Ujian adalah kewajiban yang harus dijalani setiap umat manusia, entah itu ujian hidup, ujian kenaikan kelas, ujian rumah tangga, entah itu anak-anak, orang dewasa, bahkan orang tua memiliki ujian masing-masing, terutama mahasiswa. Bagi mahasiswa, ujian ibarat perang, harus dihadapi, kalau tidak mau kalah. Setiap mahasiswa memiliki strategi-strategi tersendiri dalam berperang, entah itu berperang melawan mahasiswa lain ataupun berperang melawan dirinya sendiri. Nah buat kamu mahasiswa yang sedang ujian, ada baiknya kamu mengenal tipe-tipe mahasiswa saat ujian di bawah ini agar kamu tidak kaget menghadapi teman-temanmu.

1. Mahasiswa Novelis

Kertas ujian novelis via https://budab.files.wordpress.com

Mahasiswa novelis adalah mahasiswa yang lembar jawabannya selalu penuh dengan jawaban. Kalau kamu yang merasa belum ngerjain apa-apa kebetulan kamu tidak sengaja melihat lembar ujian si mahasiswa ini, kamu pasti terintimidasi level 1. Nah biasanya mahasiswa ini suka maju ke meja pengawas ujian, kamu mulai terbingung-bingung, eh ternyata dia maju ke ke meja pengawas buat minta lembar tambahan ke si pengawas berhubung lembar tadi tidak cukup untuk menulis semua jawaban-jawabannya, dan kamu yang merasa belum menjawab apa-apa mulai terintimidasi level 2, tidak lama kemudian si mahasiswa ini maju lagi ke meja pengawas, kamu yang merasa belum menjawab apa-apa mulai panik dan terintimidasi level 3 karena kamu tidak menyangka bahwa jawaban soal-soal ini ternyata sebanyak itu, tau-taunya si mahasiswa ini maju bukan untuk meminta lembar jawaban tambahan lagi, kamu mulai menghela napas, kapanikan berkurang dan berpikir "ah ternyata dia mau ke Toilet", kamu seketika sadar bahwa dia membawa novel karangan dia tadi ke depan dan mengumpulkannya di meja pengawas, dia membalik badan ke arah kamu dan teman-temanmu yang sedang mengerjakan soal dan tersenyum ala Anna Pinem ketika mau merebut harta majikannya. Kamu yang merasa belum menjawab apa-apa tewas seketika di tempat.
Populasi mahasiswa seperti ini memang terlanjur punah, tetapi paling tidak setiap kelas memiliki 1 wakil, paling tidak. Tipe mahasiswa ini memang cenderung perfect in imperfections dan panikan, karena menurut dia, salah sedikit itu fatal, akibatnya dia menjelaskan semua yang dia ketahui tentang itu walaupun pertanyaan nya tidak meminta lebih.

