Siapa disini yang sedang bimbang atas hubungan percintaan yang gak jalan kemana-mana? Lagi patah hati banget karena ditinggalin? Bingung harus minta saran ke siapa? Tenang-tenang, chill dulu aja. Kamu gak perlu repot harus mencari masukan dari pakar cinta ternama.

Percintaan tidak harus selalu dihadapi dengan berlebihan. Kalau kita jeli, disekeliling kita sebenarnya ada banyak hal yang bisa jadi pembelajaran bagus untuk kehidupan asmara yang sedang dijalani. Kali ini Hipwee ingin memberikan pelajaran berharga dari Tom Hansen, karakter di 500 Days of Summer yang sempat luluh lantak patah hati saat ditinggal Summer. Penasaran dong apa saja yang bisa kamu pelajari?

1. Cuma Karena Dia Suka Hal yang Sama Denganmu, Bukan Berarti Dia Soulmate-mu

Selera sama tidak menjamin kalian jodoh via blabberous.files.wordpress.com

Tom sudah sangat percaya diri kalau Summer adalah orang yang diciptakan untuknya. Mereka bisa bicara tentang ikan dan pisang selama 20 menit tanpa merasa bosan. Summer juga suka The Smiths, band yang sama dengan musik kegemaran Tom. Apakah kalau kamu sudah menemukan orang yang berselera sama artinya kamu sudah menemukan soulmate-mu? Sayangnya, tidak.

Voice of reason yang memberikan Tom pandangan soal soulmate justru datang dari Rachel Hansen, adiknya. Di tengah permainan Wii dia mengingatkan Tom bahwa selera sama itu bukan berarti apa-apa. Emang sih, kalau selera sama berarti jodoh berarti orang yang bergabung di sebuah fans club pasti akan gampang banget dapat pacar dari teman sesama fans dong?

2. Yakin Dia Satu-Satunya Untukmu Gak Berarti Apa-Apa

Advertisement

Udah yakin banget dia satu-satunya? via ecache.ilbe.com

Saat pertama kali bertemu Summer, Tom merasa bahwa orang ini memang diciptakan untuknya. Tom bahkan tahu dari kali pertama ia diperkenalkan kepada Summer oleh bosnya di ruang rapat. Walau perasaan memang nggak bisa bohong, tapi bukan berarti dia selamanya benar.

Buktinya walau Tom merasa Summer tercipta untuknya mereka tetap saja putus di akhir cerita. Jadi buat kamu yang lagi pacaran dan udah yakin banget kalau dia jodohmu, well, jangan terlalu cepat berspekulasi. Jalanin aja, santai, dibanding nanti sakit hati.

3. Saat Jatuh Cinta, Belum Tentu Kamu Cinta Sama Orangnya. Bisa Jadi Kamu Hanya Suka Gambaran yang Kamu Ciptakan Soal Dia

Kamu hanya suka gambaranmu tentangnya via ecache.ilbe.com

Ketika jatuh cinta kita membentuk gambaran ideal tentang pasangan di kepala. Kita ingin menciptakan image sempurna tentang dia. Cinta membuat kita menutup mata soal kekurangan-kekurangannya.

Hal mengerikan dari cinta adalah dia bisa membuat kamu meyakini hal yang tidak terjadi. Walau pasanganmu sebenarnya brengsek, tapi karena gambaran tentang dia di matamu sempurna kamu akan memilih percaya terhadap citra yang kamu ciptakan sendiri. Kamu akan memilih untuk terus mengulang hal-hal indah bersamanya, berusaha melupakan perlakuan buruknya ke kamu.

Yeah, terlalu sayang sama seseorang terkadang membuat kita bisa tega membohongi diri sendiri.

4. Ketakutan Orang Soal Kesendirian Itu Terlalu Berlebihan

Takut sendirian itu lebay via gfx.videobuster.de

Orang memilih untuk ada dalam sebuah hubungan cinta karena enggan sendiri. Menghadapi dunia tanpa romansa terkesan tidak nyaman dijalani. Dari Tom Hansen di 500 Days of Summer kamu bisa belajar bahwa kesendirian itu nggak semenakutkan yang kamu bayangkan.

Walaupun hancur dan sempat kacau, tapi Tom tetap hidup dan bertahan sampai akhir film. Dia yang tadinya sangat jatuh cinta bisa juga kok menjalani hidup setelah Summer pergi. Patah hati, merana, dan merasa hidup gak ada artinya tanpa seseorang adalah hal yang amat wajar dihadapi pasca ditinggalkan. Namun pada akhirnya hidup akan tetap berjalan, kok.

5. Hubungan yang Gak Mau Dilabeli Adalah Sumber Semua Sakit Hati

Hubungan tanpa status jadi sumber sakit hati via i62.beon.ru

Dari awal film Summer sudah menjelaskan bahwa dia “Tidak mau menjadi apapun dari siapapun”. Summer tidak ingin menjalani hubungan serius, relasi yang dijalaninya bersama Tom enggan dilabeli dengan apapun.

