Akhirnya kamu menemukan seseorang yang begitu mempesona. Tak hanya menarik, ia juga nampak begitu baik. Kepekaannya terhadap keinginanmu juga tak perlu diragukan. Setelah sendiri sekian lama, kamu merasa inilah momennya. Orang yang kamu idamkan itu akhirnya tiba, keluar dari sarangnya.

Selepas momen “menemukan” banyak dari kita merasa gemas ingin segera berbagi kabar gembira pada dunia. Mengenalkannya ke kawan-kawan dan orangtua, sampai memasang namanya di berbagai media sosial yang dipunya. Jatuh cinta memang mengeliminasi keyakinan bahwa kita bisa jatuh dan kecewa.

Sebelum yakin sepenuhnya dan ingin mengabarkan pada dunia bahwa dia orangnya, Hipwee ingin mengajakmu meresapi 11 hal sederhana. Benarkah dia orangnya?

1. Hanya karena kamu berdebar saat di sisinya, bukan berarti dialah yang pasti mendampingimu sampai tua

Bisa jadi perasaanmu salah. via psn.sdn.si

Ketika jatuh cinta dengan lawan jenis, sudah pasti kamu akan merasakan sebuah ketertarikan. Lantas, apa yang membedakan antara jatuh cinta biasa dan jatuh cinta pada belahan jiwa? Menentukan apakah ia adalah belahan jiwa atau bukan tidaklah semudah itu. Perasaan kerap kali tidak bisa diandalkan dalam mengukur apakah ia belahan jiwamu. Apalagi perasaan jatuh cinta sering membuat seseorang buta.

Advertisement

Hanya sebab jantungmu berdetak lebih keras saat di sisinya, bukan berarti dia orang yang akan mendampingimu sampai tua. Masih ada lebih banyak hal yang penting dipertimbangkan di belakang sana.

2. Jika sampai sekarang kamu belum menemukan sebenar-benarnya diri– kuatnya perasaan itu masih perlu dipertanyakan lagi

Mengenal diri sendiri via 1.bp.blogspot.com

Belahan jiwa akan merefleksikan jiwa kita sendiri. Bukankah konon orang yang baik akan dipertemukan dengan mereka yang baik pula? Ia yang sudah selesai dengan diri sendiri juga akan menarik orang serupa yang sudah kuat secara pribadi.

Jika kamu tidak tahu bagaimana karaktermu sendiri, apakah kamu bisa menemukan karakter belahan jiwamu nanti? Itulah mengapa mengenali diri sendiri menjadi penting. Sebab nantinya kamu dan belahan jiwamu akan saling mengisi satu sama lain.

3. Menemukan belahan jiwa bukan seperti memasak mie instan. Kamu memerlukan sebuah proses panjang untuk membuktikan

Sekali, dua kali pertemuan tidak cukup. via img.lrytas.lt

Ada yang bilang, rasa klik ketika bertemu belahan jiwa bisa dirasakan pada awal pertemuan dan terasa betul bedanya. Ah, klise sekali bukan? Memangnya ini proses memasak mie instan yang bisa selesai dalam hitungan menit?

Bagaimana kamu bisa mengetahui latar belakang dan sifat satu sama lain? Bagaimana bila kalian diharuskan menjauh satu sama lain? Untuk mengantisipasi itu, pastinya harus ada penyesuaian antara kamu dan dia. Dan penyesuaian ini tidaklah didapat dengan cara mudah dan waktu yang cepat. Menemukan dan menjadi belahan jiwa tidak bisa terjadi dalam sekejap mata.

4. Apakah dia membuatmu merasa berkembang bersama? Jika kalian justru tumbuh ke arah yang berbeda, bisa jadi bukan dia orangnya

Mengimbangi setiap hal yang jadi pelengkap hubungan. via pascaledufresne.files.wordpress.com

Manusia selalu berkembang dalam hidup, baik ke arah positif maupun ke arah negatif. Hukum yang sama pun berlaku dalam kehidupanmu yang sudah berpasangan. Pertumbuhan pasangan seharusnya mempengaruhimu untuk turut berkembang — pun sebaliknya.

Seandainya salah satu dari kalian mendapatkan kesuksesan dan menyebabkan banyak dampak, apakah kalian tetap dapat mengimbangi satu sama lain? Misalnya saja, salah satu dari kalian mendapatkan jabatan lebih tinggi dan menyebabkan jam kerja semakin bertambah. Siapkah salah satu dari kalian membawa tanggung jawab yang lebih tinggi? Seandainya kalian harus berpacaran jarak jauh, apa yang akan kalian rencanakan?

Jika perubahan dan perkembangan rasanya makin sulit dimasukkan dalam rencana masa depan — bisa jadi ada yang perlu dihentikan.

5. Sebelum merasa yakin sepenuh hati, amati dulu bagaimana kalian saling membangun selama ini. Bersamanya yang memang digariskan, jalannya akan terasa lebih mulus dijalani

Aku punya tangan terbuka yang kamu butuhkan. via i1.wp.com

Bukan sembarang ketertarikan yang bisa membawamu pada pembuktian panjang akan ketulusan cinta. Ketertarikan yang dimaksud adalah ketertarikan yang tidak didasarkan pada soal mengetahui dan menemukan daftar kualitas dan karakteristik yang ada pada salah satu pasangan. Sebaliknya, kalian saling mengaku bahwa masing-masing memiliki apa yang dibutuhkan pasangan. Apa yang kurang pun kemudian diperjuangkan dan dibangun secara bersamaan. Dengan demikian, hubungan akan terasa lebih imbang dan adil.

6. Di sisinya ada rasa “pantas bersama.” Kata hatimu bersuara bahwa bersamanya masa depan bisa dibangun berdua

Kata hatimu harus didengarkan. via 3.bp.blogspot.com

Selain melalui pembuktian, mengetahui kehadiran belahan jiwamu juga ditopang dengan mengandalkan kata hati. Ketika cinta tumbuh seiring proses pembuktian, kamu dapat mengetahui apakah dia adalah pasangan yang cocok untukmu. Bukan karena kemampuannya untuk menjadi pasangan yang paling sempurna di dunia, inilebih kepada batinmu yang mengakui tanpa syarat,

“Inilah orang yang layak menemaniku seumur hidup.”

Jiwa dan batinmu akan tahu begitu saja akan hal ini, seakan-akan ada insting naluriah yang meyakinkanmu.

7. Orang yang satu ini memanjakanmu lewat perbuatan. Dalam setiap perlakuannya ada sisipan bukti kuatnya perasaan

Menjadi tua bersamanya

Bukan cuma sekali kamu merasa cocok dengan pasangan. Namun baru pada satu orang ini kamu merasa diperjuangkan, didengar, dan ditunjukkan kesungguhannya langsung lewat perbuatan. Berbeda dengan mantan pasangan yang hanya hangat di awal lalu melempem di tengah jalan, orang yang satu ini keras kepala dalam membuktikan cinta.

Dia menciptakan waktu untukmu di tengah kesibukan, perhatian dan pendampingannya tak perlu lagi diragukan. Jika sudah banyak kegigihan yang ditunjukkannya lewat perbuatan — kuatnya perasaannya tak perlu lagi kau ragukan.

Belahan jiwa adalah seseorang yang mencintaimu dengan mengalahkan segala tantangannya. Pembuktiannya dalam melewati setiap tantangan itulah yang perlu kamu saksikan secara seksama. Selanjutnya, kata hatimulah yang akan berbicara. Selamat mencari dan menemukan belahan jiwamu!