Setiap kota pasti menyimpan kenangan tersendiri bagi penduduknya, utamanya bagi mereka yang lahir dan besar di kota tersebut. Setalah mengulas “6 Hal yang Membuat Anak Rantau Surabaya Rindu dengan Kota Asalnya”, kali ini Hipwee kembali mengangkat pengalaman-pengalaman unik yang pernah dirasakan oleh Arek-Arek Kota Pahlawan!

 

1. Ketika kecil, “Misuh” adalah perbuatan terlarang.

Kata Khas Kota Kita

Kata Khas Kota Kita via http://instagram.com

“Misuh” atau mengumpat dengan kata Jancok adalah perbuatan yang sangat terlarang di kalangan anak-anak. Ketika SD, sekali kita mengucapkan kata tersebut, semua teman akan bergidik ngeri. Tak jarang, teman-teman yang sudah berani misuh sebelum waktunya akan menjadi bahan gunjingan dan dianggap sebagai anak nakal.

Namun seiring dengan bertambahnya umur, mengucapkan kata Jancok berangsur-angsur menjadi hal yang biasa. Selama tidak diucapkan dengan amarah, maka kata-kata tersebut tak ubahnya seperti imbuhan biasa. Kata Jancok atau Cok dapat digunakan sebagai sapaan hingga seruan rasa kagum. Selama digunakan dalam konteks yang benar, kata Jancok dapat membuat percakapan terasa lebih akrab dan bersahabat. 

2. Mencari buku dan komik bekas di Pasar Blauran.

Surga buku murah

Surga buku murah via http://impromptuus.blogspot.com

Dulu, Pasar Blauran merupakan surganya buku, majalah, dan komik bekas. Satu buah komik dapat ditebus dengan harga dua ribu rupiah. Jika beruntung, kita bisa mendapatkan komik-komik baru yang masih tersegel plastik. Selain itu, Pasar Blauran juga menjadi alternatif yang tepat untuk berbelanja buku pelajaran dengan harga yang murah.

Selepas lelah berburu bahan bacaan, stan-stan makanan di Pasar Blauran siap menyambut dengan berbagai jajanan pasar, es, dan makanan tradisional lainnya.

Selain Pasar Blauran, berbelanja buku bekas juga dapat dilakukan di stan-stan kaki lima Jalan Semarang. Namun sekarang, kedua tempat tersebut sudah semakin sepi. Sebagai gantinya, Pemerintah Kota Surabaya mengembangkan kompleks Kampoeng Ilmu di Jalan Semarang yang jauh lebih nyaman.

3. Taman hiburan remaja alias THR telah menghiasi masa kecil arek-arek Suroboyo dengan manis.

THR - Taman Hiburan Rakyat

THR - Taman Hiburan Rakyat via http://www.tamanremaja.net

THR adalah mini Dufan milik Surabaya yang menjadi idola bagi anak-anak SD zaman dahulu. Ketika masa liburan tiba, THR menawarkan promo bagi siswa SD yang berhasil menduduki rangking sepuluh besar di sekolahnya. Untuk mendapatkan promo ini, kita harus membawa dan menunjukkan rapor. Begitu petugas loket THR membubuhkan satu titik spidol di samping kolom rangking, maka kita bisa menikmati wahana permainan dengan gratis.

Apa permainan favoritmu, Rek?  Rumah hantu, boom-boom car, mini roller coaster, kereta monorel atau swinger?

THR juga menjadi tempat langganan bagi lomba antar-SD se-Surabaya yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Surabaya. Mengikuti lomba menari, menyanyi, baca puisi, atau drama di THR menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi anak-anak SD di Surabaya.

4. Berburu sepatu sekolah di Jalan Praban.

Tempat berburu sepatu legendaris

Tempat berburu sepatu legendaris via http://infopijar.wordpress.com

Jalan Praban yang terletak di dekat SMP Negeri 3 Surabaya menjadi tempat yang tepat untuk berburu sepatu. Berbagai jenis sepatu dijajakan, mulai dari sepatu olahraga, sepatu sekolah, hingga sepatu gaul dijual oleh toko dan pedagang kaki lima yang berjejer di Jalan Praban. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, tergantung dari kualitas sepatu pilihanmu. Ketika tahun ajaran baru dimulai, kita dapat menemui banyak orangtua yang mengantarkan anaknya untuk membeli sepatu baru.

Pernah nggak kamu beli sepatu di sini?

5. Sebelum terkenal dengan keasrian taman kotanya, Surabaya pernah jadi kota yang gersang.

Sejuk dan asrinya taman kota Surabaya

Sejuk dan asrinya taman kota Surabaya via http://hipwee.com

Di awal tahun 2000an, ruang terbuka hijau di Surabaya masih sangat minim dan belum tertata dengan baik. Jangan ditanya bagaimana panas dan buruknya wajah Kota Surabaya ketika itu. Barulah ketika Tri Risma Harini menjabat sebagai Kepala Dinas dan Pertamanan, gersangnya Surabaya mulai terobati. Berangsur-angsur wajah Surabaya menjadi hijau dan teduh. Taman-taman kota tumbuh menjamur sebagai sarana rekreasi warga Surabaya yang murah meriah. 

6. Menemani ibu membeli kain di Pasar Turi atau Jembatan Merah Plaza.

Pasar Turi sebelum terbakar

Pasar Turi sebelum terbakar via http://www.eastjava.com

Pusat perbelanjaan Pasar Turi atau Jembatan Merah Plaza (JMP) selalu menjadi idola bagi ibu-ibu di Surabaya. Beragam kebutuhan rumah tangga, kain, hingga perabotan rumah dijual di sini. Sebagai anak yang baik, tentu kita pasti pernah ikut ibu berbelanja memutari seluruh penjuru Pasar Turi atau JMP. Dulu, pusat perbelanjaan ini belum dilengkapi dengan pendingin ruangan yang baik. Ketika ramai, kita harus rela berdesakan dan merasakan gerah serta panasnya udara.

