Setelah serangkaian proses yang sudah dilewati, mulai dari kenalan, pendekatan, pacaran, lalu lamaran, akhirnya hubungan akan sampai pada tahap pernikahan. Mempersiapkan pernikahan bisa jadi menjadi momen paling sulit dan heboh yang bisa kamu alami. Ternyata begitu banyak yang harus kamu pikirkan sebelum sebuah pesta indah dan sakral yang diidam-idamkan digelar.

Gedung, catering, baju pengantin, souvenir, gimana? Sudah oke? Belum? Arrrgh!

Bukan cuma persoalan teknis, kamu juga akan direpotkan dengan persoalan psikologis yang semakin membuatmu tertekan. Sebulan sebelum pernikahan, kamu bisa saja berpikir “Tidakkah pernikahan ini terlalu cepat?”. Kamu bisa tiba-tiba merasa bahwa kamu dan pasanganmu terlalu terburu-buru merencanakan pernikahan. Apalagi kalau kalian belum lama pacaran.

Lalu kamu akan mulai mempertanyakan kesiapanmu sendiri. Kamu tahu pernikahan berarti kamu akan memasuki satu tahap kehidupan dengan berbagai peraturan baru. Setelah menikah, kamu nggak bisa lagi hanya berpikir untuk dirimu sendiri. Kamu yang tadinya bebas jalan ke sana ke sini, mungkin nggak bisa lagi karena kamu harus memikirkan pasanganmu. Sudah siapkah kamu dengan itu semua?

Setelah meragukan dirimu sendiri, kamu pun mulai meragukan pasanganmu. “Apakah dia benar-benar orang yang tepat?”. Belum cukup itu semua, kamu juga akan mengkhawatirkan acara pernikahanmu nanti.

Advertisement

Dan kekhawatiran terbesarmu mungkin adalah apakah nanti kalian akan benar-benar bahagia? Apakah pernikahan kalian akan berjalan selamanya? Bagaimana jika nanti kalian gagal mempertahankan pernikahan?

Semua pikiran buruk itu membuatmu mulai bimbang dan mulai bertanya-tanya: Apakah pernikahan ini harus diteruskan? Tapi jangan khawatir, kamu nggak sendirian. Itulah yang dinamakan dengan sindrom pra pernikahan. Suatu tekanan psikologis yang akan dialami oleh calon pengantin menjelang hari pernikahan, baik cewek ataupun cowok. Hanya saja tingkatannya berbeda. Ada yang cuma cemas-cemas kecil, ada juga yang sampai stress berat.

Apa kamu juga mengalami hal yang sama? Jika ya, nggak perlu cemas. Kali ini Hipwee akan memberikan beberapa tips untuk mengatasi sindrom pra-pernikahan itu. Simak ya!

1. Pertama, ambilah waktu untuk dirimu sendiri. Lepaskan stress dengan hidup lebih sehat.

olahraga bisa jadi cara mengurangi stress via ajp.com.au

Menurut ilmu psikologi, sindrom pra-pernikahan ini sudah biasa dialami calon pengantin, tapi cukup berbahaya jika nggak segera diatasi. Kecemasan menjelang pernikahan seperti ini bisa membuat calon pengantin mengalami stress yang mengakibatkan sulit tidur, hilang nafsu makan, suasana hati yang buruk, dan paling parah, bisa berdampak pada hubungan setelah pernikahan mereka nanti.

Kalau kamu mengalami hal ini, pertama-tama cobalah mengurangi tingkat stress-mu dengan hidup lebih sehat. Kalau kamu biasanya begadang, cobalah tidur lebih awal. Jangan mengonsumsi makanan dan minuman yang akan membuatmu semakin susah tidur. Saat pagi tiba, sempatkan untuk olahraga, meski itu cuma lari keliling komplek.

Stress bisa terjadi jika aliran oksigen di otakmu kurang atau nggak lancar. Jadi hidup lebih sehat akan membantu memperlancar peredaran darahmu. Selain berguna untuk tubuh, hidup sehat juga akan memperngaruhi kondisi mood kamu lho.

