Wanita tak harus selalu percaya pada pria. Karena pada kenyatanya tak semua pria juga yang bisa dipercaya. Kadang ucapan pria lebih manis dari madu, bisa membuaimu hingga percaya dengannya selalu. Apalagi dalam sebuah hubungan, wanita selalu menjadi orang yang dimintai kepercayaan. Sedangkan prianya, belum tentu ucapannya itu bukan hanya janji belaka.

Sesayang apapun dengan priamu ini, kamu perlu tahu apa benar semua yang pernah diucapkannya tak hanya omong kosong atau janji belaka. Untuk mencari tahu itu kamu pun tak perlu banyak tanya. Lewat beberapa tanda ini, kamu pun bisa tahu priamu ini cuma bisa memberi janji tanpa bukti, atau memang dia bersungguh-sungguh kelak akan menepati.

1. Setiap pertanyaan soal masa depan, selalu dijawabnya nanti. Kamu digantung tak pasti

iya nanti via www.logancoleblog.com

Sayang, sampai kapan kamu mau kerja freelance gini? Nggak pengen nyari kerjaan yang lebih mapan gitu?

Ngapain ya, nanti dipikirin lagi deh. Jalanin aja dulu yang ada sekarang.

Hmmm

Selalu saja bilang nanti dipikirin lagi, atau nanti dipertimbangkan lagi. Seolah-olah pembicaraan masa depan belum pantas dan tepat untuk dibicarakan sekarang. Buatnya yang ada saat ini cukup dijalani tanpa perlu repot memikirkan nanti kedepannya seperti apa. Bisa jadi hubungan kalian berlanjut, bisa jadi di tengah jalan kamu dan dia putus.

Advertisement

Ketidakjelasan dan ketidakpastian dari dia ini membuat kamu merasa hubungan kalian ini sama saja digantung. Tak tahu kapan akan diberi kepastian.

2. Dia sering bilang sayang, tapi perhatian dan kepeduliannya justru jarang

bilangnya sayang tapi peduli aja nggak via www.logancoleblog.com

Buatnya mudah sekali mengumbar kata sayang. Dikit-dikit bilang aku sayang kamu, aku cinta kamu, aku kangen kamu, atau ungkapan-ungkapan manis lainnya. Tapi sayang ungkapannya itu berbanding terbalik dengan sikapnya kepadamu. Dia justru jarang sekali tak mau tahu apapun tentangmu, entah pekerjaan, urusan bersama teman atau keluargamu, bahkan kabarmu sehari-hari seperti kondisi kesehatan atau suasana hatinya jarang dia tanyakan.

Kamu dibuat merasa punya pacar, tapi seperti tak punya pacar. Dia tak bisa kamu andalkan untuk bisa diajak berbagi, bisanya cuma umbar kata-kata mirip tukang jualan obat yang seringnya kasih harapan paslu.

3. Bersamanya kamu selalu bertanya, hubungan ini mau dibawa kemana

mau dibawa kemana aku sama hubungan ini? via www.logancoleblog.com

Sudah selama ini bertahan dengan dia, tapi kamu sendiri tak pernah tahu hubungan ini akan berakhir di mana. Apa akan berakhir dengan di bawa ke pelaminan? Atau justru akan berakhir dengan di bawa ke jurang perpisahan?

Kamu tak pernah tahu apa yang dia rencanakan dengan hubungan kalian. Sebab dia pun hampir tak pernah membicarakan lebih lanjut hubungan kalian ini. Kalaupun ditanya, jawabnya selalu tak jelas dan pasti. Malah terkadang dia berusaha menghindari pembicaran seperti itu.

4. Saat butuh dia mulai berperan sebagai pasangan paling baik, selebihnya kamu dan dia bisa menjadi layaknya dua orang asing

selebihnya kamu dan dia orang asing via www.logancoleblog.com

Bukan setiap saat dia rela menyempatkan waktu untuk menjemput dan menunggumu. Hanya sesekali, dan itu sudah bisa ditebak saat dia sedang butuh sosokmu saja. Selebihnya saat dia tak sedang memerlukanmu, kalian layaknya dua orang asing yang segala sesuatunya cukup dilakukan sendiri-sendiri saja. Sedangkan untuk menjaga komunikasi dan tak membuatmu terlalu curiga dengan sikapnya ini, sesekali dia akan bertanya kabarmu.

Buatnya kamu hanya pelengkap disaat dia butuh. Tapi sebaliknya dia sulit untuk kamu andalakan setiap kamu memerlukan sosoknya.

5. Barangkali memang bukan dia orangnya, jika membuatmu terus mengalah dalam ketidakpastian

bukan dia yang tepat untukmu via www.logancoleblog.com

Sebelum bertemu dengan seseorang yang tepat, kamu lebih dulu dipertemukan oleh dia yang selalu membuatmu mengalah dalam semua hal. Salah satunya perihal kepastian yang memang tak pernah bisa dia berikan sekarang atau pun nanti.

Kecewa, sudah pasti. Tapi kalau memang bukan dia orangnya, tak perlu memaksakan keadaan. Sebab pria yang tak bisa memegang janjinya, seperti halnya tak bisa memegang tanggung jawabnya.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me