Walau awalnya bisa menerima, tapi hubungan macam ini nggak mungkin terus dijalani tanpa sakit hati. Di pertengahan jalan akan ada salah satu pihak yang mulai galau ikatan ini akan dibawa kemana. Kalau kamu sedang menjalani hubungan yang nggak jelas ujungnya seperti Summer dan Tom lebih baik pertimbangkan lagi sebelum ada salah satu yang terluka.

Tom: “Sebenarnya kita sedang melakukan apa?”

Summer: “Bukannya kita mau nonton ke bioskop?”

Tom: “Maksudku, kita. Kita sedang apa?”

Summer: “Aku gak tahu. Tapi aku bahagia. Kamu bahagia, kan?”

Kebahagiaan macam ini fana dan ujungnya-ujungnya sakit juga, Jendral!

6. “Kita Tetap Berteman Baik, Kok” — Pasca Putus Itu Omong Kosong

Walau putus kita akan tetap bisa berteman baik via i62.beon.ru

Ini adalah kata-kata yang diucapkan Summer saat ia minta putus dari Tom di sebuah kedai panekuk. Keinginan untuk terus berteman baik dengan mantan adalah janji yang amat sulit untuk bisa ditepati. Walau bagaimanapun, kamu dan dia pernah punya ikatan yang spesial.

Butuh waktu sampai kalian bisa biasa saja ke satu sama lain. Langsung berteman baik dengan mantan kekasih selepas putus itu ibarat minum racun rasa madu. Enak di lidah sih, tapi lama kelamaan justru membuatmu mati perlahan.

7. “Aku Mau Berjuang Mendapatkannya Kembali”

Tom ingin mendapatkan Summer kembali via ecache.ilbe.com

Kalimat ini adalah balasan Tom saat teman-temannya menyuruh dia move-on dari Summer. Tom bersikeras bahwa dia pasti bisa mendapatkan Summer lagi. Cewek ini terlalu sempurna untuk dilepaskan begitu saja. Tom melakukan semuanya untuk merebut kembali hati Summer.

Rasa enggan kehilangan adalah hal yang sangat wajar muncul dari orang yang biasanya saling memiliki, namun tiba-tiba harus berjalan sendiri. Keyakinan kalau cinta bisa datang lagi memang tidak bisa dengan mudah dihindari. Pertanyaannya, “Apakah cinta ini sedemikian layak diperjuangkan, sampai harus mengorbankan harga diri?

8. Sebelum Menuduh Orang Lain Brengsek, Berkacalah Dulu. Jangan-Jangan Kamu yang Terlalu Ngarep

Dia brengsek, atau kamu ke-GR-an? via ecache.ilbe.com

Setelah putus dari Summer, Tom mulai membuka diri untuk berkencan buta dengan cewek yang dikenalkan oleh temannya. Alih-alih kencan romantis Tom justru curhat soal Summer ke teman kencannya.

Jawaban teman kencannya cukup menampar wajah: “Dia gak pernah selingkuh? Summer tidak pernah memanfaatkanmu? Dari awal dia bilang kalau dia nggak mau punya pacar?“. Walau terkesan tidak punya hati karena meninggalkan Tom begitu saja dan menikahi orang lain, tapi bisa jadi Tom juga yang terlalu percaya ngarep.

Sebelum kamu koar-koar patah hati karena ditinggalin gebetan, lebih baik kamu merenung dulu deh. Yakin bukan kamu yang kepedean berasa dikasih harapan?

9. Ekspektasi Vs Realita

Ekspektasi Tom versus realita di pesta Summer via k15.kn3.net

Gak mau patah hati? Jangan membiasakan diri untuk berpikir terlalu jauh. Lihat saja apa yang terjadi dalam otak Tom waktu dia bertemu Summer di pesta pernikahan salah satu kolega kantor. Tom berharap terlalu banyak pada Summer. Padahal berharap pada manusia ya ujungnya pasti kecewa.

Kalau kamu suka sama orang dan dia menunjukkan reaksi positif, tahan dirimu untuk berharap terlalu banyak. Jalanin aja dulu dengan santai sampai dia benar-benar menunjukkan sinyal positif. Daripada udah berbunga-bunga, eeeh tahunya dia gak menyimpan rasa yang sama.

10. Yang Tertakdirkan Memang Selalu Menemukan Jalan

Tom dan Autumn via images.rapgenius.com

Di akhir cerita, akhirnya Tom dan Summer bertemu lagi secara tidak sengaja. Summer sudah punya status baru sebagai istri orang. Sedang Tom sedang berjuang untuk mendapatkan pekerjaan baru yang sesuai dengan passion nya.

Summer kemudian mengatakan bahwa Tom memang bukan orang yang tepat baginya. Walau sempat tidak terima karena ternyata Summer bisa menjalin hubungan dengan pria lain secara serius, Tom akhirnya sadar bahwa Summer juga bukan orang yang tertakdirkan baginya. Tanpa disangka Tom malah bisa bertemu Autumn, saingannya dalam interview kerja yang membuat hatinya tertarik.

Patah hati memang jadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan cinta. Tapi dengan pernah patah hati kita justru akan lebih dewasa dalam menjalin hubungan. Kalau Tom aja bisa, kenapa kamu enggak?