Jelas dong, bete dan capek bercampur menjadi satu! Kalau sudah begini, biasanya para ibu akan menyogok kita dengan satu gelas es… agar semangat memutari Pasar Turi atau JMP kembali. Duh! 

7. Bukan Arek Suroboyo namanya kalau nggak tahu animasi Grammar Suroboyo dan Culoboyo Juniol

Culoboyo Juniol versi terbaru

Culoboyo Juniol versi terbaru via http://youtube.com

Animasi Grammar Suroboyo ini mulai booming di tahun 2007. Animasi buatan Arek-Arek Suroboyo ini memperkenalkan grammar alias kosa kata khas yang dimiliki Surabaya. Dengan banyaknya kata Jancok dan kawan-kawannya, tidak heran jika animasi ini diberi label khusus dewasa. Tapi meskipun begitu, anak-anak SMP pun gemar menonton dan saling kirim video animasi ini.

Memang dulu Grammar Suroboyo ini nge-hits banget. Tak lama kemudian, muncul animasi Culoboyo Juniol. Mungkin sang pembuat sadar kalau Grammar Suroboyo banyak ditonton oleh anak-anak di bawah umur, hehe.

Selain memperkenalkan kosa kata khas Surabaya, Grammar Suroboyo dan Culoboyo Juniol banyak menampilkan budaya, makanan khas, sejarah hingga landmark Kota Surabaya lho.

8. Menguji nyali dengan jadi Bonek.

Klub suporter Persebaya ini sering dikenal sebagai suporter yang anarkis. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan keinginan Arek-Arek Suroboyo, utamanya para laki-laki, untuk bergabung dengan Bonek. Mendukung klub sepak bola tercinta menjadi kebanggaan dan tantangan tersendiri… walaupun pulang-pulang sering dimarahi ibu.

9. Sebagai Kota Pahlawan, peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November jadi momen yang spesial.

Meriahnya Parade Juang 10 November

Meriahnya Parade Juang 10 November via http://www.demotix.com

Sejak tahun 2010, Surabaya memiliki cara khusus untuk memperingati Hari Pahlawan selain melakukan upacara bendera atau mengheningkan cipta. Para PNS dan murid-murid sekolah diwajibkan untuk memakai kostum bertema pahlawan dan perjuangan. Keputusan ini disambut dengan baik oleh seluruh warga Surabaya. Jangan heran bila berkunjung ke Surabaya pada Hari Pahlawan, kota ini sedang berpesta kostum!

Beberapa sekolah seringkali menggelar berbagai acara untuk memperingati Hari Pahlawan, mulai dari kerja bakti, donor darah, mengunjungi para veteran, karnaval, lomba orasi ala Bung Tomo, dll.

Di pusat kota Surabaya, kita dapat menyaksikan Parade Juang dan drama kolosal perjuangan Arek-Arek Suroboyo ketika melawan Belanda. Pokoknya, Hari Pahlawan di Kota Pahlawan memang spesial!

10. Jadi suporter untuk mendukung sekolah tercinta di Ajang DBL Atau DetCon.

Ketika kekompakan dan gengsi sekolah diuji

Ketika kekompakan dan gengsi sekolah diuji via http://blog.djarumbeasiswaplus.org

Sebelum digelar di seluruh Indonesia, Surabaya menjadi pelopor lomba basket antarsekolah ini. Dari awal digelar, DBL telah menjadi perlombaan bergengsi yang diikuti oleh seluruh SMP dan SMA di Surabaya. Suporteran menjadi kewajiban demi mendukung sekolah tercinta. Tidak jauh berbeda dengan DBL, DetCon juga mewajibkan sekolah memboyong suporter ramai-ramai.

DetCon sendiri merupakan sebuah acara yang merangkai lomba mading, band, jurnalistik, modeling, cerdas cermat hingga paduan suara.

11. (Wajib) Praktek renang di Kolam Renang Kenjeran atau Pasar Atum.

Salah satu jujukan untuk berenang di Surabaya

Salah satu jujukan untuk berenang di Surabaya via http://www.panoramio.com

Selama kamu sekolah, tentu kamu tidak bisa menghindar dari pelajaran olah raga berenang. Sepandai-pandainya menghindar, pasti sekali dua kali kamu harus ikut nyebur ke kolam renang. Kolam renang di Surabaya yang menjadi favorit para guru olah raga adalah Kenjeran atau Pasar Atum. Hmmm, walaupun malas, tapi ya mau gimana lagi….

12. Berkah menjadi warga Surabaya, sekolah dari SD hingga SMA gratis.

Sekolah gratis, ringankan beban orang tua

Sekolah gratis, ringankan beban orang tua via http://youthsmalapress.blogspot.com

Pemerintah Kota Surabaya memiliki kebijakan untuk menggratiskan biaya SPP untuk sekolah negeri di Surabaya. Baik sekolah yang terletak di pinggiran kota, sekolah favorit, atau sekolah bertaraf internasional, semuanya gratis. Nggak percaya? Memang benar begitu kok :)

13. Panasnya Surabaya tidak pernah berganti. Abadi sampai nanti.

Sunset di Kenjeran

Sunset di Kenjeran via http://flickr.com

Meskipun pengalaman hidup di Kota Pahlawan datang silih berganti dari kecil hingga dewasa, satu yang tak pernah terganti: panas! Teriknya matahari di atas Kota Surabaya mungkin memang sudah menjadi kodrat dan ciri khas utama kota ini. Ah, meskipun begitu tetap saja Surabaya selalu di hati.