Bahagia itu urusan hati yang lapang dan ikhlas. Atau sekadar soal kabar sederhana pemicu rona indah di hati. Tak perlu materi atau cinta berlebihan untuk merasa gembira. Karena nyatanya kegembiraan itu pikiran kita sendiri yang menciptakannya.

Jika kamu tak percaya, ayo lanjutkan membaca artikel Hipwee yang satu ini. Artikel tentang 12 kalimat gurumu yang sukses bikin kamu girang bukan kepalang. Sekolah bukan tempat yang bikin kamu rindu, melainkan kenangan-kenangan di dalamnya yang selalu melekat di hati.

 

1. Besok Ada Rapat Guru.

Ekspresi kamu waktu besok ada rapat guru

Ekspresi kamu waktu besok ada rapat guru via http://Rainscene.livejournal.com

Murid mana yang bisa menyembunyikan kebahagiaan waktu kalimat ini diucapkan oleh salah satu Bapak-Ibu guru?

Wujud kebahagiaannya pun beragam. Mulai dari tersenyum simpul, high five bersama teman sebangku, mengepalkan kedua telapak tangan sambil berteriak “yes”, hingga bersiap menyusun rencana mengasyikkan untuk esok hari.

Kenapa bahagia?

Karena kalimat tersebut akan menimbulkan 1 dari 2 kesimpulan. Pulang cepat atau bahkan datangnya libur yang tak disangka-sangka.

2. Hari Ini Ada Rapat Guru Mendadak, Murid-murid Dipulangkan Lebih Awal.

Hebohnya main bareng teman saat pulang lebih awal

Hebohnya main bareng teman saat pulang lebih awal via http://Idntimes.com

Kalimat yang satu ini tak kalah sempurna dari kalimat yang pertama. Mana ada murid yang tak bersorak kegirangan begitu mendengar kabar rapat guru mendadak hari ini. Pulang lebih awal membuatmu punya kesempatan untuk tidur, jalan-jalan, atau janjian main sama teman-teman sekelas.

3. Besok Murid Kelas X Ada Acara Khusus, Murid Lainnya Belajar di Rumah Yaa...

Selamat beraktivitas, Kak. Kami menikmati libur dadakan dulu, ya.

Selamat beraktivitas, Kak. Kami menikmati libur dadakan dulu, ya. via http://Metro.news.viva.co.id

Biasanya murid kelas 6 SD, 3 SMP atau 3 SMU punya kegiatan yang lebih banyak daripada adik kelasnya. Ada study tour, persiapan try out, retreat, atau persiapan acara perpisahan. Kalau sudah begini, tentu adik-adik kelas akan diliburkan karena bapak ibu guru harus mendampingi sang kakak kelas.

Bapak ibu guru sering menyebutnya dengan ungkapan “belajar di rumah”. Padahal bagi kamu dan teman-temanmu, “belajar di rumah” itu sama dengan hari libur yang menyenangkan.

4. Besok Ulangannya Open Book

Kalau open book kan kamu jadi tak perlu lirik-lirik begini

Kalau open book kan kamu jadi tak perlu lirik-lirik begini via http://Kimochiinside.blogspot.com

Kepala ini sudah mabuk kepayang karena materi pelajaran yang menumpuk. Satu per satu bapak ibu guru bidang studi hendak mengujikan materi yang sudah diajarkan.

Rasanya tentu akan sangat melegakan jika tiba-tiba ada bapak atau ibu guru yang mengatakan kalau ulangannya open book. Ok, kalau begitu besok jangan lupa siapkan buku cetak, buku catatan, dan PR yang sudah diselesaikan, ya. 

5. Kita Istirahatnya Belakangan, Nanti Ditambahin 10 Menit.

Jajan jadi leluasa kalau waktu istirahat bertambah

Jajan jadi leluasa kalau waktu istirahat bertambah via http://Smkpetrus.blogspot.com

Soal ulangan belum rampung dikerjakan, tetapi bel istirahat sudah berbunyi lantang. Konsentrasi jadi terpecah, antara menyelesaikan ulangan atau melihat asyiknya teman-teman yang lalu lalang di teras kelas.

Melihat situasi ini, biasanya bapak atau ibu guru akan mengatakan “kita istirahatnya belakangan kalo ulangannya udah selesai. Nanti waktu istirahatnya ditambah 10 menit”.

Mendengar kalimat itu, pandanganmu ke luar kelas langsung berpaling pada soal-soal ulangan di atas meja. Ah, bapak ibu guru memang paling tahu apa yang kamu suka.

6. Bapak atau Ibu (Diisi dengan Nama Bapak atau Ibu Gurumu) Hari Ini Berhalangan Hadir.

Jam pelajaran yang disukai semua murid : jam pelajaran kosong

Jam pelajaran yang disukai semua murid : jam pelajaran kosong via http://Kotamagetan.com

Ini benar-benar sebuah dilema. Di satu sisi, kamu dan teman-temanmu pasti senang kalau ada bapak atau ibu guru yang masuk. Apalagi bapak atau ibu guru yang sudah menjadwalkan ulangan untuk hari ini.

Tetapi di sisi lain, kamu tentu tak mau kan kalau bapak atau ibu gurumu berhalangan hadir karena sakit atau terkena musibah. Kendati kegembiraan ini tak bisa disembunyikan, baik-baiklah selalu kalian, Pak, Bu.

7. Ulangannya gak usah dikumpul

Sedih adalah capek-capek belajar, tapi ulangannya malah gak dikumpul

Sedih adalah capek-capek belajar, tapi ulangannya malah gak dikumpul via http://Seputarkudus.com

Kamu : (Keringetan, nahan napas, nulis cepet-cepet.)

Temen kamu : (Telungkup di atas meja. Sudah putus harapan.)

Ibu guru : Ya, ulangan hari ini gak usah dikumpul. Ini buat latihan dulu aja.

Kamu : *Kemudian tak sadarkan diri.

Yang satu ini sebenarnya tak selalu membuat kamu semua kegirangan. Terutama bagi kamu yang sudah belajar untuk ulangan hingga setengah mati. Tetapi kalimat yang satu ini terasa seperti oase di gurun pasir bagi kamu yang sudah pasrah menghadapinya.

Setidaknya, kamu jadi punya kesempatan untuk memperbaiki nilai ulangan di lain hari. Bukan pada ulangan yang tidak dikumpul hari ini.

8. Ini Cuma Latihan Saja, Tidak Dimasukkan Sebagai Nilai

Haruskah mengerjakan dengan serius jika tidak dinilai?

Haruskah mengerjakan dengan serius jika tidak dinilai? via http://Log.viva.co.id

“Ini cuma latian aja kok, gak dimasukkin nilai.”

Entah menguji atau memang hanya latihan saja, soal-soal itu tetap harus dikerjakan dan dkumpul tepat waktu. Bisa saja bapak atau ibu gurumu ingin melakukan ambil nilai tanpa membuat kamu panik, kan?

9. Kerjain Soal Latihannya Boleh Sambil Makan Di Kelas

Asyiknya makan biar tak ngantuk di kelas

Asyiknya makan biar tak ngantuk di kelas via http://Gaul.solopos.com

Memamahbiak sambil menyelesaikan soal-soal di kelas, tiada yang lebih nikmat daripada melakukan hal seperti ini. Sayangnya, kamu tak bisa leluasa melakukannya karena takut diomeli bapak atau ibu gurumu.

Namun saat kalimat ini meluncur dari mulut bapak atau ibu gurumu, kamu pun makin percaya diri membawa makanan ke kelas. Bisa berupa sebungkus siomay, batagor, gorengan, nasi uduk, sop iga, ikan bakar, nasi tumpeng (sekolah apa food court?).

Ya pokoknya apa saja deh asalkan membuatmu jadi tidak ngantuk di kelas. Biasanya makan di kelas menjadi halal pada jam pelajaran sehabis istirahat atau jam pelajaran tambahan di sore hari.

10. Tugasnya / PR-nya Dikerjain Secara Berkelompok

Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul.

Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. via http://Prioritaspendidikan.org

“Panas setahun dihapus hujan sehari.”

Ada banyak jadwal ulangan, jadwal praktik, tugas makalah, dan PR. Kekhawatiran menghadapi semuanya akan sedikit terobati andai saja ada kalimat “tugasnya dikerjain berkelompok aja, ya.”

Kenyataannya kamu memang  lebih banyak ngemil, ketawa ketiwi dan ngerumpi waktu kerja kelompok. Tetapi bukankah tugas kelompok terasa lebih ringan daripada harus kerepotan mengerjakan tugas sendirian?

11. Anggota Kelompoknya Bebas Pilih Sendiri

Sudah jadi hakmu untuk memilih anggota kelompok terbaik

Sudah jadi hakmu untuk memilih anggota kelompok terbaik via http://Kompasiana.com

Ciyehhh, satu geng sepermainan jadi bisa ngumpul kalau anggota kelompoknya bebas dipilih sendiri. Sementara bagi kalian yang tidak punya geng spesifik, akan timbul percakapan-percakapan impulsif untuk menentukan anggota kelompok.

Doni : *Nengok ke belakang

Asti & Aldo : Lo sama siapa Don? Sama kita aja, ya?

Doni : Ok dah. Satu lagi siapa dong? Haris?

Asti : Ah, jangan Haris, Ah. Dia kalo kerja kelompok di rumah gue, makannya banyak.

Aldo : Rika? Tuh Rika blom dapet kelompok.

Doni  : Jangan, dong. Dia mah suka kecentilan, jarang mandi pula.

12. Kalau selesainya lebih cepat, kita bisa pulang sebelum bel

Bahagia itu adalah pulang sekolah sebelum waktunya

Bahagia itu adalah pulang sekolah sebelum waktunya via http://Ulvaya93.blogspot.com

Beda lima menit pun tak apa, yang paling penting judulnya pulang sebelum bel. Begitu pikirmu sambil bahu membahu bersama teman-teman sekelas saat menyelesaikan soal latihan atau ulangan. Rasa kemenangan saat bubar sebelum bel pulang tentu tak dapat ditukar dengan apapun.

 

Di antara keduabelas kalimat di atas, manakah yang paling kamu tunggu-tunggu saat bersekolah?

Yuk bagikan artikel ini pada teman-temanmu. Buatlah mereka tertawa mengingat hal-hal lucu saat bersekolah dulu. Sesungguhnya terjebak nostalgia itu tak selalu buruk kan?