"Tidak ada yag sempurna di dunia ini."

Ada yang salah pada kutipan di atas? Ya, ada kesalahan penulisan yang sengaja saya lakukan. Memang untuk membuktikan kalau ya, "Tidak ada yang sempurna di dunia ini."

Pepatah juga bilang, "Tak ada gading yang tak retak." Atau "Pecah berarti membeli."

Apa yang bisa kita pelajari dari kedua pepatah diatas? Tidak ada yang tidak pernah melakukan kesalahan di dunia ini, terutama di dunia kerja pada khususnya. (Silahkan lanjut baca)

Setiap kesalahan yang kita perbuat, pasti memiliki resiko tertentu yang harus dipertanggungjawabkan. (Kepada atasan, atasannya atasan, klien, atasannya klien, brand, dll.) Pengalaman adalah guru terbaik, karena lebih dahulu memberi ujian sebelum memberi pelajaran. Kejam? Dengar pepatah legendaris berikutnya, "Kegagalan, adalah kesuksesan yang tertunda."

Kesalahan di dunia kerja bisa dan pernah dilakukan oleh siapapun. Salah satunya ya pekerja di social media. Pemegang akun social media sebuah brand (baik inhouse ataupun agency) adalah orang yang paling bertanggungjawab atas segala sesuatu yang terjadi di akun brand tersebut.

Para admin social media adalah ujung tombak dari sebuah brand yang berhadapan langsung dengan konsumen dan target audience. Kami harus bisa bersikap sesempurna mungkin untuk mewakili brand melalui editorial plan (yang sudah melalui proses revisi-revisi-approval-revisi-approval klien) dan konten di akun brand tersebut. Kami harus mampu memberikan respon terbaik kepada konsumen maupun klien. Tapi, seperti manusia lain pada umumnya. Kami juga tidak lepas dari kesalahan. Nah, kali ini saya coba menjabarkan beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan oleh admin social media.

1. Typo

"A typographical error (often shortened to typo) is a mistake made in the typing process (such as a spelling mistake) of printed material." – Wikipedia

Typo adalah kesalahan klasik yang sering kita lakukan dalam proses pengetikan. Banyak alasan orang, termasuk saya, melakukan typo:

– Mengetik terlalu cepat.

Advertisement

– Kurang konsentrasi.

– Terlalu multitasking.

– Ingat mantan. (Ooops)

Kadang kerjaan yang menumpuk membuat proses bekerja menjadi lebih cepat sehingga kurang konsentrasi. Apalagi saat membuat Editorial Plan social media mingguan/bulanan.

Typo bisa jadi hal yang fatal tergantung dari kata-kata yang dituliskan. Contohnya:

KURANG <> KUTANG: Karena huruf R dan T berdekatan.

BUKU <> BULU. Karena huruf K dan L berdekatan.

TIKET <> dengan apa ya? Karena I dan … Ah sudahlah kita lanjut saja.

2. Salah Akun

Coba cek ada berapa akun di aplikasi Twitter gadget anda? Beberapa admin social media biasanya mengakses banyak akun di aplikasi Twitternya. Saya sih punya 4 akun Twitter berbeda. 1 milik pribadi, 2 komunitas, dan 1 brand.

Terkadang saat bekerja mobile dan jauh dari laptop atau sedang liputan offline dan harus melakukan live tweet, terjadilah salah akun. Kadang tweet kerjaan terposting di akun pribadi. Atau kadang tweet pribadi terposting di akun kerjaan. Saya pernah mengalami 1x salah akun. Tweet sebuah puisi di akun radio yang pernah saya pegang dulu. Untungnya tidak fatal dan mendapat respon yang cukup lucu dari followers.

Tapi banyak juga kasus admin salah akun karena mereka memegang lebih dari 1 brand. Postingan untuk brand A, malah di schedule di brand B. Ada yang pernah mengalami? Saya sih belum.

3. Salah Jadwal

Ingat pepatah, "Waktu adalah uang."

Salah menggunakan waktu bisa jadi menyebabkan kerugian.

AM dan PM itu sangat penting untuk semua admin! 12.00-11.59 AM itu pagi ke siang dan 12.00.2359 PM itu siang ke malam. Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan schedule post yang bisa dilakukan langsung di Facebook atau Tweetdeck/Hootsuite, dsb. Admin yang berpengalaman saja kadang masih melakukan kesalahan ini.

Beberapa kali saya melihat ucapan selamat pagi pada jam 8 malam dan ucapan selamat sholat jumat di jam 12 malam. Ketelitian dan fokus menjadi hal yang penting untuk menjaga kredibilitas brand dan memperlihatkan kapasitas tanggungjawab seorang admin memegang sebuah akun.

4. Lupa Password

A password is a word or string of characters used for user authentication to prove identity or access approval to gain access to a resource (example: an access code is a type of password), which should be kept secret from those not allowed access. – Wikipedia

Point ini paling penting. Password sebaiknya dicatat, dalam sebuah note rahasia lewat email, dan hanya diketahui oleh beberapa orang saja. Tapi email bisa saja terhapus dan seiring waktu berlalu password dilupakan karena terbiasa login otomasit di browser yang mengingat password kita. Hal ini akan menjadi masalah saat diperlukan pada waktu tertentu.

Oke, lupa password di social media tidak menjadi masalah selama kita tidak lupa password email akun tersebut. Tapi? Kalo password email saja lupa, tamatlah riwayatnya.

Oh iya, terakhir saya kasih bocoran ya, password Twitter saya: *******. Tolong jangan disalahgunakan ya. Dan pada akhirnya semoga kita semua terhindar dari 4 hal di atas ya.

Semoga bermanfaat.

5. Spamming

Jadi admin socmed lebih baik berinteraksi dengan para follower dan jangan hanya spamming atau menjadi buzzer tanpa adanya engagement. Bisa-bisa dicurigai sebagai akun palsu yang hanya beli follower. Tidak mau kan?