Untuk Perempuan yang Memilih Pergi,

Aku masih ingat dengan jelas dulu ada seorang pria yang datang padamu dan berkata bahwa ia adalah pria baik-baik. Dengan mudah ia memberikan kepercayaannya padamu dan segalanya yang ia mampu. Tak ragu ia akan mendatangimu hanya untuk berkata padamu bahwa, “Aku rindu.”

Sikapnya yang selalu meneduhkan membuatmu terpana bahwa ternyata ada seseorang yang menjadikanmu sebagai hal istimewa dalam hidupnya.

Surat sederhana ini untukmu — perempuan yang memilih pergi. Perempuan yang kelak akan tahu bahwa hal terbaik ia lepaskan, dan ia kini tak punya hati.

Hubungan, buatmu adalah oase pencipta ketenangan. Namun entah kenapa kamu justru memilih pergi saat hatimu mulai menemukan kenyamanan

Mengapa masih bersamanya? via www.pinterest.com

Advertisement

Jika niat awalmu hanya untuk bersenang-senang saja, tak seharusnya kamu tetap bersama dengannya dan memberinya anggapan bahwa kalian akan bersama selamanya. Seharusnya tak perlu kamu membuang waktumu untuk sesuatu yang akhirnya hanya akan kamu tinggalkan.

Dan pria baik-baik itu pun hanya menjadi tempat bagimu untuk melepaskan kesendirian, bukan sebagai pendampingan.

Pernahkah kamu berpikir, bagaimanapun, mungkin kamu adalah sosok yang membutuhkan pembelajaran tentang bagaimana rasanya untuk memiliki seseorang? Pernahkah kamu berpikir bahwa mungkin saat itu kamu adalah sosok yang seharusnya belajar untuk menghargai perasaan?

Dan pernahkah kamu berpikir bahwa semua ini hanyalah sia-sia jika hubunganmu tak dibawa kemana-mana?

Kamu merasa bisa berjalan tanpa dia yang mendampingi. Melepaskan, jadi kebiasaanmu selama ini. Pertemuanmu dengan pria lain semakin melengkapi anggapanmu bahwa hidup ini terlalu berharga jika dihabiskan dengan seorang pria saja.

Dia adalah pria terbaik yang pernah datang padamu. Tapi hatimu terlalu keras, atau memang memilih tak mau tahu.

Ia adalah pria terbaik yang pernah datang padamu via www.pinterest.com

Kamu pernah bilang bahwa pria seperti itu tak pernah menjadi tantangan buatmu. Bagimu pria seperti itu terlalu mudah untuk ditaklukkan, tanpa sadar bahwa dialah pria terbaik yang pernah datang.

Layaknya dunia yang terus berputar, kita semua juga berubah.

Dan kemudian kalian berdua berpisah, memutuskan untuk tak lagi bersama. Ketika sosok yang lain datang, dengan mudahnya kamu melepas pria yang selama ini memperjuangkan kehadirannya untukmu.

Berulang kali kamu mencoba untuk meninggalkan pria baik-baik yang selama ini menemani. Ketika ia mencoba untuk mendapatkanmu kembali, kamu berusaha untuk tetap pergi. Kamu belum mampu menyadari bahwa ialah sosok yang selama ini membantumu untuk berkembang; ialah sosok yang selama ini berjuang untuk mendukung semua cita-citamu ketika kamu terlalu sibuk untuk melupakannya. Dia lupa akan hal-hal yang ia inginkan hanya untuk fokus terhadap apa yang kamu butuhkan. Ia memberimu segalanya hingga apa yang kamu inginkan dengan mudahnya kamu dapatkan.

Lalu kamu pergi berlalu hanya karena kamu pikir ia terlalu baik bagimu.

Mengertikah kamu jika kepergian selalu menyisakan luka? Suatu hari nanti kamu akan melihat kembali — hatimu berderak melihatnya bahagia

Kamu lupa ia hanya pria biasa via www.pinterest.com

Nampaknya kamu lupa bahwa ia hanya pria biasa yang bisa terluka.

Ia mempertahankan keberadaannya selama ini karena ia memilih untuk bersikap bijaksana. Ia percaya bahwa suatu saat kamu akan berubah dan mampu menyadari bahwa ialah yang terbaik. Namun ia belajar bahwa tak setiap orang akan memberikan cinta yang sama.

Kemudian ia memilih untuk pergi dari hidupmu. Karena yang ia inginkan hanyalah kebahagiaanmu. Mungkin tidak dengannya.

Setiap orang berkata bahwa masih ada banyak ikan di lautan, dan ia membuktikanmu dengan mulai membuka diri untuk perempuan lainnya.

Apa yang mungkin tak kamu ketahui saat itu, adalah bahwa ada seseorang di luar sana yang tidak sebodoh dirimu. Ketika kamu sadar bahwa hanya ia pria yang paling mengertimu, semua sudah terlambat dan tak bisa diperbaiki begitu saja. Akan ada perempuan lain yang mampu melihat kehebatan-kehebatan pria yang selama ini kamu sia-siakan.

Ia adalah sosok yang seharusnya berakhir bersamamu, sosok yang akan membuat segalanya berubah dengan indah.

Aku hanya berharap bahwa kau akan melihatnya sebelum perempuan lain mengambil kesemnpatan itu, karena pada akhirnya hanya penyesalan yang akan didapatkan.

Untuk Perempuan yang Memilih Pergi,

Penyesalan sedalam apapun rasanya tak akan membuatnya kembali. Kini bisa kamu lihat sekarang ia telah bahagia dengan perempuan pilihannya — yang jelas tak akan pernah mencoba dengan sengaja untuk meninggalkannya.

Biarkan aku memberitahumu sesuatu.

Untuk apa kamu sibuk mencari lelaki yang melengkapi jika selama ini ia ada di sisi?

Sekali pria baik-baik sudah datang menghampiri, apa lagi yang mau kamu cari? Bukankah hidup tujuannya memang untuk berbagi?

Maka temukanlah priamu, dan jangan sia-siakan keberadaannya ketika sudah berhasil merengkuh hatimu.

Dari,

Perempuan yang Telah Menyesal Karena Memilih Pergi