Atas nama harapan yang digantungkan demi masa depan. Untuk usaha mengurai benai kusut yang akhirnya dilakukan, setelah sebuah pengakuan. Atas nama keinginan menghela langkah yang tak lagi tertahan. Demi pekik bersulang karena kebahagiaan.

Untuk kebaikan, apapun nanti hasilnya via www.glamourandgraceblog.com

Untuk kebaikan, apapun nanti hasilnya. Apapun nanti jawabannya. Untuk air mata yang makin jarang berkunjung, namun sebenarnya tetap membludak di bendungan — mempersiapkan air bah besar. Jika tidak dihentikan.

Atas nama ketidakberdayaan. Atas nama keinginan membahagiakan orang-orang tersayang. Untuk kegagalan, untuk pencarian keinginan berjuang dan bangkit yang hilang entah ke mana. Saya rindu kembali menjadi orang yang sama.

Saya pernah mengambil pilihan keliru dalam hidup, saya pernah membiarkan orang yang keliru masuk dalam hidup. Barangkali orang yang sama ini hanya terlalu tinggi hati mengakui tetek-bengek perasaan melibasnya. Sampai ke pecahan terkecil.

Advertisement

Hamun hal-hal baik pasti terjadi via www.glamourandgraceblog.com

Namun hal-hal baik pasti terjadi. Itu yang sampai hari ini masih saya yakini. Kamu, jadi salah satu bukti.

Saya membayangkan menggenggam tanganmu saat hal-hal baik terjadi. Saya membayangkan menuliskan pesan singkat untukmu saat hal-hal baik mulai mendatangi. Saya membayangkan kerut mata karena senyum terlalu lebar yang tercipta di wajahmu saat mendengar berita baik itu dibagi. Saya membayangkan rengkuh lenganmu erat memenuhi pinggang hingga satuan centi.

Tentu kita tidak bisa menebak masa depan. Tapi saya harap hal-hal baik, dirimu, dan ke-kita-an adalah sebuah kesatuan.

Yang semesta aminkan.