Sesaat sebelum kamu terlahir dan melihat dunia, Tuhan sudah menitipkanmu kepada dua manusia berhati mulia. Ayah dan Ibu, mereka menyuruhmu memanggil. Ibulah yang melahirkan dan rela mempertaruhkan nyawa demi keutuhanmu sampai ke dunia. Namun, kamu tak bisa menutup mata pada jasa ayah yang menjagamu dan merawat Ibu.

Mungkin Ayahmu bukanlah orang yang begitu banyak bicara. Mungkin kamu pun tak pernah mendengar beliau mengungkapkan kalimat hangat dan penuh cinta. Namun jika kamu bisa melihat lebih jeli, seharusnya kamu cukup paham bahwa beliau memiliki rasa cinta yang sama besarnya. Cinta Ayah ada justru dalam perbuatan dan sikap tenangnya. Dan selagi beliau masih ada, mengapa tak memanfaatkan waktumu untuk selalu dekat dengannya?

1. Walaupun beliau tergolong orang yang kaku, sebenarnya beliau yang paling ingin tahu keseharianmu.

sebenarnya beliau ingin tahu keseharianmu via www.salon.com

Ayah memang tak seperti Ibu. Sosoknya selalu nampak kaku dan dari luar tampak tak begitu peduli dengan keadaan dirimu. Ayah juga tak vokal dalam menyuarakan rasa sayangnya kepadamu. Beliau tak akan menangis saat kamu berpamitan karena akan pergi merantau. Pun tak juga bersorak kegirangan dan terburu-buru mendekapmu saat kamu kembali pulang ke kampung halaman.

Namun kamu wajib tahu bahwa sebenarnya jauh di dalam lipatan hati seorang ayah, beliau selalu ingin tahu keseharianmu. Beliau hanya bingung dan tak tahu mesti berbuat apa saat dihadapkan dengan suasana haru. Jika Ibu akan melontarkan pertanyaan dengan menggebu, Ayah hanya akan mengajukan satu-dua pertanyaan sambil lalu. Walau sebenarnya ada ratusan tanya berkecamuk di dadanya yang tak mampu beliau tuturkan.

Advertisement

Kini, tak ada salahnya jika kamu yang menghubunginya lebih dulu dan mulai bercerita. Supaya ayahmu tenang dan supaya segala tanya di hatinya bisa lunas terjawab. Percayalah, walau ayahmu tak pandai menyuarakan isi hatinya, kepedulian beliau tak kalah dari sosok ibu.

2. Ayah dan Ibu memiliki peran sama besar dalam hidupmu. Saat kamu hanya bertanya tentang kabar Ibu, ayahmu merasa seperti dianggap bagai angin lalu.

ayahmu akan merasa dianggap angin lalu jika kamu hanya menanyakan keberadaan ibu via youngfreespirit.tumblr.com

Mungkin kamu menganggapnya hal yang lumrah, karena kamu sudah terbiasa jika mencari ibu terlebih dahulu baru kemudian ayah. Saat menelpon rumah dan ayah yang berbicara di ujung sana, kamu akan dengan bertutur dengan cepat dan menanyakan keberadaan ibu. Kamu lebih merasa nyaman dengan Ibu karena bisa membicarakan ini-itu.

Walaupun begitu, tahukah kamu bahwa ayahmu merasa ditinggalkan dan merasa dianggap angin lalu? Ayahmu merasa beliau hanyalah sosok pemeran pengganti yang kemudian baru diperhitungkan jika tak ada Ibu. Tentu pedih rasanya, apalagi beliau juga turut berperan serta sedari kamu masih di rahim hingga kamu ada di dunia. Ayah dan Ibu memegang peranan yang sama besarnya di hidup setiap anaknya.

Jika kamu merasa enggan bercakap-cakap dengan ayah karena merasa tak bisa leluasa membicarakan ini-itu, kamu juga wajib tahu bahwa beliau bukanlah sosok yang patut disalahkan karena tak lihai membangun percakapan. Kamu jugalah yang harus berusaha supaya percakapanmu dengan Ayah bisa ada. Supaya ayahmu paham bahwa kamu memperhitungkan beliau dan tak hanya menganggapnya sekedar pemeran cadangan.

3. Sebenarnya, Ayah juga ingin mendengarmu berkata bahwa kamu selalu menganggapnya pahlawan yang layak dicinta.

ayahmu butuh selalu diingatkan bahwa beliau adalah pahlawanmu via onlybabies.tumblr.com

Ingatkah kamu bagaimana sewaktu kecil kamu mudah cemberut dan kemudian marah karena tak mendapatkan perhatian penuh dari orangtua? Kamu butuh selalu diingatkan dan baru merasa tenang ketika tahu bahwa kedua orangtuamu selalu ada untuk menyayangimu. Sejatinya, hal itu dirasakan oleh semua manusia, termasuk ayahmu di usianya yang sudah mulai menginjak usia senja.

