Menentukan gaya pacaran emang hak setiap pasangan. Kalian yang menjalani dan merasakan, tapi sayang orang lain pasti ada beberapa yang ikut-ikutan berkomentar. Apalagi kalau pacarannya berlebihan di depan umum, siap-siap aja tanggapan miring berdatangan. Bukan iri atau kesal, tapi mungkin kebanyakan dari mereka justru merasakan risih. Dalam hati pun mereka bertanya-tanya, kenapa sih harus berlebihan seperti itu? “biasa aja bisa kali ya”

Tapi namanya juga orang, kadang ada yang kurang sadar atau peka dengan lingkungannya, kalau selama ini membuat orang lain di sekitarnya risih. Kita semua pun sepakat bahwa gaya pacaran kayak gini bikin kita pengen banget bilang iyuuuhhh di depan pasangan yang banyak drama ini.

1. Berantem sama pacar sih sah-sah aja, tapi nggak perlu dibawa kemana-mana juga

Masa lagi kerja aja berantem?! Hmmm via www.rd.com

Setiap hubungan pasti ada pasang dan surutnya. Ada saat-saat kamu dan dia bahagia-bahagia aja. Ada saatnya kalian bertengkar hebat dengar beragam masalah. Setidaknya entah pasang atau surut ini mengajarkan kalian untuk lebih dewasa dan saling pengertian satu sama lainnya. Bahagia dinikmati, tapi kalau ada masalah ya diselesaikan dengan baik-baik, bukan dibawa ke mana-mana seperti media sosial atau sampai ngaruh ke pekerjaan juga.

Kita sebagai orang yang melihat orang pacaran lagi berantem, cuma bisa bertepuk tangan di belakang mereka. Doain cepetan aja putusnya, biar nggak kebanyakan drama di depan umum sampai bikin orang lain risih. Yuk bilang amin berjamaah.

2. Mending kalau cuma posting momen barengan, tapi kalau udah mention-mention nggak jelas, bye aja udah

Advertisement

sayang, jangan lupa makan ya! via www.afistfullofbolts.com

Media sosial memang jadi lebih meramaikan setiap lini. Orang jadi lebih mudah mengekpresikan banyak hal dan berbagi informasi. Tapi ada juga segelintir orang yang seolah kurang paham dengan fungsi media sosial, seperti pasangan yang nggak cuma setiap saat berbagi momen bersama, tapi juga mention-mention tak jelas hanya untuk mengucapkan selamat malam – pagi, mengingatkan makan siang, sampai sekadar bilang I love you.

Entah sejak kapan urusan pribadi seperti perhatian itu perlu menjadi konsumsi publik. Kita yang kebetulan berteman dengan mereka yang sukanya umbar kemesraan di media sosial jelas merasa risih. Biar dibilang apa sih, romantis? Duh, dangkal banget sih pengertian romantisnya.

3. Mau ke mana-mana izin dulu, udah kayak tahan kota yang perlu dipantau selalu

Minta Izin dulu, via www.logancoleblog.com

Nis, minggu besok ikut kan ke Tamsur?

Oh iya, aku bilang cowokku dulu ya. Jadi atau nggaknya ntar aku kabarin, semoga aja diizinin.

Hah, ngapain? Ribet banget sih Nis, hmmm….

Ini pacar atau office manager ya. Masa mau ke mana-mana harus izin dulu, emang sebegitu perlu? Seharusnya di usia sekarang, kita sudah cukup dewasa hanya untuk memutuskan pergi ke mana dan dengan siapa kan.

Sebagai teman, sekali dua kali mungkin kita masih bisa memaklumi, siapa tahu dia sudah punya rencana dengan pacarnya. Tapi kalau udah keseringan, yang ada akhirnya kita malas juga untuk mengajak lagi. Apalagi kalau ujung-ujungnya temanmu ini tak jadi keluar dengan kita, karena tak diizinkan.

4. Dikit-dikit yang diomongin pasangannya, sampai pamer panggilan sayang, emang penting ya?

Eh jangan ngomongin pacar kamu aja dong, bosen tau! via www.bustle.com

Wah, si ganteng akhirnya WA, dari kemarin aku suruh isi pulsa internet nanti-nanti mulu. Padahal aku kan udah kangen banget sama dia, An.

An, tahu nggak semalam Yayang ke rumah cuma buat bawain martabak kesukaan aku. Unyu banget ya….

Iya, Mamas juga udah lihat film itu, katanya dia sih bagus. Hmmm, bede selara sama kamu kali ya An.

Setiap ngobrol, dunia dia sepertinya hanya berisi tentang pasangannya saja. Sebentar-bentar yang diomongin tentang pacarnya, lagi ngobrol apa yang dibawa-bawa juga pacarnya.

Kita sebenarnya nggak berharap pacar dia terus yang jadi topik pembicaraan kalian. Kita juga nggak segitu penasarannya dengan apa yang sedang pacar teman kita itu kerjakan. Malah bisa dibilang kita lebih banyak nggak pedulinya. Kenapa sih nggak ngomongin yang lain aja. Diam-diam kita pasti sering membatin, “Kalau putus, baru tahu rasa nih orang!”

5. Selain kemana-mana berdua, kumpul sama teman aja harus banget ditemenin sama pacar

masa cowokmu sendirian? via www.shutterstock.com

Yah, sama cowoknya lagi.

Itu cowok atau bodyguardnya sih? Kemana-mana ngekor terus.

Atau jangan-jangan itu cowok babysitternya.

Kita pun sering dibikin kesal kalau ada teman yang punya pasangan selalu ngekor kemanapun teman kita ini pergi. Cibiran macam ini jelas bakal kita ucapkan untuk teman kita yang seakan nggak bisa lepas dari pacarnya. Sesekali ngumpul sama teman dijadikan ajang untuk saling curhat. Kalau ada pacar teman yang nggak kita kenal sama sekali, kita pun jadi nggak bebas buat bercerita banyak hal.

Kalau sudah begini, dunia terasa milik mereka berdua. Orang lain seolah cuma butiran debu. Lagi-lagi kita pun malas ngajak nongkrong lagi.

Pernah punya pengalaman apa nih sama teman yang kalau pacaran lebay dan drama banget?

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!