Membuka hati untuk orang baru setelah perpisahan yang menyakitkan bukan perkara gampang. Tak hanya perlu waktu, perlu pula niat dan keberanian demi turun kembali arena perjuangan yang baru.

Untukmu yang hingga hari ini belum bisa membuka hati, tak ada yang salah denganmu. Kamu berhak punya waktu untuk menikmati sepi, merayakan kesendirian terlebih dulu. Tulisan ini dibuat untukmu. Bersulang, demi ketabahanmu!

Halo, kamu yang masih terbayang-bayang indahnya pertemuan,

Apakah kamu masih mengulang adegan kalian berjabat tangan? Apakah kamu masih terus membayangkan sungging bibirnya yang tersenyum saat melihatmu datang? Masihkah kau hafal di luar kepala bagaimana kalian bersenandung berdua setiap hujan tiba, dan kalian terjebak di mobil karena seperti biasa — lupa membawa payung?

Dia yang dulu kamu gadang-gadang sebagai cinta sejati itu kini tak hadir lagi. Pertimbangan panjang dan kalkulasi menghasilkan kata ‘pergi’. Orang bilang meninggalkan dan ditinggalkan adalah bagian tak terpisahkan dari pertemuan. Tapi bagimu, perpisahan ini siksaan. Neraka yang terwujud dalam bentuk helaan napas konstan.

“Kamu cuma patah hati, putus cinta, patah arang — bukan mati,”  begitu ujar mereka yang bermaksud menyemangatimu.

Advertisement

Mereka tak pernah tahu, kamu adalah manusia yang hanya bisa jatuh cinta sekali-setengah mati-lalu tak bisa lagi. Bagimu jatuh cinta tidaklah beda dari proses terjun bebas dari Air Terjun Niagara. Seumur hidup, kegilaan itu hanya bisa dilakukan sekali. Sebab kemungkinannya kamu berhasil lalu enggan mempertaruhkan nyawa lagi, atau bahkan cedera parah hingga harus mati.

Jika perpisahan ini adalah mimpi buruk, kamu jelas memilih untuk tidak lagi tidur seumur hidup. Insomnia akut, atau bahkan mengikuti jejak Bella Swan jadi vampir yang bisa terjaga sepanjang waktu.

Hatimu cuma satu, perpisahan habis menggerogotinya sampai kamu tak lagi bisa meraba bentuk aslinya.

Ada yang pergi, ada juga yang datang via freehdwalls.net

If you’re brave enough to say goodbye, life will reward you with a new hello. (Paulo Coelho)

Orang-orang di sekitar menenangkanmu dengan berkata bahwa orang baru akan tiba. Dia yang kelak datang bisa membuatmu melupakan semua perih yang kini kamu rasakan. Pertanyaannya,

“Bagaimana jika hatimu yang sudah mati? Ruangannya ludes diakuisisi cinta sebelumnya yang tak mau kembali.”

Kata mereka lagi,

“Kamu harus berani. Turunkan bentengmu, bukalah hatimu. Bagaimana bisa kamu dicintai kalau kamu tidak berusaha mencintai orang lain lebih dulu?”

Rasa-rasanya kamu ingin berteriak dan menyuruh mereka semua diam. Mereka memintamu membuka hati, mereka menceramahimu agar segera menemukan keberanian — beranikah mereka menjamin nyeri itu tak akan lagi datang?

Orang yang tak mengerti amat mungkin memandangmu sebagai pengecut yang terlalu takut untuk kembali membuka diri. Satu yang luput dari pandangan mereka, kamu yang terlihat lemah saat ini sesungguhnya adalah pribadi yang berani. Menyudahi perasaan bukanlah perkara mudah. Ibarat pecandu narkoba, kamu perlu sakaw sekian lama sebelum benar-benar sembuh sepenuhnya.

