Di jaman sekarang ini, marak sekali kehidupan berumah tangga yang memerlukan tenaga PRT atau pembantu rumah tangga untuk membantu segala pekerjaan rumah yang dirasa berat atau tidak sempat dikerjakan.

Fenomena ini khususnya berlaku saat banyaknya wanita karir yang tidak mempunyai waktu banyak untuk mengurusi keperluan rumah tangga meliputi mengasuh anak, masak makanan, ataupun membersihkan rumah dengan segala keperluan sehari – hari.

Jasa pembantu rumah tangga biasanya di dapat dari suatu yayasan penyedia jasa PRT yang sebelumnya sudah mendapat pelatihan dan bersistem kontrak dengan pemilik yayasan. Atau juga ada yang lewat mulut ke mulut dan broker atau perantara yang mengetahui kontak orang yang bersedia bekerja sebagai PRT.

Jam kerjanya pun ada yang sama dengan jam kerja orang kantoran, yaitu datang pagi pulang sore. Ada yang setengah hari saja dengan kerja serabutan dari rumah ke rumah, ataupun yang berstatus menginap di rumah majikan. Adanya tenaga PRT ini tentunya dalam pikiran awal kebanyakan orang akan sangat meringankan segala pekerjaan rumah yang tidak sempat dikerjakan sendiri bersama keluarga.

Apakah benar semuanya demikian ? Terkadang kalian juga perlu untuk lebih berhati – hati dalam merekrut seorang PRT yang notabene adalah orang asing yang baru saja kalian kenal.

Namun ada baiknya jika kalian yang ingin merekrut jasa PRT, untuk lebih memperhatikan hal – hal berikut ini terlebih dahulu.

 

 

 

 

 

1. 1. Lakukan survey gaji PRT

Langkah pertama ini penting untuk mencapai kesepakatan harga dengan tenaga PRT yang akan kalian rekrut untuk  bekerja di rumah kalian. Untuk itu, jangan sungkan – sungkan untuk menanyakan gaji rata – rata pembantu saat ini kepada tetangga, teman, saudara kalian yang tinggal di sekitar kalian atau di kota yang sama.

Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari penipuan dari ketua yayasan penyedia jasa PRT ataupun untuk berjaga – jaga jika ternyata gaji yang kalian bayarkan tidak sesuai dengan baiknya kinerja si pembantu ketika kalian tidak sedang berada di rumah. Karena banyak sekali PRT yang bermalas – malasan dan hanya menyelesaikan pekerjaan rumah sekadarnya saja ketika si majikan tidak ada di rumah.

2. 2. Pilihlah pembantu yang bisa dipercaya

Untuk poin kedua ini kalian harus sangat ekstra hati – hati. Karena tidak jarang pembantu yang awalnya terlihat baik dan santun dan ketika direkrut, ternyata memiliki segala niat buruk untuk mencuri barang – barang berharga atau bahkan uang di dalam rumah kalian saat kalian lengah ataupun saat kalian tidak berada di rumah.

Kasus yang biasa terjadi setelahnya adalah para pembantu yang kurang ajar ini kabur begitu saja dengan alasan pulang kampung namun dan berjanji untuk kembali dalam 2 hari, namun nyatanya tidak ada kabar sama sekali bahkan tidak bisa dihubungi.

Maka dari itu gali lebih banyak informasi dari tetangga orang itu jika ia memang berada di sekitar kalian tinggal tentang latar belakangnya saat dulu ia bekerja, atau tanyalah secara mendetil dan membuat perjanjian untuk mengembalikan si pembantu jika ternyata kinerja pembantu di awal sudah tidak seperti yang diharapkan jika itu berasal dari sebuah yayasan.

3. 3. Pertimbangkan soal umur si pembantu

Ini juga penting, karena biasanya para pembantu yang berusia muda meski memang soal tenaga masih sangat fit untuk bekerja, namun pengalaman mereka belum terlalu baik dan juga kadang ada yang tidak telaten sama sekali dalam mengerjakan sesuatu.

 Namun tidak semuanya begitu, ada juga pembantu usia muda yang meskipun tidak terlalu mahir di awal bekerja, namun mau dan bisa untuk diajari cara yang benar oleh sang majikan dan tidak mengulangi kesalahannya. Tapi sering kali PRT usia muda juga sering kali tidak bertahan lama karena kebanyakan hanya berniat untuk mencari uang tambahan dan pengalaman saja untuk bekerja.

Sedangkan untuk usia diatas 30 tahun biasanya pembantu ini lebih berpengalaman dan telaten dalam melakukan pekerjaannya. Namun yang menjadi masalah adalah tenaganya yang terbatas dan sering kali juga sangat lama dalam menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah dan hanya menyelesaikan pekerjaan yang mudah – mudah saja. Namun PRT yang mempunyai tanggungan anak untuk dinafkahi, biasanya ia lebih bertanggung jawab dan loyal dalam bekerja.

