan yang sudah sering sekali kamu terima. Jawabanya pun masih selalu sama, kamu nangis nggak jauh-jauh dari perasaan kesal atau emang sedikit tersinggung dengan ucapannya. Melankolismu ini memang sering membuat orang bingung, karena kamu bilang marah tapi ujung-ujungnya malah nangis.

6. Sebenarnya kamu malu nangis saat berantem. Bukan karena gengsi sih, tapi kamu malu sama hidung dan mata yang mulai bengkak ini

malu soalnya mukanya jadi jelek, iya kan 🙁 via www.dailymail.co.uk

Kamu udah sering banget dengar ledekan di teman-temanmu, secantik-cantiknya cewek kalau udah nangis mukanya pasti akan berubah seratus derajat. Bukan berubah karena melas, tapi lebih karena jadi kurang cantik. Makanya, setelah bertengkar dan menangis kamu sendiri sering merasa malu. Malunya juga bukan murni karena gengsi ke cowok ini, tapi karena mata dan hidungmu memang terasa lebih tebal daripada sebelum nangis tadi. Meski sebenarnya pacarmu sendiri tak terang-terangan bilang kamu jelek.

Setidaknya salah satu kebaikan dari melankolisnya kamu ini, kamu lebih sadar diri dengan diri sendiri. Tahu kalau kamu memang bukan manusia sempurna, yang banyak khilaf dan kurangnya. Paling nggak kamu juga tahu bagaimana bersyukur dengan kesensitifan dan melankolisan ini.

7. Kadang ada baiknya juga tangismu ini, bikin cowokmu yang tadinya galak, perlahan melunak

bikin cowok nggak tega via tvtropes.org

Melankolisnya kamu ini sering kali jadi keberuntungan. Orang jadi sering nggak tega jika harus marah denganmu, salah satunya ya cowokmu sendiri. Bukan sekali dua kali, dia yang tadinya sudah marah-marah nggak karuan seketika menurunkan dan melambatkan nada suaranya, saat tahu kamu menitikkan air mata. Logikanya, ya mana ada orang tega lihat orang nangis, apalagi itu pasangan sendiri.

Makanya Yang, tanya dulu ya kalau ada apa-apa. Jangan langsung nuduh begini. Kamu kan tahu aku udah capek, jadi emosinya juga labil. Maaf ya kalau aku marah-marah. (Uuuuuuu… so sweet ~~)

8. Tapi nggak ada yang lebih menyenangkan saat lagi berantem dan kamu nangis, cowokmu seketika merangkul dan menghapus air mata :’)

Dipeluk, eh tambah kencang nangisnya via www.zombiemamma.com

Karena setelah kesedihan pun pasti akan terbit kebahagian. Sesederhana sikapnya yang tak hanya berusaha menurunkan emosinya, tapi dia juga berusaha menenangkan kamu dengan rangkulan dan menghapus air mata di pipimu.

Mau dibilang cengeng, lebay, ataupun drama, kamu tak pernah terlalu memikirkannya. Bukankah menangis itu jadi tanda perasaanmu yang begitu peka dan lembut. Emang cuma kamu yang tahu rasanya jadi cewek yang lagi marah atau berantem aja selalu berujung nangis. Orang mah tahunya apa, cuma dilihat cover-nya aja.