Bulan Ramadhan yang merupakan salah satu rukun Islam tentunya wajib dilaksanakan oleh kaum muslim. Seluruh umat Islam yang sudah baligh dan tidak berhalangan tidak diperkenankan meninggalkan ibadah yang momen pelaksanannya hanya satu tahun sekali ini. Tua, muda, laki – laki, perempuan, kaya, miskin, orang Indonesia, orang Arab, orang Inggris yang mengaku beragama Islam, tak terkecuali wajib menjalankan puasa Ramadhan.

Barangkali kamu sering merasa berat karena harus menahan lapar dan dahaga selama berpuasa sebulan penuh lamanya. Tapi percayalah, kamu termasuk orang yang beruntung karena menjalankan ibadah  ini di Indonesia. Nggak percaya? Nih simak alasannya. 

1. 1. Durasi puasa di indonesia relatif tidak lama

Matahari hanya terbenam selama 55 menit via http://www.aljazeera.com

Di Indonesia, puasa dimulai sejak waktu imsak sekitar pukul 04.15 sampai magrib tiba di pukul 17.30. Itu artinya kamu harus menahan rasa haus dan laparmu selama kurang lebih 13 jam sampai waktu berbuka. Durasi ini masih terbilang tidak cukup lama dibandingkan umat Islam yang tinggal di negara – negara bagian utara sana seperti Denmark, Finlandia, Islandia, Inggris, dan sebagainya.

Bayangkan saja, mereka yang menjalankan puasa di Inggris harus menahan haus dan lapar mereka selama kurang lebih 18 jam. Sedangkan di Finlandia, matahari hanya terbenam sekitar 55 menit yang artinya, siang hari berlangsung sangat lama dan mereka harus berpuasa selama 23 jam 5 menit atau hampir 24 jam. Kalau dibandingkan dengan durasi waktu berpuasa di Finlandia, kamu yang di Indonesia lebih beruntung. 

2. 2. Suhu udara di indonesia terbilang cukup stabil

Suhu udara di Arab bisa mencapai 60 derajad celsius via http://dissolve.com

Beberapa wilayah di Indonesia, terutama yang dilalui garis katulistiwa terkadang memiliki suhu udara tinggi yang membuat kita mudah merasa gerah dan kepanasan. Sebaliknya, beberapa wilayah yang terletak di dekat pegunungan memiliki suhu udara yang relatif dingin. Meski demikian, suhu Udara di Indonesia masih terbilang wajar karena suhu panas tertinggi masih berada di angka 36-38 derajad celsius. Di beberapa negara di daerah Timur Tengah, suhu udara bisa mencapai hingga 60 derajad celsius. Di suhu udara 34 derajad celsius aja kamu udah sering mengeluh dan malas beraktivitas, kira-kira apa yang bakal kamu lakuin di bulan puasa pada suhu 60 derajad? 

3. 3. Banyak jenis makanan yang bisa kamu pilih untuk jadi menu sahur ataupun berbuka

Advertisement

Menu takjil bervariasi via https://ramadan.sindonews.com

Kamu pasti setuju kalau menu-menu makanan di Indonesia sangat bervariasi dan hampir semuanya lezat. Bukan hanya menu sehari-hari, tapi menu khas ramadhan juga pastinya menggugah selera dan bisa sangat mudah kamu temukan. Saat menjelang buka puasa, kamu pasti sering melihat para penjual takjil dan jajanan sudah berjajar rapi dipinggir jalan. Kamu tinggal pilih mau berbuka dengan es degan, kolak, es doger, es buah, jajanan pasar, ataupun menu-menu masakan khas Indonesia seperti sate, nasi padang, dan sebagainya. Semuanya sudah tersedia di depan mata.

Hal ini tidak akan kamu temukan di negara-negara yang berpenduduk Islam minoritas seperti Jerman, Denmark, Prancis, Belanda, dan lainnya. Menu buka puasa tidak akan sevariatif yang ada di Indonesia. Tidak ada penjual yang menyediakan menu khusus untuk penduduk muslim yang berpuasa. Alhasil, mereka memakan apa yang mereka makan sehari-hari. Bahkan, tak jarang merekapun kesulitan menemukan makanan yang halal. 

4. 4. Banyak teman yang juga berpuasa

Banyak warung tutup selama bulan Ramadhan via https://twitter.com

Lingkungan yang mendukung akan membuatmu lebih bersemangat mengerjakan suatu aktivitas kan. Demikian juga kalau orang-orang di sekitarmu berpuasa. Kamu akan lebih bersemangat karena merasa dikelilingi orang yang merasakan haus dan lapar seperti yang kamu rasakan. Ketika kamu lemas di siang hari karena puasa dan melihat  teman kantormu sedang semangat bekerja,  kamu akan ikut termotivasi  untuk  ikut bersemangat dan tidak menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Di samping itu, di bulan puasa kamu tidak akan melihat banyak toko makanan yang buka.

Jika ada warung makan yang buka, mereka sering menggunakan tirai untuk menutupi makanan ataupun orang-orang yang sedang menikmati makanan di dalam warung tersebut. Tentu saja hal ini akan mengurangi godaanmu di bulan puasa ya guys. Di negara-negara dengan jumlah umat Islam minoritas kamu tidak akan merasakan kondisi ini. Teman-temanmu akan makan sesuka mereka saat lapar dan warung-warung makan juga kafe akan buka seperti di bulan-bulan lain. 

5. 5. Kamu bisa menemukan tempat ibadah di manapun kamu berada

Budaya shalat tarawih berjamaah di masjid via http://kaltim.tribunnews.com

Di Jepang, ataupun negara-negara dengan minoritas orang Islam, jumlah masjid tidaklah banyak. Terkadang umat muslim di sana merasa kesulitan saat waktu shalat tiba jika mereka sedang berada di wilayah yang tidak memiliki tempat ibadah untuk orang Islam. Saat tiba tarawih terkadang mereka akan shalat berjamaah dengan keluarga saja ataupun sesama muslim yang bisa mereka temui. Itupun jumlahnya tidak banyak. Coba bandingkan dengan suasana shalat tarawih di Indonesia. Saat mendengar adzan isya, orang akan berbondong-bondong datang ke masjid untuk melaksanakan shalat isya dan tarawih berjamaah. Semua masjid di seluruh pelosok Indonesia memperlihatkan pemandangan yang sama. Suasana luar biasa yang tidak kamu temukan di bulan-bulan lainnya.

Nah, kamu beruntung kan puasa di Indonesia. Mulai sekarang kalau pengen mengeluh dan lemes-lemesan lagi saat puasa ingat saudara-saudara kamu di Finlandia yang puasanya sampai hampir 24 jam. Ingat teman – teman di Timur Tengah yang harus menahan haus di siang yang terik dan panas. Semoga kamu bisa lebih semangat menjalani puasa di bulan Ramadhan ini ya. Semoga ibadah puasa kita semua diterima Allah dimanapun kita berada.