 

4. 4. Tentukan Jam Kerjanya

Waktu bekerja seorang pembantu juga harus kalian pertimbangkan dan jangan sampai melebihi batas waktu pada umumnya jika kalian menghendaki pembantu untuk bekerja sampai siang atau sore hari saja untuk beberapa pekerjaan rumah. Dan jika kalia memang sangat membutuhkan tidak mempunyai banyak waktu karena banyaknya aktifitas atau keterbatasan tenaga yang kalian miliki, merekrut pembantu yang bersedia bekerja dengan menginap di rumah kalian adalah pilihan yang tepat.

5. 5. Buat daftar pekerjaan rumah

to do list

to do list via https://www.google.com

Untuk menghindari hal yang tidak memuaskan hati kalian atas hasil kerja dari si pembantu, sebaiknya buatlah daftar pekerjaan yang harus ia kerjakan seharian itu. Namun tentu saja dengan mempertimbangkan tenaga si pembantu dengan usianya. Dengan begitu jika suatu pekerjaan belum diselesaikan sesuai atas tugas yang kalian berikan, kalian tidak akan mungkin bisa dibohongi dan kalian bisa langsung mengkomplainnya.

6. 6. Atur uang pengeluaran yang diberikan kepada PRT

Tidak bisa dipungkiri, selalu ada saja pembantu yang tidak memiliki kejujuran saat bekerja. Khususnya ketika pembantu tersebut kalian suruh untuk membelikan belanjaan, barang, ataupun mengambilkan uang di atm jika kalian sedang sakit. Mungkin kalian bisa sangat mudah diakali dengan berkata bahwa kertas nota disana habis ataupun jumlah pengeluaran nota tanpa stempel itu dikarang sendiri oleh sang pembantu.

 Jadi lebih amannya jika kalian selalu memberinya uang yang pas sesuai harga barang yang sudah kalian ketahui sebelumnya, atau meminta si pembantu untuk selalu meminta nota asli dari penjual jika barang yang dibeli memang dalam jumlah banyak.

7. 7. Pasang kamera pengawas

Jika pembantu tersebut sudah bekerja di rumah kalian pada awal – awal ia bekerja, selalu perhatikan akan gerak – geriknya mencurigakan apa tidak untuk keamanan saat kalian meninggalkan rumah. Jika perlu pasang kamera cctv jika kalian sangat meragukan kejujuran pembantu tersebut untuk bekerja di rumah kalian.

Selain menghindari kerugian membayar gaji yang tidak sesuai dengan hasil kerjanya, kalian juga bisa mendapat suatu bukti sah jika sewaktu – waktu ada kejadian yang tidak kalian inginkan dari rekaman kamera cctv atau kamera pengintai mini yang kalian pasang di beberapa sudut di rumah kalian.

Hal ini juga tidak kalah penting, jika kalian menyewa babby sitter atau PRT yang merangkap menjadi pengasuh anak – anak kalian ketika ditinggal bekerja, untuk menghindari kekerasan atau hal lain yang tidak bisa ditolerir dari PRT atau baby sitter yang tidak bertanggung jawab.

8. 8. Cek keamanan rumah

Rumah selain tempat untuk berteduh, kadang juga merupakan sebuah aset penyimpanan barang - barang berharga bagi pemiliknya. Jika memang kalian hanya memiliki satu pembantu di rumah, ada baiknya jika kalian mempersiapkan alat - alat pengaman rumah seperti kunci cadangan dari semua pintu yang ada di rumah kalian dan juga gembok. Kedua alat ini tergolong penting sekali untuk meminimalisir kejahatan yang dilakukan oleh perampok dan juga untuk berjaga - jaga seandainya kalian kehilangan kunci dari salah satu pintu di rumah kalian. 

9. 9. Siapkan Mental

Ketika kalian sudah mengambil keputusan untuk merekrut seorang pembantu untuk meringankan pekerjaan rumah kalian, sudah seharusnya kalian juga harus mempersiapkan segala sesuatunya termasuk mental kalian. Pembantu baru yang merupakan orang asing yang baru kalian kenal, selain berpotensi adanya tindak kriminal yang dilakukannya tidak menutup kemungkinan juga jika ia tidak bertahan lama bekerja di rumah kalian akan menyebarkan aib pribadi kalian. Kejadian ini bisa saja ketika si pembantu tidak sengaja mendengar percakapan pribadi kalian dengan anggota keluarga atau seseorang lainnya di telepon. 

10. 10. Siapkan Berangkas

Nah berbeda halnya jika ada barang - barang bernilai tinggi yang terbuat dari batu mulia, cek, surat - surat berharga, atau uang tunai berjumlah banyak. Meskipun ada fasilitas bank, terkadang ada saja pemilik rumah yang memilih menyimpan uang tunainya di lemari atau tempat lain di dalam rumah karena malas bolak - balik ke tempat ATM atau Bank. Brankas adalah satu - satunya tempat yang penyimpanan paling aman, karena brankas memiliki kombinasi kode angka untuk membukanya dan selain itu bahan dari brankas juga tidak mudah terbakar atau penyok.