2. Saat kamu pusing memikirkan pernak-pernik acara pernikahanmu, ambil nafas panjang, istirahat sebentar.

relax, ambil napas panjang, istirahat via diyprojects.tips

Karena kamu berharap pernikahanmu itu sekali untuk seumur hidup, wajar kalau kamu ingin semuanya sempurna. Semua calon pengantin pasti ingin menjadi raja dan ratu sehari di acara pernikahan mereka. Tapi segala urusan gedung, katering, dekorasi, sampai seragam untuk keluarga, bisa membuatmu stress sendiri. Kamu khawatir segalanya nggak berjalan baik seperti yang kamu rencanakan.

Kalau kamu benar-benar lelah memikirkan pritilan-pritilan pernikahan ini, sampai kadang kamu merasa kepalamu mau meledak, ambil napas panjang dan istirahat sebentar. Kamu nggak perlu menyelesaikan semua urusan dalam satu hari. Cobalah membuat schedule yang ramah. Kamu bisa menyelesaikan katering hari ini, dan mulai memikirkan soal gedung di lain hari. Jangan memikirkan semuanya bersamaan. Kamu juga bisa bagi-bagi tugas dengan pasanganmu. Selain membantu meringankan pikiranmu, hitung-hitung sekalian latihan bagi-bagi tugas rumah tangga.

3. Saat kamu mulai meragukan pasanganmu, ingatlah hal-hal yang dulu membuatmu jatuh cinta padanya.

ingat saat kamu jatuh cinta padanya via www.davidbronsonmaestas.com

Meragukan pasangan adalah hal yang lumrah terjadi menjelang pernikahan, walau bukan berarti itu sudah biasa ya. Bagaimanapun juga, kamu akan mengarungi kehidupan bersama pasanganmu seumur hidup. Tentunya kamu menginginkan pasangan yang sempurna untukmu. Kekhawatiran ‘apakah dia benar-benar orang yang tepat?’ pasti akan terlintas di pikiranmu detik-detik menjelang pernikahan.

Saat kamu mulai meragukan dia, cobalah mengingat apa-apa saja yang dulu membuatmu jatuh cinta padanya. Ingatlah awal pertemuanmu dengannya. Mungkin nggak menyenangkan, tapi pasti menimbulkan kesan. Ingat-ingatlah hari-hari saat kamu dan dia mulai mengenal lebih jauh. Cerita-cerita kehidupannya mungkin membuatmu surprise dan terkesan. Mungkin pelukannya yang hangat, atau bisa juga kebiasaanya yang selalu ada untukmu, mungkin itulah yang membuatmu jatuh cinta padanya.

Kamu juga bisa mempererat hubunganmu dengan pasangan. Lakukan hal-hal positif yang bisa menguatkan ikatanmu dengannya. Selain memperkuat ikatanmu dengan pasanganmu, kamu juga bisa memperkuat hubunganmu dengan keluarga pasanganmu. Bagaimanapun mereka akan menjadi keluargamu juga kelak. Hal-hal positif semacam ini akan membantumu menepis keraguan pada pasanganmu.

4. Saat kamu merasa belum siap, ingatlah bahwa kamu tidak akan pernah siap sampai kapanpun jika mundur hari ini.

nervous itu hal biasa via www.lovewedbliss.com

Masalah siap/belum siap memang problem sepanjang masa. Saat kamu memutuskan untuk menikah, barangkali saat itu kamu merasa sudah siap. Tetapi dengan pernikahan di depan mata, bisa jadi kamu mulai ragu apakah kamu benar-benar sudah siap.

Belum lagi nanti saat kalian harus mengurus anak. Kamu harus memastikan diri kalian sendiri sudah bukan anak-anak lagi supaya bisa mengurus anak dengan baik. Bagi kamu yang cowok, bisa juga tiba-tiba merasa kurang percaya diri untuk menjadi kepala keluarga. Itu memang beban yang berat. Wajar bila kamu merasa nggak siap.

Tapi pikirkan lagi semuanya. Kalau kamu mundur kali ini, bisa jadi kamu akan mengalami dilema yang sama di lain waktu. Lalu apakah kamu akan mundur lagi? Akan lebih sulit bagimu untuk mempersiapkan diri kalau kamu mundur hari ini. Lagipula pernikahan bisa menjadi sarana belajar untuk kalian berdua. Yang tadinya egois maunya mikirin diri sendiri, harus bisa memikirkan orang lain saat sudah menikah. Yang tadinya hobi main-main, harus mulai serius karena ada tanggung jawab besar bernama rumah tangga .

