Tingginya IQ seseorang menentukan seberapa jeniusnya ia, justru lebih dihargai dibandingkan dengan mereka yang lebih menonjolkan kecantikan wajah, kemolekan tubuh, kekayaan harta, dan kemewahan gaya hidup. Mirisnya, mereka yang dulu dikenal maniak belajar alias si manusia pintar kutu buku ini sering menjadi bahan bully an ketika masih bersekolah, meskipun tidak sedikit dari mereka yang berhasil meraih kesuksesan masa depannya.

Mereka bukan hanya terkenal karena kepintarannya yang luar biasa, tapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang. Bahkan Albert Einstein, sang manusia paling jenius di muka bumi ini, otaknya masih diteliti oleh para ahli ilmuwan sampai sekarang.

Sebenarnya faktor apa yang membuat seseorang bisa menjadi jenius (genius) atau memiliki Intelligence Quotient "IQ" tinggi di atas rata-rata? Banyak yang berpendapat bahwa kecerdasan intelektual seseorang sebenarnya berasal dari dari keturunan genetik yang ia peroleh dari ibu, ayah ataupun nenek moyangnya.

Tinggal bagaimana orangtua memposisikan diri mereka sebagai pengajar paling pertama yang menjembatani ilmu dasar, kemudian bagaimana lingkungan sekolah tempat ia belajar tinggal membantunya membentuk kepribadian yang mengarah pada arah kecerdasan pemikiran, tetapi perlu diingat lagi kalau faktor genetik memiliki peran paling penting.

1. Judit Polgar – IQ 170

Judit Polgar adalah seorang pemain catur yang memiliki IQ 170 dan berhasil memperoleh gelar grandmaster dalam dunia catur diusianya yang baru genap 15 tahun. Permainan catur sendiri memang sudah terkenal sejak dulu sebagai permainan kaum intelektual. Kamu tidak cukup pintar jika tidak bisa menang saat bermain catur, begitu yang biasanya didengar.

Kejeniusan Polgar dalam bermain catur tidak hanya berhenti sampai diusianya yang 15 tahun, kini ia sudah menjadi wanita dewasa yang cantik dan pernah mengalahkan Garry Kasparov, Boris Spassky, dan Anatoly Karpov para pemain catur terhebat nomor 1 dunia, dalam permainan yang sangat kompetitif.

2. Stephen Hawking – IQ 160

Advertisement

Stephen Hawking adalah nama yang sudah tidak asing lagi di telinga siapapun. Namanya sudah mendunia atas karyanya yang berjudul 'A Brief History of Time'. Bukunya itu sangat terkenal dan berhasil terjual lebih dari 10 juta kopi diseluruh dunia sejak tahun 1988. Bukunya ini menjadi kontribusi terbesar dalam bidang fisika.

Membumbui teoritikal fisika dengan ide yang sifatnya revolusioner dan melebihi kemampuan berpikir manusia pada umumnya. Ibaratnya, professor Stephen Hawking saat itu sudah mampu berpikir 100 tahun lebih maju daripada rekan-rekannya sesama ahli fisika teoritis. Beberapa sumbangsih Stephen Hawking di bidang fisika kuantum paling terkenal adalah teori kosmologi, fenomena lubang hitam, radiasi hawking dan gravitasi kuantum.

3. Albert Einstein – IQ (160-190)

Kecerdasan IQ luar biasa yang dimiliki Albert Einstein tidak pernah sepenuhnya diketahui oleh siapapun. Kabarnya, Einstein belum pernah ikut ujian untuk menghitung tingkat IQ, jadi tidak ada yang tahu persisnya berapa. Tapi diyakini kalau skor IQ yang dimiliki Einstein kurang lebih antara 160 sampai dengan 190, Wow sekali bukan?

Dengan analisis kritisnya yang didasari oleh kemampuan berpikir yang revolusioner, ia berhasil melahirkan ide cermerlang tentang relativitas dalam bidang kuantum mekanik. Idenya soal teori relativitas ini merupakan kontribusi terbesar yang juga dijadikan dasar pemikiran ilmu fisika modern.

Selanjutnya ia semakin terkenal atas penemuannya tentang teori gerak brown, persamaan medan Einstein, Statistika Bose-Einstein, Teori medan terpadu, Persamaan massa dan energi, efek foto eletrik, Paradoks EPR dan masih banyak lagi.

4. Leonardo Da Vinci – IQ (180-190)

Leonardo D via https://www.google.com

ia adalah seorang Polymath, sebutan untuk seorang yang ahli dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Ia memberikan banyak kontribusi yang revolusioner di era renaissance dalam bidang melukis, memahat, music, matematik, teknik, geologi, cartograpi dan sastra.Selain itu ia juga ikut andil dalam kemajuan ilmu astronomi, anatomi, teknik sipil bahkan kuliner. Nilai tingkatan IQ nya diprediksi mencapai 190 atau paling tidak 180.

5. Marilyn Vos Savant – IQ 190

Lahir pada tahun 1946, Marilyn tumbuh dewasa seperti anak-anak perempuan lainnnya. Hanya pada tahun 1980, ia berhasil meraih Guinness World Records untuk gelar IQ tertinggi pada tahun itu, yakni 190.

Dengan memanfaatkan kehebatan berpikirnya, Marilyn memilih untuk menggunakan kecerdasan IQ nya untuk membantu orang-orang menjawab pertanyaan. Ia memiliki kolom bertajuk 'Ask Marilyn' dimana ia sebagai kontributor dengan senang hati memberikan nasihat-nasihat dan jawaban kepada para pembaca. Mulai dari bahasan mata pelajaran, kuis sampai hal-hal umum.