2. Mahasiswa “Ngga tau apa-apa”

I don’t know anything via http://www.reactiongifs.com

Ngga tau apa-apa disini berada di dalam tanda petik. Mungkin kamu yang mahasiswa tahu maksudnya apa, mahasiswa seperti ini bisa diibaratkan sebagai bunglon level universitas. Dia bisa berkamuflase dibalik ke "tidak tau"-annya. Walaupun tidak tau apa-apa, mahasiswa ini selalu mendapat nilai bagus ketika ujian, dan sebenernya oknum "mahasiswa ngga tau apa-apa" ini lahir dari kalangan orang yang dikenal pinter, bisa juga rajin, atau jenius dan semua orang di kelas tahu akan itu.
Biasanya sebelum ujian dimulai, si mahasiswa ini datang ke kelas dengan wajah tak berdosa penuh makna, kadang-kadang datang dengan napas ngos-ngosan dan berkata "aaa aku belom belajar", "kemarin ketiduran", "ntar ngga tau mau nulis apa". Kamu yang dari kejauhan sudah mengamati gerak-gerik orang ini tersenyum kecil bahagia, kamu yang memang tidak belajar mulai tertawa dan berpikir dan membuat algoritma lengkap dengan flowchart-nya secara mendalam terukur "dia yang pinter aja panik dan ngga belajar, dia itu pinter, kalo dia ga bisa jawab pasti sekelas juga ngga bisa jawab, kalo dia nilainya jelek, sekelas juga pasti nilainya jelek, kalo nilainya jelek semua dosen pasti ngasi nilai distribusi normal, artinya saya bisa dapat nilai bagus walaupun nilai ulangan jelek, nah kan dia itu pintar mungkin dia bisa dapet A walau nilai jelek, aku seburuk-buruknya dapat B lah."
Kamu yang memang ngga belajar sudah mulai tertipu dengan kamuflase si mahasiswa ini. Ini membuat kamu merasa nyaman dan asik cengengesan, tos-tosan dengan teman-teman kamu yang sama-sama belum belajar.
Apa yang membuat si "ngga tau apa-apa" ini menyamar?

Advertisement

1. Diremehkan lawan, cara ini sudah cukup ampuh diterapkan pada zaman kekaisaran Cina kuno, strategi ini adalah urutan ke-27 dalam 36 strategi bangsa Cina dalam berperang Thirty-Six Stratagems (36 Ji). Si ngga tau apa-apa ini akan berpura-pura lemah agar pesaing-pesaingnya tidak mengkhawatirkan keberadaan si ngga tau apa-apa, jadi sebenarnya strategi ini hanya ditujukan ke sesama orang-orang pintar, dan sialnya kamu yang memang belum belajar sama sekali ikut-ikutan terpengaruh.
2. Mereka tidak ingin ditanya-tanya, mereka sudah cukup lelah ditanya-tanya dan disalahkan jika jika jawaban yang mereka berikan ke mahasiswa lain ternyata salah
3. Mereka tidak mau menjadi pusat perhatian, mereka tidak mau seluruh anak di kelas mengandalkan kepintaran dari dia.
4. Mereka visioner, mereka yakin setiap anak adalah pintar, karena itu mereka ingin menyadarkan semua anak-anak bahwa kerja keras mereka untuk belajar tidak dapat dihargai serendah itu, serendah untuk dimintai jawaban. Mereka berusaha keras mengerti pelajaran tapi si tidak belajar dengan gampangnya meminta jawaban ke mereka.
5. Mereka memang benar benar ngga tau, tidak dalam tanda petik, mereka tidak belajar namun mereka bisa menjawab semua soal dengan kepintaran yang mereka miliki. Mereka memang tidak belajar namun saat ujian berlangsung mereka seolah-olah mendapat wahyu dari dosen dan menjawab semua soal dengan benar, mahasiswa seperti ini sangat langka dan bukan untuk ditiru.

Biasanya setelah selesai ujian, mereka keluar dengan wajah muram seakan-akan mereka tidak bisa menjawab, namun saat nilai ujian diumumkan, dia mendapat nilai yang sangat baik, kamu yang tidak belajar mulai sewot dan menyadari penyamaran mereka.

3. Mahasiswa Debat

Ini biasanya terjadi beberapa menit atau jam sebelum ujian, di salah sudut kelas akan terlihat sebuah atau beberapa bunderan dengan seorang di tengah dan dikelilingi oleh manusia durjana, seperti konferensi, ini bukan pertunjukan atraksi atau topeng monyet, namun ini adalah quick-tutor dari sang pintar yang baik hati dan tulus membagikan ilmunya kepada manusia-manusia yang belajarnya setengah-setengah, manusia-manusia yang belajar setengah-setengah ini biasanya mahasiswa-mahasiswa yang mengadopsi prinsip SKS (Sistem Kebut Semalam) yang mengertinya setengah-setengah juga, namun kehadiran sang pintar nan baik hati ini bagaikan ibu peri yang muncul saat Cinderella disiksa oleh ibu tirinya.

