Tidak ada yang salah dan benar dalam cinta, sebab ia bukan soal-soal pilihan berganda. Yang ada adalah cinta yang patut dipertahankan atau dilepaskan. Juga tidak ada pihak yang patut dijadikan tersangka dalam perpisahan sebab pernikahan bukan sebuah persidangan. Yang ada hanyalah pasangan yang pantas diperjuangkan dan pasangan yang lebih pantas ditinggalkan.

Sebuah pernikahan seharusnya membuat bahagia, bukan menghadiahkan neraka. Sebab usia manusia itu singkat, menghabiskannya bersama seseorang yang tidak berharga akan membuat hidup Anda sia-sia. Pernikahan juga adalah usaha berdua, kalau hanya Anda yang pontang-panting mengusahakan keutuhan sementara pasangan Anda selalu memicu perpisahan, itu namanya wirausaha. Sebuah pernikahan adalah juga bentuk kerja sama, merger dua sumber daya. Kalau Anda sudah mengerahkan seluruh aset sementara pasangan Anda ongkang-ongkang kaki, coba dipikir kembali, Anda sedang menikah atau hanya meng-hire karyawan?

Perpisahan, apa pun bentuk dan penyebabnya, selalu mendatangkan rasa sakit. Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh perempuan agar tidak terjebak dengan orang yang salah. Seperti yang sering digaungkan oleh para petugas kesehatan di Puskesmas, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Ada 10 tipe lelaki yang sebaiknya tidak di-hire jadi suami. Bukan demi apa-apa, tapi demi kesehatan mental Anda.

1. Pecandu

Setiap orang memang memiliki masa lalu, yang gemilang maupun yang kelam. Setiap orang pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya dan layak diberi kesempatan kedua, ketiga, atau kesekian. Tapi jika Anda berurusan dengan lelaki tipe ini, Anda akan menghabiskan waktu bertahun-tahun hanya untuk mengusahakannya berhenti. Psikotropika menggerus sel-sel otak, manusia paling cerdas sekalipun akan jadi setolol keledai dibuatnya.

Tidak ada seorang pun yang bisa membuat seorang pecandu berhenti kecuali dirinya sendiri. Kalau dia saja rela menyerahkan kesadarannya kepada zat-zat kimia, kenapa Anda harus repot-repot membuat dia sadar? Tapi kan cinta, tapi kan Anda akan membuat dia berubah, tapi kan dia sudah janji untuk berhenti. Let me tell you something, Anda adalah seorang perempuan yang menginginkan kehidupan rumah tangga normal, bukan panti rehabilitasi. Tolong jauhi tipe lelaki ini.

2. Algojo

Advertisement

Cobalah teliti sebelum membeli. Kalau kekasih Anda memiliki kans main tangan dan berbuat kasar, tidak ada yang akan menyalahkan kalau Anda meninggalkannya. Mula-mulanya memang sederhana, dia hanya akan mengeluarkan kata-kata kasar semacam kosakata binatang, lalu mulai menampar, lalu menendang, dan entah apa lagi. Jangan sampai Anda baru sadar kalau hubungan Anda sia-sia setelah Anda terdampar di rumah sakit atau pemakaman. Anda perempuan, manusia. Bukan binatang atau benda yang bisa disiksa.

3. 100% Sex Oriented

Well, perempuan mana sih yang tidak mau mendapat suami "rasa nasi Padang lauk rendang"? Perempuan mana sih yang tidak mau memiliki suami yang Orlando Bloom di luar tapi Jason Statham di atas ranjang? Sex chemistry itu memang perlu, tapi kalau yang ada di kepala pasangan Anda hanya itu, apa nggak gempor? Anda sedang mencari suami, bukan mencari gigolo.

4. Parasit

Kerja nggak, ngurus rumah nggak, bantuin jaga anak juga nggak. Semuanya harus Anda kerjakan sendiri dari mulai mencari sesuap nasi sampai mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Jika memelihara kambing, mungkin Anda bisa menyembelihnya untuk hewan kurban, kalau memelihara orang?

5. Badan Sosial

Ini tipe yang baiiikkk banget. Saking baiknya sampai-sampai semua perempuan malang dia pacari atau nikahi. Hati-hati terhadap lelaki jenis ini, biasanya dia tidak merasa bersalah atas apa yang dia lakukan. Mula-mula memang sederhana, ada perempuan malang yang curhat, lalu diberi wejangan, lalu ketemuan, eh ujung-ujungnya pacaran.

Agak susah mengindentifikasi apakah tipe lelaki ini benar-benar baik hati atau hanya jadi budak berahi.

Lelaki baik memang sukar ditemukan sehingga kerap kali Anda akan jatuh sayang atau memaafkan seluruh kesalahan yang ia lakukan. Tapi tolong diingat bahwa kelak ia akan menjadi suami Anda, Anda dan dia akan membangun sebuah rumah tangga, bukan yayasan atau badan sosial. Karena di era digital seperti sekarang ini, perselingkuhan mudah sekali terjadi.

