Halo kawan-kawan mahasiswa, mulai dari mahasiswa amateur, beginner, expert, senior, sepuh sampai yang legend. Saya akan bercerita tentang suka duka nya menjadi mahasiswa. Jujur saya sendiri mahasiswa yang termasuk legend, sekarang saya menginjak semester 11, dulu saya sempat mogok kuliah alias males buat masuk kuliah. Nah di artikel pertama saya ini, saya akan sedikit menceritakan pengalaman saya selama menjadi mahasiswa, mulai dari amateur sampai legend seperti sekarang hahaha. Langsung saja cekidot berikut adalah hal-hal yang biasanya mahasiswa tingkat akhir rasakan. 

 

1. Muncul pertanyaan-pertanyaan yang mengundang haru dan tawa

pertanyaan-pertanyaan yang sangat sensitif, tetapi sebenarnya pertanyaan tersebut biasa saja via http://himatesil.lk.ipb.ac.id

oke yang pertama, acap kali kita sebagai mahasiswa biasanya yang merantau untuk mencari ilmu dengan kuliah di kota orang pasti biasanya pualng paling tidak setiap ada liburan semeseteran, dan biasanya dalam kurun waktu 6 bulan sekali atau bahkan pulang hanya ketika libur hari keagamaan seperti natal, libur lebaran dan sebagainya.

Saya sendiri seorang muslim, dan biasanya saya pulang ketika libur lebaran tetapi tetap menyesuaikan dengan tanggal libur kuliah kampus. Nah biasanya ketika kita pulang ke rumah dan ada kumpul keluarga atau acara halal bihalaladalah saat dimana semua elemen keluarga besar kita berkumpul, baik itu dari keluarga dekat di sekitar rumah atau bahkan keluarga yang rumahnya di luar kota semua berkumpul datang untuk bersilaturahmi.

Momen ini yang justru dikhawatirka bagi mahasiswa tingkat akhir seperti saya, muncul pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya biasa dan wajar ditanyakan, seperti kapan lulus? Kapan wisuda? Kok kayaknya betah kuliahnya? aduh pertanyaan-pertanyaan ini yang sangat dikhawatirkan muncul, karena jujur ketika ditanya hal seperti itu malah justru membuat patah semangat untuk menyelesaikan, mungkin ada juga kadang yang justru malah terpicu untuk segera menyelesaikan kuliahnya.

2. Menjadi mahasiswa yang langka di kampus

Advertisement

namanya aja udah maha bukan siswa lagi, jadi wajar tua,hahahah via http://ayamsakit.com

Ya namanya juga mahasiswa tingkat akhir yang legend selegend-legendnya, kadang sebagian temen satu angkatan udah pada wisuda, udah pada ngambil S2, kitanya masih aja D3 atau S1, kan miris lihatnya hahaha. Tapi yang sedih lagi jumlah populasi mahasiswa tingkat akhir di kampus mu sudah tinggal sedikit atau bahkan sudah mendekati punah alias jumlahnya bisa dihitung dengan jari atau yang lebih menyedihkan lagi kita cuma satu-satunya mahasiswa paling legend di kampus . Hal ini memang sering dirasain sama mahasiswa tingkat akhir, panggilan alam untuk segera lulus atau enyah dari kampus, hahahaha.

3. Gabung dengan adek tingkat yang umurnya jauh dibawah kita

Mau gak mau harus nimbrung sama adek tingkat pas kuliah dan kadang dianggap sudah menguasai materi perkuliahan tertentu via http://hipwee.com

Mau gak mau yang namanya mahasiwa tingkat akhir kadang satu kelas dengan adik tingkat, apalagi kalo yang ngulang matakuliahnya banyak dan itu matakuliah semester-semester yang lalu. So, pasti gabung dengan adek tingkat ketika kuliah tidak bisa terelakkan lagi, kadang kita ngerasa paling tua dan dianggap sangat menguasai materi kuliah oleh adek tingkat, padahal yang namanya ngulang itu berarti gak terlalu paham atau dulu gak pernah masuk kelas jadi gak faham sama materinya.

4. Jadi orang yang paling dicari sama dosen

jadi buronan dosen di kampus via http://senandungcita.wordpress.com

Etsss dicari dosen dalam hal ini bukan karena dosen ngefans sama kita ya, Tapi gara-gara tugas akhir kita yang nunggak gak kelar-kelar hahaha. Tugas akhir yang sudah ditarget dalam jangka waktu tertentu sudah selesai, tetapi justru malah gak dikerjain ini sering membuat dosen geram bukan berarti tugas akhir kita itu penting buat dosen loh ya tapi malah dosen itu perhatian banget sama kita dan mau membantu kita buat cepet selesai studinya kadang hal ini yang dikira kita sebagai mahasiswa adalah sebuah hal yang mengganggu karena seakan-akan dosen meneror mahasiswanya hahaha.

5. Sering merasa minder ketika ada kabar teman wisuda atau lulus

harus lulus dan yakin lulus, lulus dengan waktu yang tidak biasanya atau mainstream hahahhaaha via http://photoprase.blogspot.com

Namanya minder atau malu itu wajar dan manusiawi, tetapi kalo minder karena teman seperjuangan sudah wisuda atau malah justru adik timgkat dulu yang wisuda itu yang teasa lebih dari minder atau malu. Ya, kadang kita merasa minder ketika mendengar ada kabar seperti itu atau bahkan kita datang di acara wisuda eman seperjuangan atau seangkatan kita, rasanya haru, senang dan campur aduk. Namun, jika kita seperti itu terus, malas-malasan, tugas akhir yang terbengkalai segera dibenahi dan mulai harmonis dengan dosen pembimbing hahahaha.