Rindu dan jarak biasanya jadi dua hal yang paling ditakuti, apalagi bagi mereka pasangan yang saling menyayangi. Entah bagaimana caranya, setiap pasangan akan berjuang untuk bisa bersama. Karena jauh dari orang yang dicintai membuat hidup tak bisa disebut sempurna.

Dulu, saya pun merasakan hal yang sama. Sering merutuki jarak dan rindu yang hampir setiap hari membuat hidup terasa menyiksa. Tapi lihat apa yang terjadi sekarang? Saya justru bisa bersyukur dalam-dalam, kepada rindu dan jarak yang selama ini membuat kita terpisahkan.

Pertemuan denganmu adalah keberuntungan. Sayangnya, untuk menjalani hubungan denganmu jujur saya dilanda keraguan.

pertemuan denganmu adalah keberuntungan. via dylandsara.com

Kita bertemu tanpa rencana, namun perkenalan kita sepertinya diamini semesta. Berawal dari ketidaksengajaan, bagi saya mengenalmu adalah sebuah keberuntungan. Saya seperti menemukan seseorang yang memang selama ini dicari. Sosok laki-laki yang bisa membuat saya merasa cukup dan tak ingin yang selainnya lagi.

Tapi meski begitu, tak mudah bagi saya untuk mengiyakan ajakanmu. Menjalani hubungan dengan konsekuensi tinggal berjauhan membuatku dilanda keraguan. Dalam bayanganku, pasti akan sulit untuk menjaga dan menyatukan segala hal tentang saya dan kamu. Selama jarak itu ada, akan berat bagi kita untuk bertahan bersama.

Bukan perkara seberapa besar perasaan, tapi apa mungkin dua orang bisa bertahan ketika ada jarak yang memisahkan?

Advertisement

apa mungkin kita bertahan? via dylandsara.com

“Kita ini saling menyayangi, kenapa harus takut pada jarak dan rindu yang pasti bisa diatasi?”

Kalimat itu memang sering tiba-tiba muncul di kepala. Saya tahu memang tak seharusnya ragu itu mengalahkan keinginan untuk bersamamu. Tapi sungguh, saya bukannya meragukan soal kadar perasaan kita berdua. Segala yang terjadi di antara kita sebenarnya sudah membuat saya percaya. Hanya saja, sulit untuk saya meyakini bahwa semua akan baik-baik saja. Di depan sana, pasti banyak hal yang akan menghalangi dan menguji hubungan kita.

Kita melewati jatuh bangun bersama, pun ada kalanya sama-sama kehabisan tenaga dan seakan ingin menyerah saja.

kadang ingin menyerah saja… via dylandsara.com

Keraguan saya dulu pun terbukti. Hubungan jarak jauh memang sungguh tak mudah dijalani. Berkali-kali kita pernah terlibat salah paham, bertengkar karena masalah-masalah sederhana yang sebenarnya mudah diselesaikan. Pertengkaran hebat pun terkadang datang lantaran minimnya pertemuan.

Dan saat kita sama-sama kehabisan tenaga, rasanya menyerah adalah solusi satu-satunya. Ada kalanya kita sudah tak sanggup bertahan, sampai-sampai ingin merelakan apa yang selama ini sudah diperjuangkan. Menyerah pada keadaan, pada rindu dan jarak yang serupa siksaan paling menyakitkan.

Tapi Sayang, lihat sampai dimana kita sekarang? Meski tahun demi tahun terlewati, toh kita tetap bertahan.

toh kita tetap bertahan via dylandsara.com

Uniknya, sampai saat ini saya dan kamu sama-sama tak beranjak pergi. Sekalipun jarak dan rindu membuat hubungan kita jatuh bangun berkali-kali, kita sepakat bertahan sampai nanti. Waktu demi waktu terlewati, berada di sisimu tetap jadi satu-satunya kesempatan yang sampai hari ini saya syukuri.

“Kadang kita hanya harus menjalaninya terlebih dahulu, untuk tahu seberapa yang kita mampu.”

Jika dulu selalu kita rutuki, bukankah sekarang mereka pantas kita syukuri? Karena, rindu dan jaraklah yang membuat hubungan kita sekuat ini.

rindu dan jarak ini layak disyukuri via dylandsara.com

Saya tak berani berharap yang lebih lagi. Kita bisa bertahan sampai sejauh ini saja sudah sungguh-sungguh patut disyukuri. Meski terpisah jarak, sekalipun disiksa rindu – terima kasih untuk kamu yang tetap setia di sisiku. Kita layak berbangga Sayang, karena perjuangan sudah sampai di titik ini.

Tak perlu kita banyak menumpuk harapan dan ekspektasi, satu-satunya yang harus dilakukan adalah menjalani. Jika saya dan kamu bertahan hingga sekarang, tak ada yang mustahil untuk masa depan. Saya bahagia karena apa yang kita yakini tak bisa dikalahkan rindu dan jarak yang membentang.

“Kita hanya harus melanjutkan perjuangan ini, sambil terus mensyukuri rindu dan jarak yang sudah membuat hubungan kita sekuat ini.”