6. Agen Rahasia

Anda tahu mengapa Islam menyarankan walimah meski sederhana? Agar tidak mendatangkan fitnah, sekaligus mengabarkan kepada semua orang bahwa kalian berdua sudah taken. Memang, ada beberapa tipe lelaki yang tidak mau mengabarkan statusnya baik di dunia nyata maupun maya dengan alasan tidak mau mengumbar urusan pribadi. Jika itu yang ia katakan, mestinya Anda bertanya, mengapa sebuah hubungan yang sah patut dirahasiakan? Apabila ia masih mengemukakan alasan yang terkesan dibuat-buat, bukankah sepatutnya Anda curiga? Jangan-jangan di luar sana ada istri dan anak-anak yang sedang menunggunya pulang.

7. Mr. Number One

Ini tipe lelaki yang kecerdasan intelektual dan emosionalnya tidak sinkron. Iya, dia memang cerdas. Iya, dia memang tahu segala hal dan bisa melakukan apa saja. Iya, dia memiliki argumen-argumen tak terbantahkan ketika berdiskusi. Tapi ketika Anda menunjukkan kecerdasan yang melebihi dia, dia tak rela. Baginya perempuan tak lebih dari segumpal otot tanpa otak. Meskipun Anda memiliki landasan ilmiah atas semua argumen Anda, dia tetap berpikir bahwa pendapat Anda itu tidak valid dan pantas dimentahkan. Bukan karena pendapat Anda salah, tapi hanya karena Anda perempuan. Kalau tipe lelaki seperti ini yang Anda miliki, lebih baik tinggalkan dan suruh dia menikah dengan babadotan.

8. Disorientasi Identitas

Lelaki ini tidak tahu apa yang diinginkan dalam hidupnya. Tidak punya goal dan langkah nyata. Semua yang ada di kepalanya hanya rencana tanpa ada tindakan untuk melakukan realisasi. Pengkhayal kelas tinggi, tidak akan sanggup ketika diceburkan ke dalam pernikahan. Kalau Anda bertemu tipe lelaki seperti ini pada saat usianya 18 tahun, itu wajar. Kalau dia sudah berusia di atas 25 tahun dan otaknya masih penuh kabut, dia tidak akan pernah sanggup menghadapi hidup.

Mempunyai pasangan yang penuh imajinasi memang menyenangkan, seakan-akan hidup terasa ringan dan tanpa beban. Tapi pahamilah bahwa kehidupan berumah tangga membutuhkan kesiapan mental, terlalu serius akan membuat orang cepat frustrasi, terlalu santai juga akan membuat orang terjerumus ke dalam delusi.

Lelaki yang masih mengalami disorientasi identitas biasanya tidak tahu akan berkarier di bidang apa, tidak tahu apa yang ingin dicapai dalam hidup, bahkan mungkin tidak tahu apa tujuannya menikahi Anda. Baginya hidup hanyalah taman bermain. Kalau Anda suka selamanya jadi "anak TK", silakan menikah dengannya.

9. Fundamentalis KW 9

Tipe yang berbahaya. Menjadikan agama dan kitab suci untuk menjajah pasangan. Sayangnya, tidak disertai pemahaman yang kaffah melainkan hanya setengah-setengah. Contoh: lelaki yang menuntut pemenuhan nafkah batin tapi tidak pernah memenuhi nafkah lahir. Bukan itu saja, lelaki tipe fundamentalis menjadikan idelisme yang ia pegang hari itu sebagai pembenaran. Tidak jarang perempuan yang sukar mengelak ketika dibenturkan dengan dogma-dogma agama, budaya, dan sosialnya. Di celah inilah para lelaki fundamentalis "bermain".

Itu sebabnya mengapa seorang perempuan harus cukup teredukasi sebelum mengambil peranan sebagai istri. Bukan hanya paham hak dan kewajiban sebagai perempuan, tapi juga hak dan kewajiban sebagai manusia. Jika belum menikah saja pasangan Anda sudah pandai menjadikan dogma sebagai "senjata" untuk menjajah Anda, pernikahan macam apa yang akan Anda miliki nantinya?

10. Buldozer

Salah satu fungsi pasangan adalah teman brainstorming. Tempat Anda bisa mendiskusikan ide-ide dan meminta pertimbangan. Ada tipe lelaki yang lebih suka mementahkan pendapat pasangan, apa pun itu. Ini agak-agak mirip dengan Mr. Number One, hanya lebih parah. Jika Mr. Number One memiliki kadar intelektual yang mumpuni sehingga agak-agak arogan secara pemikiran, Mr. Buldozer justru sebaliknya. Ini tipe lelaki yang sebetulnya tidak memiliki isi kepala, ia enggan berdiskusi secara sehat dengan pasangan hanya karena takut egonya terluka.