Bahasa Minangkabau atau yang lebih sering dikenal dengan Bahasa Minang merupakan salah satu bahasa daerah dengan jumlah penutur terbanyak yaitu sekitar 6,5 juta jiwa. Di Indonesia, penutur bahasa ini tersebar dari Sabang hingga Merauke. Dengan pesebaran penuturnya tersebut, tak heran jika kita masih sering mendengar bahasa Minang seperti rancak bana, tambuah ciek atau ondeh mandeh meskipun kita tidak sedang berada di daerah Minangkabau. Bagi yang penasaran dengan bahasa Minang karena ingin pedekate dengan orang Minang atau biar dapat potongan harga saat belanja dengan orang Minang, yuk mari luangkan waktu 10 menit untuk mempelajari rumus-rumus di bawah ini. Tapi tenang saja ini bukan rumus matematika 😀

1. /a/ menjadi /o/

Tambuah Ciek via https://pbs.twimg.com

Dalam bahasa Minang, kata yang diakhiri dengan huruf /a/ berubah menjadi huruf /o/. Perubahan kedua huruf ini sangat mudah diingat dan banyak kata dalam bahasa Minangkabau yang memberlakukan rumus ini seperti contoh ‘lama’ menjadi ‘lamo’, ‘kepala’ menjadi ‘kapalo’, ‘dua menjadi ‘duo’, ‘sama’ menjadi ‘samo’, ‘mata’ menjadi ‘mato’. Kalau ‘suka’ akan berubah menjadi ‘suko’. Nah, kalau suko, silahkan lanjutkan pelajarannya ke bawah ya. Hehehe

2. /ng/ menjadi /ang/

Minang is our identity via http://orig11.deviantart.net

Semua kata yang berakhiran /ng/ akan berubah menjadi /ang/. Contohnya adalah kata ‘kucing’ menjadi ‘kuciang’, ‘dinding’ menjadi ‘dindiang’, ‘maling’ menjadi ‘maliang’. Begitupun dengan kata ‘gunung’ yang berubah menjadi ‘gunuang’, ‘murung’ menjadi ‘muruang’, ‘kurung’ menjadi ‘kuruang’. Jadi ‘hidung mancung’ akan menjadi ‘hiduang mancuang’ dalam bahasa Minang.

3. /s/ menjadi /h/

Urang Awak via https://pbs.twimg.com

Advertisement

Kata yang memiliki akhiran huruf /s/ berubah menjadi huruf /h/, seperti contoh ‘lapis’ menjadi ‘lapih’, ‘tipis menjadi ‘tipih’, ‘manis’ menjadi ‘manih’. Sementara itu, untuk kata yang akhirannya adalah /us/ akan berubah menjadi akhiran /uih/ seperti ‘haus’ menjadi ‘hauih’, ‘hapus’ menjadi ‘hapuih’, ‘lurus’ : luruih. Namun jika sebuah kata memiliki akhiran /as/ maka kata tersebut tidak berubah menjadi dua rumus di atas, tetapi berubah menjadi kata dengan akhiran /eh/, contohnya seperti ‘gelas’ menjadi ‘galeh’, ‘panas’ menjadi ‘paneh’, ‘puas’ menjadi ‘pueh’ dan ‘malas menjadi ‘maleh’.

4. /t/ menjadi /k/ kurang lebih sama dengan rumus /s/ menjadi /h/

Pesbuk Minang via https://pbs.twimg.com

Jika bertemu dengan kata yang berakhiran huruf /t/, maka ganti saja huruf /t/ itu menjadi /k/, jadi kata ‘bukit’ berubah menjadi ‘bukik’, ‘tumit’ menjadi ‘tumik’, ‘sakit’ menjadi ‘sakik’. Tapi rumus ini tidak berlaku ketika kata itu berakhiran /ut/ atau /at/. Jika sebuah kata diakhiri dengan /ut/, maka kata itu berubah menjadi akhiran /uik/, contohnya ‘takut’ menjadi ‘takuik’, ‘kusut’ menjadi ‘kusuik’, ‘laut’ menjadi ‘lauik’, ‘perut’ menjadi ‘paruik’. Nah ini akan berbeda lagi jika kata itu berakhiran /at/ karena berubah menjadi /ek/, seperti, ‘surat’ menjadi ‘surek’, ‘empat’ menjadi ‘ampek’, ‘silat’ menjadi ‘silek’, ‘bulat’ menjadi ‘bulek’. Jadi sudah tahu kan apa bahasa Minang dari kata ‘angkat’?

5. /uh/ menjadi /uah/

Kamus Minang via https://pbs.twimg.com

Rumus selanjutnya yaitu kata yang memiliki akhiran /uh/ dalam bahasa Minang berubah menjadi /uah/. Contohnya adalah kata ‘peluh’ menjadi ‘paluah’, ‘bunuh’ menjadi ‘bunuah’, ‘tujuh’ menjadi ‘tujuah’, ‘penuh’ menjadi ‘panuah’.

6. /ur/ menjadi /ua/

Belajar bahasa Minang via https://pbs.twimg.com

Bahasa minang memang terkenal dengan banyak penggunaan diftong (bunyi vokal rangkap). Hal ini juga terjadi pada kata yang memiliki akhiran /ur/ sehingga berubah menjadi diftong /ua/. Contohnya adalah penggunaan kata ‘ukur’ menjadi ‘ukua’, ‘dapur’ menjadi ‘dapua’, ‘kasur’ menjadi ‘kasua’, ‘sumur’ menjadi ‘sumua’.

7. /k/ menjadi /ak/

Kata yang berakhiran /k/, baik /ik/ atau /uk/ akan berubah menjadi kata yang berakhiran /ak/. Nggak yakin? Ini buktinya ‘naik’ menjadi ‘naiak’, ‘titik’ menjadi ‘titiak’, ‘tusuk’ menjadi ‘tusuak’, ‘duduk’ menjadi ‘duduak’, ‘bentuk’ menjadi ‘bantuak’.

8. /r/ dan /l/ menjadi / /

Study Hard vs Study Smart via https://cdn2.studentcompetitions.com

Terakhir ini adalah rumus bahasa Minang yang paling gampang. Jika bertemu dengan kata yang diakhiri dengan huruf /r/ dan /l/, maka tidak perlu diganti dengan bentuk lain, kata tersebut cukup dihilangkan atau tidak usah dibaca. Kita bisa mengucapkan bahasa Minang ‘tuka’ untuk kata ‘tukar’, ‘data’ untuk kata ‘datar’, ‘kasa’ untuk kata ‘kasar’, ‘paga’ untuk kata ‘pagar’. Begitupun dengan kata ‘gatal’, ‘bantal’, ‘botol’, cukup dengan menyebut ‘gata’, ‘banta’, ‘boto’ maka penutur Minang akan mengerti dengan apa yang kita ucapkan. Mudahkan?

Okay, 10 minutes is over. Silahkan diingat-ingat delapan rumus pamungkas diatas. Jangan lupa untuk dipraktekannya ya. Apalah artinya teori tanpa praktek, ibarat sayur yang tak bergaram. Selamat belajar bahasa Minang!