Kangen rumah nih!

Kangen ngobrol bareng Bapak, Ibu atau bercanda sama aiek dan kakak. Kangen juga masakan ibu yang meski sederhana tapi rasanya tak ada duanya. Kangen kumpul sekadar nonton televisi bersama-sama. Jadi anak rantau pengalaman rindunya melebihi dari mereka yang sekadar LDR dengan pacar. Apalagi kalau sudah tanggal tua, ada masalah atau jatuh sakit, rasanya rumah sebaik-baiknya tempat yang bisa membuat tenang.

Suara celoteh Ibu, deheman Ayah, atau cekikan tawa mereka selalu jadi penyemangat yang tak henti kamu rindukan. Tapi sebenarnya di zaman semaju ini, rindumu dengan rumah dan keluarga masih bisa diobati. Jarak tak lagi membuat kamu merasa berjauhan dengan mereka yang kamu cintai. Coba kamu ingat-ingat lagi, sudah belum melakukan hal ini?

1. Punya grup chat keluarga, jadi tetap bisa ngobrol barengan kapanpun dan di manapun

chat bareng keluarga via unsplash.com

Ma, sedang apa?

Lho kok Mama aja yang ditanya, Bapak nggak?

Ade nggak?

Aku juga?

Advertisement

Kemajuan teknologi memang harusnya kamu syukuri sekali. Dulu sebelum telepon belum banyak dimiliki, berkabar bisa berminggu-minggu lamanya. Saat ponsel mulai menjamur, berkirim pesan lebih dari sehari pun bisa dengan mudahnya. Sementara sekarang saat aplikasi chatting mulai berkembang. Bukan lagi berkirim pesan dengan satu orang, tapi kamu bisa berbincang sekaligus dengan Ayah, Ibu, adik, kakak juga saudara yang lain dalam satu ruang atau biasa disebut grup chat keluarga.

Bukankah itu membuatmu tetap punya momen atau tak tak tertinggal sedikit pun informasi tentang mereka yang ratusan bahkan seberang pulau denganmu?

2. Bertukar mengirimkan sesuatu ke orang tua, dan nggak harus di hari spesial juga

Bertukar hadiah via unsplash.com

Bapak Ibu sehat? Oh iya, paketnya sudah sampai atau belum?

Sudah, ini nunggu Ayah pulang kerja, baru dibuka. Makasih ya, nak!

Cita-cita kebanyakan anak itu tak jauh dari membahagiakan orangtuanya. Sementara si perantau kadang merasa sedih karena tak bisa menemani dan menjaga langsung mereka di hari tua. Tapi sebenarnya kamu tetap membuat orang tuamu tersenyum bahagia, sesederhana dengan kesuksesan yang diraihmu di tanah rantau.

Bisa juga dengan perhatianmu yang tetap ada meski jauh, seperti menelepon setiap harinya meski hanya 15 menit, atau tak ada salahnya juga mengirimkan sesuatu barang yang diperlukan ayah dan ibumu. Sebab memberi hadiah tak harus menunggu datangnya hari sepesial juga.

3. Belajar masak jarak jauh dengan Ibu. Biar kangen makanan rumah terobati sementara

Belajar masak masakan mama via www.rebeccawestcott.co.uk

Bu, minta resep bikin pepes tahu yang biasa ibu buat dong?

Buat apa, Mbak?

Buat masak lah, Bu. Kangen masakan ibu. 🙁

Masakan ibu memang juaranya. Walaupun sekadar tempe-tahu atau ikan teri, tetap saja rasanya sepesial dan nikmat sekali. Jadi wajar kalau kerinduan terhadap rumah salah satunya ya kemasakan buatan ibu. Tapi alih-alih merana karena ingin sekali makan sambal atau pepes tahu buatan ibu. Tak ada salahnya kalau kamu belajar memasak makanan yang persis ibu buatkan.

Urusan resep dan cara bisa minta ke ibu. Selanjutnya tinggal usahamu sendiri. Beruntung kalau rasa masakannya bisa hampir mirip dengan buatan ibu. Rindu pun terobati sedikit.

4. Video call saat keluarga sedang terkumpul semua, rasanya mirip-mirip ada di antara mereka

video call sama keluarga via www.shutterstock.com

Supaya bisa berbincang sembari menatap wajah orangtua serta adik dan kakakmu, kamu memilih berakhir pekan di kamar kos saja. Dengan bermodal laptop dan fasilitas wifi yang ada, kamu menikmati kebersamaan lewat layar laptop bersama semua anggota keluarga. Akhirnya kamu tahu model potongan rambut baru adikmu, atau ekspresi wajah ibu saat melihat tubuhmu yang sedikit agak kurus.

Ternyata seperti ini rasanya memanfaat teknologi dengan sebaik-baiknya. Membuat jarak hanya tinggal batasan tak kasat mata saja.

5. Menceritakan sejarah keluargamu yang paling menarik ke teman dekatmu, biar kamu tetap ingat siapa dirimu

Cerita tentang sejarah keluargamu via unsplash.com

Daripada sekadar merengek kangen rumah kepada temanmu. Kenapa tak ceritakan saja sejarah keluargamu ke teman dekatmu ini? Kamu bisa bercerita tentang sejarah mata orientalmu yang ternyata didapat dari ibu yang masih peranakan Cina. Kamu bisa bercerita kisah cinta Ayah dan Ibumu, dari awal jumpa sampai akhirnya menikah. Kamu bisa cerita tentang perbedaan kepercayaan Kakek dan Nenekmu.

Kamu bisa bercerita apapun tentang keluargamu. Sebab di tanah rantau, memang hanya cerita tentang keluarga yang bisa membuatmu terus ingat dengan asalmu sekaligus mereka yang di sana.

6. Tapi kadang rasa dekat itu sesederhana merangkul benda-benda milik Ibu dan Ayah yang kamu bawa

Buku kesayangan Ayah via unsplash.com

Nyari apa sih Nis?

Nyari buku Bukan Pasar Malam punyanya Ayah….

Oh buku yang kamu baca berkali-kali itu ya

Mungkin di mata orang apalagi teman yang tak merantau akan terasa agak aneh. Tapi menggenggam atau memeluk sesuatu miliki orangtuamu sendiri bisa jadi penenang di segala kondisi. Kamu bisa membayangkan aroma ibumu dari sweater beliau yang dirimu kenakan. Kamu bisa merasakan apa yang ada di pikiran ayah, saat membaca setiap kalimat yang ada di buku kesayangan beliau.

Tapi sebenarnya sudah banyak mitos yang beredar, jika memeluk barang salah satu orangtuamu membuat rindu tak menggelisahkan mereka di sana.

Sementara di luar dari mitos itu, hal-hal yang Hipwee Hubungan jelaskan di atas merupakan upaya untuk membuat jalinan batin kamu dan keluargamu tetap dekat. Bukankah jauh atau dekat sama saja, asalkan kamu tetap punya quality time dengan mereka.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya