Terkadang lamanya menjalin sebuah hubungan nggak bisa menjamin sebuah kelanggengan. Hubungan yang sudah lama dibangun bahkan bertahan hanya karena hal-hal dan alasan yang tidak seharusnya. Tidak ada salahnya untuk memutusan hubungan jika memang sudah merasakan ketidaknyamanan dan justru akan sangat merugikan dirimu sendiri.

Apa sebenarnya alasanmu untuk bertahan? Apakah alasan tersebut layak untuk kamu pertahankan? Berpikirlah jauh untuk masa depan. Buktikan jika hubungan kalian memang menju ke sebuah alasan, yaitu menapaki hubungan yang lebih serius. Tidak ada gunanya terlena dengan manisnya cinta saat ini dan terluka di hari nanti.

Lamanya menjalin hubungan bukan juga patokan keberhasilan. Sebab ini bukan soal waktu, tapi soal menyatukan ‘kamu’ dan ‘aku’

Mengabaikan ego via www.pexels.com

Bukan mereka yang sudah pacaran bertahun-tahun yang pasti berakhir di pelaminan. Melainkan mereka yang berkomitmen sangat kuat dan mengaburkan egonya masing-masing. Mengaburkan kalimat ‘kamu’ dan ‘aku’ menjadi ‘kita’ yang juga berarti menghilangkan keegoisan. Tapi lagi-lagi lamanya waktu bukanlah sebuah patokan kedekatan antara dua orang yang emnjalin hubungan. Kamu pasti bisa menilainya sendiri bagaimana posisimu saat ini. Apakah sudah lama menjalin hubungan tapi kalian masih layaknya orang asing?

Buat apa bertahan cuma karena sungkan dengan waktu yang telah dihabiskan bersama? Padahal kalian sudah sama-sama tak nyaman

Bertahan meskipun sulit dirasakan via www.pexels.com

Advertisement

Sebuah alasan yang membuatmu bertahan seharusnya bukanlah karena waktu. Kamu merasa telah banyak menghabiskan sisa waktumu dengannya dan merasa sia-sia jika kamu memutuskan hubunganmu saat ini. Sementara itu, kamu rasanya sudah tidak nyaman dan merasa hubunganmu tidak seperti dulu lagi. Perasaanmu pun sudah tidak ada lagi, begitu pula dengan pasanganmu yang juga nampaknya membaca kebosanan pada dirimu dan tidak berusaha melakukan apapun.

Kamu hanya penasaran, sebenarnya kamu dan dia akan berjodoh atau hanya akan jadi kenangan? Sementara keraguan masih merundung perasaan

Apakah kamu orangnya? via www.pexels.com

Sebegitu lamanya menjalin hubungan membuatmu jadi mempertanyakan takdir. Tentang apakah sebenarnya dia jodohmu, atau hanya akan menjadi kenangan yang menghantui ingatanmu. Kamu pun mencoba mempertahankan hubungan hanya karena sebuah rasa penasaran. Mencari sebuah jawaban dari pertanyaan; apakah kamu orangnya? Sementara itu kamu juga diselimuti berbagai keraguan tentang dirinya, tentang hubungan kalian, dan tentang berbagai hal yang sebenarnya membuatmu ingin melepaskan hubunganmu begitu saja

berusaha bertahan meskipun rasa-rasaa ingin menyerah terus membesar. Dan lagi-lagi kamu tak ingin menyia-nyiakan waktu yang sudah kalian lewati

Terlalu sulit untuk kita lewati via www.pexels.com

Ada yang lebih penting dari waktumu yang telah kamu habiskan dan tidak akan bisa kamu kembalikan. Yaitu masa depan. Jika kamu yakin masa depanmu akan bisa kamu hadapi bersamanya, maka hadapilah semua halangan yang menimpa hubungan kalian. Namun jika masa depanmu masih kamu ragukan, sementara kamu bertahan hanya karena menghormati waktumu yang sudah habis terbuang, untuk apa? Kamu justru akan kehilangan semuanya, masa lalu dan masa depanmu yang belum tentu akan bahagia.

Patah hati adalah hal yang menguras emosi. Saat ini kamu merasa lebih baik bertahan walau tersiksa daripada merasakan gagal dalam cinta

Tidak siap untuk pergi dan ke lain hati via www.pexels.com

Kegagalan tidak selamanya merupakan hal buruk. Kegagalan bisa menjadi salah satu batasan antara merelakan dan memulai sebuah awal yang baik. Patah hati memang menguras emosi dan akan banyak menyita perasaanmu. Namun ini hanya akan berlangsung sebentar. Lebih baik jika kamu merasakan patah hati dan memulai dari awal lagi, daripada jika harus bertahan dan tersiksa dalam hati.

Terlalu malas sekedar cari pasangan baru, malas dengan fase-fase PDKT dan menunggu. Semua begitu menjemukan ketika dibayangkan

Menghadapi semuanya sendiri lagi via www.pexels.com

Sebenarnya setiap tindakan yang kamu ambil mengandung konsekuensi masing-masing. Mungkin di sisi lain kamu sudah tidak ingin mempertahankan hubunganmu yang terlanjur lama kamu jalin. Di satu sisi kamu justru tidak siap untuk kembali berjalan seorang diri dan mencari lagi tambatan hati. Melalui fase-fase menjemukan dari jatuh cinta hingga kembali berusaha saling mengisi. Kamu seolah hafal dengan runtutan itu dan merasa bosan untuk mengulanginya.

Keputusan dan langkah besar dalam hidup bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diambil. Berpikirlah masak-masak sebelum memilih bertahan atau sudah tidak tahan. Pastikan hubunganmu yang sudah berjalan lama adalah hubungan yang menuju ke sebuah ‘alasan’. Sering-seringlah membicarakan mengenai rencana masa depanmu, memang sudah saatnya juga kamu memikirkannya. Mengingat hubunganmu yang memang sudah terjalin sejak lama.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya