Saudara laki-lakiku telah mengajariku banyak hal, mulai dari yang remeh sampai yang besar. Untuk saudari perempuannya ini, dia pun rela berkorban. Aku jadi harus mengakui bahwa sosoknya yang seringkali menjengkelkan bisa berubah menjadi pahlawan. Tapi, seringkali aku gengsi untuk mengucapkan terima kasih padanya. Padahal aku patut berterima kasih padanya atas beberapa hal dalam hidupku selama ini.

Kalau kamu punya abang atau adik laki-laki, mungkin kamu juga merasakan hal yang sama denganku. Dan mungkin juga, kamu bisa berterima kasih pada mereka akan hal-hal ini pula…

1. Walau Kamu Sering Mengusili, Terima kasih Telah Membuatku Merasa Selalu Terjaga dan Terlindungi!

Dia selalu menjaga dan melindungiku via 4theloveofsass.wordpress.com

Saudara laki-lakiku akan selalu siap menjaga dan melindungiku. Saat bapak dan ibu sedang pergi ke luar kota, kamulah yang menggantikan mereka untuk menjaga dan melindungiku. Dia bisa menjadi seorang ksatria dalam keluarga, meskipun peran itu kadang diambilnya dengan sikap gengsi. Saat aku sedang dalam bahaya, dia akan memasang tubuhnya di depanku. Dia adalah besi yang memang ditempa oleh bapak dan ibu untuk menjadi perisai. Dia akan selalu menjadi penjaga dan pelindungku.

2. Mungkin Kamu Sering Egois dalam Urusan Berbagi Makanan dan Channel TV. Namun Untuk Hal-Hal yang Lebih Kubutuhkan, Kamu Selalu Rela Mengalah.

Terimakasih sudah mau mengalah via worldbaby24.blogspot.com

Advertisement

Dia tak pernah mengeluh ketika harus mengalah padaku. Soal kenapa dia harus mengalah, dia juga tak pernah menjadikannya masalah. Tentu sebagaimana manusia yang lain dia pernah sedikit egois, tapi itu semua tidak sebanding dengan sikap penolong dan pemurahnya.

Sekarang, ketika aku lebih dewasa, aku tahu tahu bagaimana rasanya mengalah. Ternyata, mau dan rela untuk mengalah itu tak pernah mudah untuk dilakukan. Tapi dia selalu bisa melakukannya untukku — sampai sekarang. Terima kasih, Abang, sudah mau dan rela mengalah demi aku.

3. Ketika Tidak Ada yang Bisa Menemaniku, Terima Kasih Sudah Menjadi Sahabatku

Terimakasih sudah menjadi temanku via imgarcade.com

Saat aku sedang tak ada teman untuk diajak makan, jalan-jalan atau nonton, dia akan menyesuaikan jadwalnya untuk memenuhi permintaanku dan menemaniku. Meski dia juga punya urusan pribadi sendiri, sebisa mungkin dia akan meluangkan waktu untukku. Dia tidak mau mengecewakanku. Kalaupun dia sedang tak bisa, dia akan membayarnya lunas di hari lain. Sekali lagi, dia selalu rela mengalah untukku.

4. Saat Aku Perlu Mengutarakan Rahasiaku yang Paling “Hitam”, Terima Kasih Telah Mendengarkan

kamu adalah teman diskusi terbaikku via organichobo.com

Saat aku sedang dirundung masalah, dia akan rela meminjamkan telinganya untuk mendengar keluh kesahku. Dia akan mendengarkan semua curahan hatiku tanpa menyela atau balik berkomentar. Meskipun dia juga sering berbuat jahil kepadaku, saat tahu aku memang sedang bersedih dia bisa berubah dalam sekejap menjadi sahabat baikku.

Dia juga adalah teman diskusi favoritku.  Dengannya, aku berbincang tentang apa saja: mulai dari masalah cinta, persahabatan, pekerjaan, hingga masalah-masalah dalam keluarga. Lewat matanya, aku bisa menilai segala sesuatu dari banyak sudut pandang.

5. Dengan Menekanku Menuntaskan Tugas dan Kewajibanku, Terima Kasih Telah Mengajariku Untuk Lebih Mandiri.

Kamu mengajariku untuk mandiri via pic.baikenx.com

Dia adalah sosok panutanku saat aku belajar menjadi mandiri. Bapak dan ibu selalu menyuruhku untuk mencontoh sikapmu yang selalu bisa mandiri dalam segala hal. Kata mereka, aku tak boleh kalah walaupun aku perempuan.

Diam-diam dia telah mengajariku bagaimana agar aku bisa menjadi seseorang yang mandiri. Dia yang mendorongku untuk bisa melakukan apapun dengan kedua tanganku sendiri.