Saat ini, rasa sakit itu jelas masih ada. Hanya saja, kamu sudah bisa memperlakukannya sebagai cinderamata yang kamu dapatkan dari perjalanan sebelumnya. Kamu sudah akrab pada perihnya menahan rindu seorang diri, membawa keinginan bertemu hingga terproyeksi dalam mimpi, kamu makin bersahabat dengan sepi yang datang-pergi sesuka hati.

Kamu lelah, tapi tidak menyerah.

Ketika belum siap, kamu tidak akan mampu menghadapi cinta baru via ununsplash.imgix.net

Untukmu, yang memilih bertahan dalam kesepian

Love when you’re ready, not when you’re lonely (Unknown)

Bohong jika kamu bilang kamu tidak kesepian. Di malam-malam saat kamu terjaga sendirian, kamu masih sering membayangkan nyamannya dekapannya. Hangatnya bergelung pada jarak antara leher dan bahunya. Jika kenyamanan berbaring di sisinya bisa dibayar dengan uang, akan rela kau gadaikan semua yang kau miliki demi mengulang sensasi itu semalam lagi.

Tapi bagimu, sepi kali ini tak perlu buru-buru minta diisi. Kamu mengerti bahwa dirimu butuh waktu sendiri demi kembali mempersiapkan diri. Bagimu yang sempat terluka, kebahagiaan bukan lagi perkara menjalani hidup berdua dengan dia yang kamu cinta. Pengalamanmu mengajarkan, perasaan tidak bisa selamanya diandalkan. Hal paling penting saat ini adalah menemukan dia yang bisa dijadikan sandaran.

Kamu memilih lebih sering memeluk diri sendiri dibanding mencari lengan yang bisa sejenak menawarkan kehangatan di malam-malam sepi. Saat tak ada yang bisa diajak berbagi cerita, kamu dengan besar hati membuka catatan dan laptopmu: menuangkan segala hal yang kamu rasakan di sana.

Kebersamaan tak selamanya menyelamatkan. Kali ini, kesendirian memang terasa jauh lebih nyaman. Bagimu, sepi macam ini rasanya bisa memberikan pengharapan. Dengan atau tanpa pendampingan, kamu tetap bisa berkembang menjadi sebaik-baik pribadi. Lewat perjalanan ini kamu sedang dididik Tuhan untuk jadi manusia yang lebih punya hati.

Jika masih ada kesempatan untuk kembali membuka hati, nanti, kamu hanya berharap kesalahan yang sama tidak perlu terulang lagi. Cukuplah sekali saja sepi menyisakan lubang yang perlu setumpuk hari untuk menutupnya kembali.

Kamu juga perlu mempersiapkan diri untuk cintamu yang baru

Bagimu yang kini percaya bahwa cinta bukan lagi perkara menemukan,

Love is not just about finding a good partner, it is also about being a good one (Unknown)

Selamat menyambut hubungan yang baru dengan terus memperbaiki diri. Kejarlah mimpi-mimpimu, penuhilah segala impian dan pencapaian pribadi yang selama ini hanya menjadi angan-angan semu. Tumbuhlah jadi sebaik-baik individu — seseorang yang lebih dulu mencintai diri sendiri sebelum bisa dicintai oleh orang baru dalam hidupmu.

Ruang perubahan ini memang pengap dan tidak nyaman. Tapi kumohon, bersabarlah. Doa banyak-banyak. Doa menguatkanmu. Doamu, mengasihinya. Doa, jadi pemberat kakimu meluncur dalam ekstase perubahan. Aku menantimu di ujung lorong ini. Ah, sudah terbayang betapa rupawan dirimu nanti.

Lukamu itu tak perlu disesali. Bilur-bilur yang tertinggal di hatimu justru menjadi bukti bahwa kamu pernah berjuang sekeras itu untuk kembali menemukan diri sendiri. Saat cinta dan dia yang baru kelak sudah bisa kau terima lagi, dekap ia erat-erat seperti selama ini kau melindungi hatimu sendiri.

Aku bangga padamu, aku mencintai luka-lukamu.

Broken heart 

When hidden from the world , is not give the chance

To befriended, to be loved, to be healed

Share your heart 

Even if it is in pieces 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya