“Maaf, kamu terlalu baik buat aku.”

Biasanya, kalimat ini terlontar dari bibir seorang cewek untuk menolak cowok yang menyatakan cinta padanya, atau jadi alasan ketika cewek meminta putus dari cowoknya. Saking seringnya cewek mengatakan kalimat ini, para cowok pun seringkali menilai alasan ini terlalu mengada-ada. Banyak cowok berpikir, cewek hanya malas mengatakan alasan yang sebenarnya.

Padahal bagi sebagian cewek, alasan ini bukan hanya alasan klise penuh tipu daya. Sebaliknya, kalimat ini mengandung makna yang tidak selalu menghindar dari keadaan sebenarnya. Justru kadang inilah alasan terjujur yang pernah cewek katakan. Kalau sudah ada cewek mengatakan kalimat yang kamu anggap klise ini, coba introspeksi diri. Ada hal-hal yang harus kamu benahi. Nih, simak 5 hal yang sejatinya membuat kalimat ini nyata bagi kami, para perempuan…

1. Cowok tak seharusnya bertingkah layaknya pelayan pribadi. Kami cuma mau diberi kesempatan untuk lebih mandiri

Diberi kesempatan untuk mandiri via thoughtcatalog.com

Kebanyakan lelaki berpikir, kalau perempuan akan selalu suka dengan pelayanan dan dimanjakan. Tapi asal kamu tahu, nyatanya tak selamanya begitu. Dan tak berlaku untuk semua perempuan. Sekali dua kali tak masalah, tapi kalau selama menjalin hubungan cowok malah bertindak seperti pelayan pribadi dibandingkan pasangan, bisa membuat cewek berpikir ulang.

Advertisement

Kamu harus percaya, dengan dilayani terus-terusan bak putri kerajaan, terkadang kami justru merasa diremehkan. Semanja-manjanya perempuan, kami juga butuh menunjukkan bahwa kami pun mampu, melakukan sesuatu tanpa bantuan darimu. Cewek juga butuh diberi kesempatan untuk menunjukkan sisi kemandiriannya.

2. Terlalu baik itu nggak baik. Hubungan ini justru akan berjalan membosankan pada akhirnya

Akan membosankan pada akhirnya via thoughtcatalog.com

Menjadi orang yang terlalu baik dan selalu menurut apa kata pasangannya, justru akan membuat hubungan berjalan dengan membosankan. Menjalin hubungan tak hanya soal berbagi canda dan tawa saja, tapi juga berbagi pendapat dan bahkan jika perlu sesekali ada perdebatan disana.

Proses ini bukan selalu untuk memperkeruh hubungan. Perdebatan kadang diperlukan untuk makin mengenal karakter masing-masing. Hal ini nggak akan pernah bisa didapatkan kalau hubungan yang berjalan, salah satunya cuma terus menurut apa kata pasangan.

3. Menjalani hubungan denganmu yang terlalu baik juga termasuk hal yang nggak menantang. Kesannya kamu terlalu mudah ditaklukkan

Terasa terlalu mudah ditaklukkan

Awalnya, kami akan terpukau dengan sikapmu yang selalu baik hati itu. Mulanya, kami memang tertarik padamu. Tapi lambat laun, rasa itu pun memudar dan berubah menjadi hambar. Seketika, saking seringnya kami menerima kebaikanmu, kamu justru makin tak menarik lagi.

Kamu yang tak pernah berkata tidak pada kami, kamu yang tak pernah menolak apapun yang kami inginkan, justru membuat kami sungkan. Kata siapa perempuan tak suka tantangan? Sesekali kami juga membutuhkannya, bukankah hidup butuh keseimbangan?

4. Pada hakikatnya, cewek butuh sosok pemimpin. Bukan yang bisa diarahkan yang cewek butuhkan, namun yang bisa dijadikan panutan

Butuh yang bisa jadi panutan via www.instagram.com

Semandiri-mandirinya cewek, sesekali dalam hidupnya dia juga butuh diarahkan. Sepintar-pintarnya cewek, terkadang mereka juga butuh diberi wawasan. Karena itulah, sebaik-baiknya cowok, jangan asal menurut saja pada semua permintaan cewek. Kalau cowok cuma bisa menurut, cuma memperlihatkan bahwa dia adalah cowok yang tak punya pendirian.

Kalau permintaan itu tak masuk akal, kalau ada pemikiran yang tak bisa dinalar, sanggahlah kami, arahkan dan debatlah kami. Supaya hubungan ini lebih berwarna, dan tak seolah jalan di tempat saja.

5. Cowok yang terlalu brengsek dan cowok yang terlalu baik sama-sama tak membawa kebaikan. Dalam hubungan butuh keseimbangan, yang pas kadarnya

Hubungan butuh keseimbangan via mery.jp

Pada akhirnya, hubungan yang bisa dipertahankan hingga nanti adalah hubungan yang seimbang. Dimana kadarnya selalu pas, serta tak berlebihan. Menjadi orang baik itu perlu, tapi jika terlalu baik hanya akan merugikan dirimu sendiri.

Begitu pula saat menjadi pasangan. Menjadi cowok yang terlalu baik, justru akan membuat pasanganmu menggampangkan segala kesalahan yang pernah dia lakukan. Cewek bisa saja tidak merasa bersalah saat melakukan kesalahan yang sebenarnya fatal. Ia bisa berpikiran bahwa kamu akan memaafkannya, seburuk apapun kesalahannya.

Artikel ini tidak bermaksud membuatmu menjadi pasangan yang seenaknya. Sebaliknya, artikel ini bermaksud untuk membuka pikiran kita semua bahwa kadar kebaikan itu juga ada batasnya. Jangan sampai kamu sendiri yang rugi.