Kadang saya suka merasa lucu saat sedang berbaur dengan manusia yang lain. Saya sadar bahwa budaya orang Timur memang gemar gotong royong. Bagi sebagian orang timur, mengerjakan segala hal sendirian seringkali dipandang sebelah mata. Ada yang menilai jika orang yang gemar mengerjakan sesuatu sendiri dikategorikan sebagai kelompok orang egois. Dan yang lebih parah laagi ada juga yang bilang kalau orang ini memang nggak punya teman dan kerabat.

Sebenarnya hal ini cukup menggelitik. Kenapa harus ada paradigma seperti itu yang berkembang di masyarakat? Bukankah mandiri itu bagus? Bukankah tidak bergantung kepada manusia itu keren? Dan bukankah setiap manusia memang membutuhkan waktu dan ruang sendiri?

Jadi buat kamu yang masih sering mengkhawatirkan dan memandang kecil kesendirian seseorang, coba deh tengkok sebentar saja artikel ini. Siapa tahu bisa membuka jendela hati dan pikiranmu!

1. Karena Me Time Bukan Tolak Ukur Seorang Manusia yang Sedang Kesepian

I’m not lonely via http://wwww.pexels.com

Masalah klasik sebagai makhluk sosial adalah me time seringkali dicap sebagai bentuk penolakan teradap orang lain untuk diterima oleh masyarakat pada umumnya.

Jadi banyak orang berpikir kalau me time itu ya karena dia nggak punya teman, pasangan, dan kerabat untuk menghabiskan waktu bersama.

Nah ini lo yang kadang bikin gemes. Kok bisa mikirnya sedangkal itu. Kita memang makhluk sosial yang butuh orang lain, tapi bukan berarti kita nggak butuh diri sendiri kan? Tetap aja teman terbaik dan musuh terhebat adalah diri sendiri. Jadi kenapa nggak kita mencoba berteman lebih baik dengan diri sendiri, meluangkan waktu untuk me time biar lebih kenal dan bisa menyenangkan diri sendiri. 

2. Sendiri itu Baik, Karena Kamu Jadi Tahu Seberapa Hebat Dirimu Berkat Kesendirianmu

Sendiri itu Hebat via http://www.pexels.com

Advertisement

Manusia itu kadang lucu, sebenarnya dia bisa melakukan banyak hal sendirian. Tapi karena sudah nyaman dengan bergantung pada orang lain, misalnya pacar, jadilah hidup serba kecanduan bantuan orang lain. Dan memang benar jika sendiri itu selalu mengajarkan pada kita di mana letak batas akhir kemampuan kita. Sampai mana kita tangguh menghadapi segala persoalan sendirian, sampai mana kita hebat menyikapi semua masalah hidup. Dan hanya kesendirian yang mengajarkan itu. Jadi sekali lagi jangan pernah takut sendiri.

3. Faktanya Kita Butuh Sendiri Karena Kita juga Punya Hak untuk Tidak Selalu Bersikap Atas Dasar Menyenangkan Orang Lain

Bahagia untuk Diri Sendiri via http://www.pexels.com

Nah kasus ini erat kaitannya dengan keberadaan sosial media. Ketika ramai orang mulai mengunggah gaya hidupnya, kisah perjalanan hingga kesuksesan hidupnya. Bukankah ini waktu yang tepat untuk menikmati hidupmu sendiri tanpa harus melihat kisah orang lain? Dan sekali lagi ku tegaskan, misi hidupmu bukan untuk menyenangkan orang lain semata.

4. Yakinlah Bahwa Orang yang Bisa Menghargai Dirinya Sendiri adalah Orang yang Mampu Menghargai Orang Lain

Love Yourself via http://www.pexels.com

Jika kamu sudah bisa menghargai dirimu sendiri, percayalah kamu pasti juga bisa menghargai orang lain dengan lebih baik. Karena kamu tahu betul sikap seperti apa yang akan menyakitimu, jadi kamu akan memperlakukan orang lain dengan lebih bijak dan hati-hati saat bertindak.

5. Me Time itu Baik, Jadi Jangan Ragu Mencobanya

Sejujurnya saya benar-benar ingin merekomendasikan me time bagi pembaca sekalian. Menghabiskan waktu sendiri dnegan berjalan-jalan, berbelanja, atau mungkin sekedar untuk membaca buku di taman. Cobalah untuk melakukannya sendiri. Hanya mengerjakan apapun yang kamu inginkan, tanpa bayang-bayang komentar orang lain, tanpa bayang-bayang takut anggapan orang lain. Bahagiakan dirimu karena kamu berkewajiban membahagiakan diri sendiri. Dan semoga tulisan ini menyadarkan manusia yang gemar menggosipkan kesendirian seseorang.

Sesungguhnya mereka termasuk bagian orang yang lucu karena menertawakan kemandirian orang lainnya.