6. Meskipun Selalu Ada, Kamu Tak Ingin Aku Jadi Manja. Terima Kasih Telah Mengajariku Pentingnya Sebuah Ketangguhan

Kamu membuatku menanjadi perempuan tangguh via www.defyphotography.com

Dia selalu berusaha untuk berani dan kuat di hadapanku, karena dia tahu aku akan mencontohmu. Dia tidak ingin memberi contoh yang buruk kepada saudarinya. Meskipun dia selalu melindungi dan menjagaku, dia tidak ingin membuatku menjadi perempuan yang manja.

Meskipun aku adalah seorang perempuan, dia selalu memberiku pemahaman bahwa aku bisa berjuang layaknya seorang pria. Dia ingin melihatku tumbuh menjadi perempuan yang tangguh, yang bisa menjaga diriku sendiri saat dia tak ada di sampingku.

7. Terima Kasih Telah Mengajakku Bermain, Termasuk Permainan-Permainan yang Membuat Orang Bilang Aku Tomboy!

Terimakasih sudah mengajakku bermain via keene-equinox.com

Dulu dia sering mengajakku bermain, walaupun itu permainan anak laki-laki. Bahkan karenanya juga, aku sempat jadi perempuan yang tomboy. Jika aku mengingat masa-masa itu, aku tidak menyesal. Aku justru sangat bersyukur sekali; tak semua perempuan di dunia ini bisa merasakan pengalaman seru seperti itu. Dia pernah mengajakku bermain layang-layang, sepak bola, mobil-mobilan, dan bahkan mandi di kali. Karena dia, aku pernah merasakan bagaimana serunya hidup ala anak laki-laki.

8. Terima Kasih! Karenamu, Aku Tahu dan Bisa Mengerti Bagaimana Hidup Seorang Laki-laki

Karena dia, aku jadi tahu bagaimana laki-laki itu via imgarcade.com

Karena aku sering berdiskusi dengannya, sedikit banyak aku tahu bagaimana rupanya seorang laki-laki itu. Aku tahu bagaimana tingkah laku, sifat, kebiasaan, hobi, cara pandang, dan cara berpikir mereka. Karena dia juga, aku jadi tahu bahwa perempuan dan laki-laki adalah dua manusia yang punya banyak perbedaan. Karena itulah, aku jadi bisa lebih mudah dekat dengan teman laki-laki.

9. Pendapatmu Kuhargai. Meski Kita Tak Selalu Bisa Setuju, Engkau Selalu Ikhlas Memberi Solusi.

Kamu selalu memberikan solusi terbaik untukku via lamthenaoaz.vn

Karena pemikirannya yang lebih dewasa serta sudut pandang laki-lakinya yang berbeda denganku, dia selalu bisa memberikan alternatif solusi yang baik untukku. Saat aku kebingungan menemukan jalan keluar yang tepat dalam masalah yang kuhadapi, dia akan selalu datang untuk membantuku memecahkan kebuntuanku. Dia akan memberikan pendapat terbaikmu. Dia selalu bisa aku andalkan untuk menjadi penolongku.

10. Terima Kasih Sudah Membelaku Saat Aku Nakal Lalu Ayah dan Ibu Marah Padaku… :p

Kamu selalu membelaku via twitter.com

Saat aku berbuat kesalahan dan Bapak-Ibu marah kepadaku, seringkali dia menjadi seorang penengah di antara aku dan mereka. Dia melakukan itu karena bertekad menjaga rumah dari keributan. Di sisi lain, dia juga takkan tega melihatku tertekan atau terpojokkan. Dia selalu berusaha meredam emosi orang tua kami, mengundang mereka melihat segala sesuatu dari perspektifku yang memang lebih muda. Apapun keadaannya, dia akan melindungiku semampunya.

11. Dan Terima Kasih Sudah Mau Bertanggung Jawab Atas Diriku dan Keluarga, Saat Bapak Sudah Tak Lagi Bisa Melakukannya…

Terimakasih telah membantu bapak via www.nexttomestudios.com

Suatu saat nanti, dialah yang akan meneruskan perjuangan Bapak kami sebagai kepala keluarga. Dia orang yang dipersiapkan oleh beliau untuk menggantikannya.  Saat Bapak sudah tak mampu lagi membiayai kuliahku, dia yang akan membanting tulang mencari uang untuk melunasi tunggakan pendidikanku. Saat Bapak nanti tak lagi ada, dia yang akan menjadi wali nikahku. Dialah laki-laki terhebat setelah Bapak. Dialah yang akan bertanggung jawab dan berkorban untuk ibu, aku, dan saudara yang lain sampai akhir hayatnya nanti.

Jika kamu juga memiliki saudara laki-laki, apakah kamu juga merasakan hal yang sama? Apakah kamu ingin berterima kasih juga kepadanya? Setelah membaca ini, ucapkan rasa terima kasihmu kepada saudara laki-lakimu. Tunjukkan artikel ini padanya. Beritahu padanya: kamu juga menyayanginya. 🙂