Di sudut yang lain, biasanya ada konferensi tandingan yang orang-orang di dalamnya bukan debat masalah materi ujian, seperti debat presiden, debat gubernur Jakarta walaupun bukan orang Jakarta, debat klub bola, atau tentang wanita-wanita cantik di fakultas sebelah.

4. Mahasiswa Idealis

Hitler idealism via http://www.azquotes.com

Terlepas dari sudah belajar atau tidak, mahasiswa ini sangat patuh terhadap peraturan ujian. Mereka tidak akan pernah meminjam alat tulis, mencontek, bertanya ke teman sebelah, curi-curi pandang ke pengawas cantik lembar jawaban teman . Dan begitupun ketika teman yang lain meminta jawaban atau sekedar bertanya mereka tidak akan memberi jawaban atau biasa disebut dengan tuli mendadak. Kebanyakan dari mahasiswa tipe ini adalah mahasiswa yang rajin dan sudah mempersiapkan segalanya sebelum ujian berlangsung, sekalipun mereka tidak mempersiapkannya, mereka tidak tergoda untuk melanggar idealisme mereka. Mereka tidak mau mengikuti arus seperti mahasiswa-mahasiswa yang melakukan segala cara untuk mendapat nilai yang baik saat ujian. Mahasiswa yang patut dicontoh dan dijadikan role model.

5. Mahasiswa Cheater

Mahasiswa ini adalah mahasiswa yang expert di bidang percontekan. Mahasiswa ini biasanya memiliki niat yang tinggi untuk belajar seminggu atau beberapa hari sebelum ujian, namun karena dunia menawarkan kebahagiaan yang lebih mempesona, mahasiswa ini kebablasan dan lupa belajar. Alhasil, beberapa jam sebelum ujian, mahasiswa ini menulis contekan dengan ukuran tulisan sekecil mungkin namun tetap dapat dibaca. Media yang digunakan pun bermacam-macam, mulai dari kertas-kertas kecil, kertas buram yang dicuri dari ujian sebelumnya, bahkan dibalik kartu ujian untuk mempermudah dalam mengelabui pengawas.Kertas ini biasanya dibuka saat pengawas lengah atau dibawa ke toilet. Bagi mahasiswa yang sudah expert, mereka biasanya dibekali insting atau mata ke-tiga untuk mengetahui lokasi pengawas ujian berada, bagi mahasiswa yang begineer, tidak jarang kedapatan atau ujung-ujungnya mendapat nilai E karena diam-diam pengawas mencatat nama si begineer karena mencontek.

6. Mahasiswa SKS

Mahasiswa SKS via http://inspire99.com

SKS (Sistem Kebut Semalam) mungkin adalah sistem yang paling banyak dianut oleh mahasiswa seantero dunia. Sistem ini banyak dijadikan kambing hitam atas gagalnya mahasiswa menjawab soal ujian, namun bukan berarti sistem ini buruk. Bagi yang rajin belajar sistem ini digunakan untuk mengulang atau me-refresh ingatan sebelum ujian. Namun bagi mahasiswa yang tidak belajar sama sekali sistem ini lebih banyak mudarat nya, tetapi ada juga kalangan manusia-manusia spesial yang memang nyaman dan sukses menggunakan sistem ini, buat kamu yang yang merasa sebagai manusia yang biasa-biasa aja lebih baik tidak mengikuti cara ini.

