Orang tua, adalah dua kepala yang punya andil besar dalam perjalanan hidup kita sebagai manusia. Tidak hanya melahirkan dan mendidik, mereka juga dengan rela mengorbankan apapun yang dimiliki demi keberhasilan anak-anaknya. Sayang, sebagai pribadi yang dibanjiri kasih sayang oleh mereka semenjak kecil kita sering lupa memandang mereka sebagai manusia yang juga punya perasaan.

Bagaimana perilakumu pada kedua orang yang telah membentuk pribadimu selama ini? Apakah kamu juga sering melupakan hal-hal ini dari kedua orang tuamu?

1. Kita Sering Lupa, Mereka Bukan Ratu Adil yang Selalu Bisa Bijaksana

Mereka bukan ratu adil yang terus bisa bijaksana via www.presidenri.go.id

Orang tuamu bukanlah malaikat yang bisa selalu menunjukkan contoh yang baik. Sesekali mereka akan jatuh, gagal, pun membutuhkan bantuan. Mereka bukanlah tokoh pahlawan dari masa kecilmu yang selalu menang melawan musuh jahat. Seiring makin dewasanya umurmu, kamu akan tahu bahwa orang tua tidaklah sesempurna itu.

Akan ada masa kamu tersakiti oleh kata-kata dan perilaku mereka, akan ada masa kamu kecewa dan ingin berontak karena keputusan yang dirasa tak adil dan sepihak. Tapi hey! Mereka memang bukan ratu adil yang selalu bisa memutuskan segala permasalahan dengan bijaksana. Sesekali mereka gagal menciptakan keputusan yang bisa menyenangkan semua orang. Dan ini sangatlah normal.

2. Seiring Bertambahnya Usia, Mereka Akan Membutuhkan Bantuan Lebih Banyak Dari yang Kamu Kira

Advertisement

Mereka akan membutuhkan banyak bantuan via thesoulofseoul.net

Saat kecil, merekalah dua orang yang selalu siap sedia pasang badan untuk membantumu dalam berbagai hal. Namun seiring bertambahnya usia, kini giliranmulah yang harus melakukan hal serupa: berbalik membantu mereka. Orang tuamu bisa bertransformasi jadi orang yang banyak minta. Mulai dari minta tolong dijenguk, minta dibelikan ini itu, sampai minta agar kamu melakukan sesuatu agar mereka bahagia.

Rasa lelah dan jengah tak anyal bisa menghampirimu saat dihadapkan pada beragamnya kemauan mereka. Namun bukankah dulu kamu juga merepotkan mereka dengan permintaan dan kenakalan yang tak kira-kira?

3. Hadiah Terbaik yang Bisa Kamu Berikan Adalah Menghibur Mereka Dengan Kesuksesanmu

Kesuksesanmu adalah kesuksesan mereka via www.ronamasa.com

Kesuksesan anak adalah hal yang tak ternilai bagi kedua orang tua. Melihatmu mapan dalam hidup dan pekerjaan, selesai dengan diri sendiri, bisa membangun hidup sesuai mimpi — membuat hidup dan perjuangan mereka memiliki arti. Tak perlu repot-repot membelikan mobil atau mengantri bertahun-tahun demi memberangkatkan mereka naik haji.

Dengan menunjukkan kamu berhasil dalam hidup, bisa membuat mereka cukup punya alasan untuk bahagia dan merasa cukup.

4. Bingkisan Termanis Kedua yang Selalu Mereka Tunggu Tak Lain Datang Dari Waktu dan Perhatianmu

Waktu dan perhatianmu selalu mereka tunggu via www.ronamasa.com

Menyisihkan waktu untuk menemui dan berbincang singkat dengan kedua orang tua nampak sederhana dan remeh, tapi ketahuilah dari tindakan sederhana ini kedua orang tua bisa merasakan cinta dari anak-anaknya. Mereka tidak perlu dimanjakan dengan barang-barang mewah berharga fantastis. Dari perhatian dan waktu yang disisihkan darimu demi menjumpai mereka, kedua orang tuamu pun sudah bisa merasa bahagia.

Pertanyaannya, kapan terakhir kali kamu membatalkan janji dengan kawan demi duduk diam di rumah dan mengajak mereka berbincang?

5. Mereka Akan Selalu Menyalahkan Diri Atas Hal-Hal Buruk yang Menimpamu

Tak peduli sedewasa apapun kamu, mereka akan terus menganggapmu sebagai anak kecilnya yang butuh terus dilindungi. Saat ada hal buruk yang terjadi di hidupmu, kedua orang tua akan tetap merasa bertanggung jawab atas hal itu. Mereka akan berpikir,

“Apa yang sudah aku perbuat sampai anakku seperti itu? Adakah yang salah dengan cara mendidikku?”

Meskipun kamu sudah berusaha sekuat tenaga menjelaskan bahwa kegagalan datang dari kecerobohanmu, namun kedua orang tua akan tetap merasa bertanggung jawab atas hal-hal buruk yang terjadi di hidupmu. Mereka hanya mencintaimu sedalam itu.

6. Kritik dan Masukan yang Kamu Anggap Gangguan, Sebenarnya Adalah Cara Mereka Meluapkan Perhatian

Cara unik meluapkan perhatian via www.dose.ca

Tidak jarang orang tua bisa berubah jadi tukang kritik paling jawara. Meributimu dengan berbagai kritik yang tidak jarang terkesan pedas. Saat kamu menganggap kritik dari mereka adalah gangguan, kamu sebenarnya hanya lupa bahwa inilah cara orang tua menunjukkan perhatian. Lewat kritik dan masukan keras, tapi penuh rasa sayang yang akan terus berbekas.

Saat mereka merecokimu dengan perkataan dan masukan macam-macam, percayalah bahwa ini adalah cara mereka untuk menunjukkan perhatian.

7. Satu yang Paling Sering Terlupa, Mereka Tidak Akan Hidup Selamanya

Mereka tidak akan hidup selamanya via i.huffpost.com

Akan ada hari kamu harus melepas mereka di peraduan terakhir sebagai manusia. Melarung abu kenangan yang sudah tercipta selama berpuluh-puluh tahun, mengikhlaskan mereka pergi tanpa pernah ada opsi kembali. Ayah dan ibu yang kini masih tampak enerjik dan bersemangat lahir dengan masa kadaluarsanya sendiri, sepakat ataupun tidak, suatu hari mereka pasti mati.

Hidup berjalan, menempatkanmu dan keluarga kecil barumu di tengah pacuan. Akan ada waktunya dunia menyingkirkan spotlight dari kehidupan kedua orang tuamu, menggeser fokusnya pada hidupmu — generasi kedua yang telah mereka ciptakan di dunia. Saat hari itu datang, tak ayal kamu akan kehilangan pegangan.

Bagimu yang hingga hari ini masih bisa menyambangi kedua orang tua, tak takutkah kamu kecewa jika kelak mereka sudah pergi selamanya? Tak maukah kamu sedikit berusaha demi membahagiakan mereka?

Apakah kamu juga sering melupakan hal-hal sederhana ini dari hubunganmu dengan kedua orang tua? Jika iya, yuk mulai lakukan sesuatu dari hari ini. Mereka tidak akan selamanya ada di sisi ‘kan?