Semuanya memang butuh proses. Jangan menghindar, tapi belajarlah bersamanya.

5. Kamu boleh takut kehilangan kebebasan setelah menikah. Tapi lebih dari itu, bahwa kini kamu tak harus menanggung semuanya sendirian.

saat kamu sedih, ada yang sedih bersamamu via www.dailybackgrounds.com

Kamu khawatir nggak bisa bebas lagi setelah menikah? Wajar. Tapi setelah ini, kamu juga nggak harus memikirkan semuanya sendirian. Soal finansial, soal permasalahan kerjaan, soal keluarga, kamu bisa membagi masalahmu karena sekarang kamu punya partner untuk mencari jalan keluar. Ada yang akan selalu meminjamkan pundaknya jika kamu lelah dan ingin bersandar. Ada yang menenangkanmu dengan pelukan saat kamu merasa hidup begitu menyebalkan sampai kamu ingin menangis.

Kamu yang populer, jangan juga merasa takut kehilangan penggemar-penggemarmu setelah kamu menikah. Toh, saat ini kamu sudah punya penggemar nomor satu yang akan menemanimu dalam duka ataupun senang.

6. Saat kamu mulai ragu pada pernikahanmu, ingat kembali alasan dan tujuan kamu menikah. Menghabiskan sisa hidup bersama dia yang ditakdirkan adalah impian bagi banyak orang.

ingat tujuan kalian menikah via www.shortday.in

Bahagia tentu hal yang paling diinginkan setiap orang dalam pernikahan mereka. Saat kamu kebingungan pada niatmu menikah, dan apakah kalian akan bahagia seperti pasangan-pasangan lainnya, cobalah cari kembali alasan dan tujuanmu menikah. Fokuslah pada tujuan tersebut, niscaya segala keraguanmu akan memudar dengan sendirinya. Karena menghabiskan sisa hidup dengan orang tersayang adalah impian bagi banyak orang. Kamu sudah selangkah lebih dekat dengah impian itu, maka pertahankanlah.

7. Yakinlah bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Keraguanmu saat ini tak akan pernah terjawab jika kamu terlalu takut untuk melangkah.

nggak ada yang sempurna di dunia ini via www.lovethispic.com

Semua orang tahu bahwa di dunia ini nggak ada yang sempurna. Kamu juga tahu, tapi kadang lupa. Jadi yang perlu kamu ingat-ingat adalah, ya itu tadi, nggak ada yang sempurna di dunia ini. Nggak perlulah mencari orang sempurna untuk menjadi pasangan yang sempurna, kalau selama ini dia sudah bisa membuatmu gembira. Buat apa kamu mati-matian mempersiapkan segalanya agar pesta pernikahanmu sempurna, tapi akhirnya kamu malah tumbang dan nggak fit di hari bahagia.

Keraguan juga akan terus menderamu jika kamu tidak pernah berani melangkah lebih maju. Jangan biarkan rasa ragu membelenggumu untuk menyongsong masa depan. Jalanilah apa yang benar-benar kamu yakini.

8. Tapi pada akhirnya, kamu dan dia bisa menciptakan kesempurnaan versi kalian sendiri..

tapi kesempurnaan bisa kamu ciptakan sendiri via www.blissimages.com.au

Jika bagimu bahagia adalah seperti yang kamu lihat pada pernikahan-pernikahan temanmu, kamu harus segera balik arah. Tak perlulah kamu merujuk pada bahagia orang lain untuk mendefinisikan kebahagiaanmu sendiri. Memang, nggak ada yang sempurna di dunia ini. Tapi dari segala ketidaksempurnaan itu, kamu bisa menciptakan kesempurnaan versimu sendiri.

Kalau kisah pra nikahnya Ricky Harun gimana ya?

Untuk kamu yang sedang mempersiapkan hidup baru, yakinlah bahwa badai pasti berlalu. Semangat yoo!

Kredit Featured Image: http://alexandmelindamarry.tumblr.com/