Ayahmu juga butuh diingatkan bahwa hingga detik ini kamu masih menganggapnya pahlawan serta sosok yang patut dijadikan acuan. Kamu juga perlu menunjukkan rasa kasihmu kepada beliau, supaya ayahmu tahu bahwa hidupnya ini berarti. Supaya di usianya yang telah senja ini beliau masih merasa berharga sebagai manusia karena ada kamu yang selalu menyayanginya.

4. Ibu bukan satu-satunya orang yang selalu mengkhawatirkanmu dan bersedia mengulurkan tangan saat kamu butuh bantuan. Ayah pun begitu,

ayah juga sedia mengulurkan tangan saat kamu butuh bantuan via artnaz.com

Selama ini kamu mungkin selalu mengandalkan Ibu sebagai penyelesai masalah dan pengurai benang persoalan yang membelitmu. Kamu merasa bisa berbagi keluh kesah bersama dengan Ibu dan merasa bahwa persoalan yang tengah singgah di hidupmu akan terasa ringan setelahnya. Kamu pun meyakini bahwa Ibu merupakan satu-satunya tempat yang tepat untuk mencari solusi.

Kamu tak ingat bahwa selain Ibu, ada sosok ayah yang setia ada di belakangmu. Ada Ayah yang juga bisa dijadikan tempat berbagi keluhan dan mencari jawaban di setiap permasalahan yang menempamu. Masalah apapun yang menerpamu, beliau akan siap dan sigap membantu.

5. Kamu tak boleh lupa bahwa beliau merupakan tempatmu bertanya serta yang paling bersedia mengajarkan segala hal tentang dunia.

beliau bersedia mengajarkan segala hal tentang dunia via www.huffingtonpost.com

Ayah merupakan tempat paling tepat untuk meminta jawaban. Beliau selalu bersedia mendengarkan setiap pertanyaan yang kamu ajukan. Beliau tidak pelit ilmu dan sedia berbagi supaya terbuka matamu pada dunia. Kamu bisa berguru mengenai ilmu kendaraan pada Ayah tanpa dipungut biaya. Kamu juga bisa menanyakan hal-hal yang berbau politik dan ekonomi yang tentu saja ayahmu ketahui karena rajinnya beliau menonton siaran berita.

Sungguh, kamu harus selalu mengingat betapa banyak jasa ayah terhadap tumbuh kembangmu. Ayah merupakan sosok pengajarmu di rumah. Bahkan, beliaulah guru pertama sebelum kamu menginjakkan kaki di sekolah. Dia yang menjelaskan kepadamu kenapa ulat bisa menjadi kupu-kupu dan mengapa pelangi berwarna-warni. Ayah merupakan sosok tempatmu bebas bertanya, tolong jangan lupakan sosoknya yang selalu berjasa.

6. Kamu tak perlu merasa sendirian, sampai kapanpun Ayah akan selalu melindungi dan membuatmu merasa aman.

ada ayah yang selalu membuatmu aman via artnaz.com

Ayah merupakan seorang kepala keluarga. Beliau bersedia mengorbankan nyawa untuk melindungi keutuhan keluarganya, termasuk Ibu dan kamu sebagai buah hatinya. Oleh sebab itu, kamu haruslah tak boleh lupa bahwa sampai kapanpun ayah akan selalu ada untuk melindungi serta memastikan keamananmu.

Saat sedang dilibat permasalahan atau merasa ditinggalkan, kamu tak perlu merasa sendirian. Selain Ibu yang sedia sebagai penyokongmu ada juga Ayah yang selalu berperan sebagai pelindungmu. Jika Ayah saja selalu siap sedia melindungimu dan tak pernah membiarkanmu merasa sendirian, bukankah seharusnya kamu juga melakukan hal yang sama kepada beliau?

7. Ayah tidak akan selalu ada di sampingmu selamanya. Selama waktunya masih ada, manfaatkan sebaik-baiknya untuk berusaha dekat dengannya.

manfaatkan waktu bersama dengannya sebaik-baiknya via www.salon.com

Semua manusia hanya hidup sementara di dunia. Mereka tidak akan selamanya ada untuk menapaki bumi. Saat nanti waktunya tiba, usia ayahmu juga akan disudahi. Tidak perlu menunggu esok hari untuk berusaha mendekatkan diri kepada beliau. Manfaatkan waktu yang kamu miliki sekarang ini.

Tak perlu juga menunggu telpon singkat dari ayahmu, inilah saatnya kamu yang menghubungi beliau terlebih dahulu. Mengatakan bahwa kamu sangat menyayanginya dan sekaligus meminta maaf karena pernah mengabaikan keberadaannya. Jangan sia-siakan waktu berharga yang masih kamu punya, dekatkanlah diri padanya mulai dari sekarang.

Ayah merupakan salah satu malaikat yang diberi kepercayaan dari Si Empunya Dunia untuk merawatmu. Jangan ragukan kadar cinta yang dimilikinya, justru sekaranglah waktu yang tepat untuk menunjukkan rasa sayang kepadanya, selagi beliau masih ada.