7. Mahasiswa Ghoib

Mahasiswa yang satu ini adalah jenis mahasiswa yang tidak pernah kelihatan waktu di kelas tapi saat ujian eh tiba-tiba muncul seperti tukang parkir ATM, kamu yang sebenarnya sekelas dengan dia baru sadar bahwa dia ada di dunia. Walaupun tidak kelihatan di kelas tetapi tanda tangan mahasiswa ini penuh di absensi. Tidak ada yang tahu pasti apa yang dilakukan mahasiswa ini diluar sana, mungkin dia adalah joki ujian artis yang sibuk stripping sinetron, mungkin saja dia memang masuk kelas tapi berkamuflase diantara meja-meja dan kursi kuliah, atau mungkin dia malaikat yang diutus hanya untuk mengikuti ujian mengawasi mahasiswa-mahasiswa yang berbuat curang. Entahlah!

8. Mahasiswa Tukang Pungut

Memungut sampah via http://bantenterkini.com

Tipe mahasiswa ini adalah mahasiswa yang menganggap bahwa dia berhak mendapat jawaban dari mahasiswa lain, tetapi tidak berkewajiban untuk memberi jawaban kepada yang membutuhkan, bahkan kepada yang memberikan dia jawaban. Tipe mahasiswa ini seringkali membuat mahasiswa lain jengkel dan merasa terzolimi. Kebiasaan ini sangat baik jika diterapkan bukan di saat ujian, tetapi di bulan Ramadhan, dengan memungut sampah, agar mendapat pahala yang melimpah di sisi-Nya dan bermanfaat bagi lingkungan.

9. Mahasiswa Solid

Teamwork via http://cx.aos.ask.com

Tipe mahasiswa ini biasanya terdiri dari minimal satu mahasiswa pintar dengan beberapa mahasiswa biasa aja. Mereka biasanya adalah teman-teman sepermainan dan hampir semua kegiatan dilakukan dengan bareng-bareng. Saat kuliah juga duduknya bareng. Saat ujian, mereka sudah punya kode-kode dan strategi tersendiri untuk menyebarkan jawaban ke anggota lain. Bagi mereka, kalah, kalah bersama, menang menang bersama. Mereka tidak punya kekhawatiran jika gagal, karena mereka punya teman yang senasib jika gagal. Kadang-kadang, kerjasama tim ini tidak direncanakan sebelumnya, bahkan seisi kelas dapat melakukannya ketika semua mahasiswa merasa tidak bisa mengerjakan soal yang dibuat oleh dosen.

10. Mahasiswa Pasrah

Mahasiswa ini adalah mahasiswa yang tidak belajar sebelum ujian bahkan SKS pun tidak, mereka hanya datang ke kelas hanya untuk mengisi daftar hadir, dan berharap mendapat ilham ketika mengisi lembar jawaban. Mahasiswa ini sebenarnya ingin keluar secepat mungkin dari ruangan tapi malu pada pengawas kalau lembar jawabannya kosong. Alhasil ketika ujian, mereka cuma bisa menghayal, corat-coret, atau bahkan tidur. Ada saatnya mahasiswa tipe ini menulis apa saja yang dipikiran mereka agar lembar jawaban mereka tidak kosong. Mereka akan mengumpulkan lembar jawaban saat yang lain sudah mengumpulkan.

Nah, hal-hal diatas merupakan sebagian kecil dari tipe-tipe mahasiswa saat ujian. Tipe yang manakah kamu?. Apabila kamu memiliki cerita unik tentang kelakuan mahasiswa saat ujian yang belum disebutkan diatas silahkan bagi pengalaman kamu di kolom komentar dibawah. Apapun motivasi kamu, tetap kerjakan ujian dengan cara yang semestinya. Penulis tidak bermaksud untuk munafik, karena penulis pernah merasakan menjadi salah satu atau beberapa dari tipe-tipe diatas. Walaupun terkadang kamu merasa tidak adil karena kerja keras kamu hanya dinilai dari ujian. Apapun hasilnya, tetap hargai itu adalah bagian sebuah proses. Seperti kata Art Williams, seorang mantan pemain basket profesional amerika:

I’m not telling you it is going to be easy — I’m telling you it’s going to be worth it

Selamat menempuh ujian bagi yang merayakannya!