6. Garry Kasparov – IQ 194

Seorang pemain catur kelahiran Russia yang memulai karir caturnya ditahun 1986, ia memperoleh IQ 194 yang mana adalah IQ tertinggi dalam dunia percaturan barat. Dengan IQ 194 nya, Garry berhasil memperoleh gelar pemain nomor satu didunia selama 225 bulan permainannya dari total 228 bulan. Dengan perolehan ELO rating tertinggi 2851.

Meskipun kini ia sudah pensiun total dari dunia percaturan sejak 10 maret 2005, ia masih memanfaatkan analisa kritisnya di Human Rights Foundation.

7. Kim Ung Yong – IQ 210

Kim Ung-Yong adalah seorang bocah super jenius asal Korea Selatan yang lahir dengan kemampuan IQ tinggi, yakni 210. Pada ulang tahunnya yang ke tiga tahun, ia sudah fasih berbicara banyak bahasa asing seperti Inggris, Jerman, Korea dan Jepang. Ia kemudian menerima pekerjaan di Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA sebagai peneliti.

Tetapi hebatnya Ung-Yong justru lebih suka kembali ke tanah air dan membagi ilmunya lewat profesinya sebagai seorang guru sekolah yang berpenghasilan tidak seberapa jika dibandingkan posisi strategisnya dulu di NASA. Namun sejak tahun 2014 kemarin Kim Ung-Yong mendapatkan penghargaan sebagai profesor dan kini mengajar tetap di Universitas Shinhan.

8. Christopher Hirata – IQ 225

Christopher via https://www.google.com

Di usianya yang ke 13 Christopher Hirata sudah berhasil meraih medali emas dalam Olimpiade Fisika Internasional di tahun 1996. Di usia ke 16 bekerja di NASA sebagai peneliti planet Mars. Tahun berikutnya, ia diterima di Institut Teknologi California dan berhasil memperoleh gelar Doktor pada usianya yang ke 22 tahun. Dan sekarang ia menjabat sebagai Profesor di bidang Astrofisika di institut yang sama.

9. Terence Tao – IQ (225-230

Terence Tao – IQ (225-230 via https://www.google.com

Sama seperti Christopher, Terence Tao juga anak anak prodigy yang memiliki IQ kira-kira antara 225 sampai 230. Kejeniusannya berhasil membawakan penghargaan Fields Medal di tahun 2006 atas keahliannya dalam berbagai bidang di ranah ilmu Matematika. Kini, si manusia dengan IQ tertinggi yang mencapai 230 itu, sudah mengabdikan dirinya sebagai professor di Universitas California, Los Angeles.

10. William James Sidis – IQ 300

William James Sidis via https://www.google.com

Mendengar IQ seseorang bisa mencapai 300 pasti membuat bulu kuduk kita merinding. Nyatanya IQ diatas 140 saja sangat langka dan istimewa. Karena tingkat IQ rata-rata seorang manusia yang 'normal' hanya mencapai skor 90 sampai 119 (pintar), diatas angka tersebut sudah pasti orang itu super genius.

Adakah orang yang benar-benar memiliki IQ setinggi 300? Buktinya ada. William James Sidis pria keturunan Yahudi ini memiliki IQ tertinggi sepanjang sejarah dengan nilai IQ 300. Dan ia fasih menguasai 40 bahasa berbeda dari seluruh dunia.

Kejeniusannya terlihat ketika ia berhasil diterima di Universitas Harvard untuk jurusan Matematika pada usianya yang masih sangat kecil yaitu 11 tahun. Asal kamu tahu aja, Harvard bukan universitas ecek-ecek loh, James adalah orang termuda yang berhasil masuk ke universitas terbaik nomor satu dunia itu.

Tetapi malang nasibnya, dengan IQ yang begitu tinggi dan pola pemikiran yang sangat kritis, ia sempat ditempatkan di rumah sakit jiwa karena dianggap gila oleh ayahnya. Diketahui dikemudian hari kalau James ternyata hanya dijadikan kelinci percobaan oleh sang ayah, untuk mengenalkan metode baru pendidikan. James sejak kecil, setiap hari kerjanya hanya disuruh belajar tanpa pernah bersosialisasi dengan orang lain.

Beranjak dewasa pun, saat usia James 17 tahun ia sudah menjadi pengajar di bidang rigonometri, euclidean geometri dan non-euclidean geometri, namun tetap dibenci dan dijadikan bahan bully an oleh teman-temannya karena sosok james begitu kaku dan tidak bisa menyesuaikan diri.

Banyak orang yang meramalkan ia akan menjadi pakar matematika nomor satu di dunia. Namun naas, di tahun 1919 William James Sidis ditangkap oleh tentara saat ia berunjuk rasa menentang program wajib militer di jaman perang Dunia I. Setelah ia keluar dari penjara tidak diketahui lagi nasibnya, namanya seakan hilang tak berbekas ditelan bumi.

Hingga dikemudian hari seorang reporter tak sengaja bertemu dengan seorang pemulung besi tua dan ternyata dia adalah William James Sidis. Akhir kisah hidup James begitu tragis ia meninggal di usia 46 pada tahun 1921 akibat pendarahan otak. Ia menghembuskan nafas terakhirnya tanpa pernah memiliki istri, sahabat dan orang lain yang menemaninya.

Terlepas dari kisah kehidupannya yang sangat menyedihkan, bagaimana pun William James Sidis telah membuktikan bahwa ia adalah peringkat pertama dari 10 orang paling jenius dengan IQ tertinggi di dunia sepanjang sejarah.