Terlepas dari ajaran Islam yang mewajibkan seluruh umatnya untuk mendirikan salat lima waktu, tentu saja selalu ada alasan-alasan logis mengapa sebaiknya, idealnya, bahkan seharusnya, kita memilih pasangan hidup yang rajin dan konsisten menunaikan ibadah salat wajib yang lima.

Saya sama sekali tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun di sini. Jadi, jika kamu orang Islam, merasa tersindir dengan apapun yang saya tulis di sini, saya tidak menerima keluhan dalam bentuk apapun. Saya juga sama sekali tidak bermaksud menyamakan Salat dengan memilih pasangan. Sungguh, salat tidak akan bisa disamakan dengan kegiatan apapun. Ini hanya sebuah konsepsi yang ingin saya tuangkan.

Karena ibadah salat adalah ibadah dasar. Ibadah paling wajib untuk mereka yang memeluk Islam. Yang tetap harus didirikan apapun halangannya. Walau sampai dalam posisi terlentang tak berdaya.

Salat lima waktu jadi punya filosofi yang lebih dalam dalam hidup. Dan saya (yang penuh rinai dosa ini) mencoba untuk menghubungkannya dengan mengapa ini menjadi parameter penting untuk urusan memilih pasangan hidup. Iya, betul! Yang saya maksud dengan pasangan di sini adalah pasangan hidup. Suami atau isteri.

1. Karena Salat punya syarat dan rukun sebelum dan saat ia bisa dengan sah didirikan. Syarat adalah hal-hal yang harus dipenuhi sebelum Salat didirikan, rukun adalah hal-ihwal yang harus ditunaikan di dalam Salat.

Mumpung Ramadan, rajin-rajin Salat, yuk! via https://forthebetterfuture.files.wordpress.com

Bahkan Salat mengajarkan kita untuk selektif. Untuk memiliki parameter dan standard yang jelas. Syarat didirikan Salat sebelum ia boleh ditunaikan antara lain adalah Islam, Suci, Menutup Aurat, Masuk Waktu, dan Menghadap Kiblat.

Bayangkan jika metode ini kita terapkan saat memilih pasangan hidup. Bukan artinya kita punya standard yang tinggi dan kelewatan. Coba kita lihat, syarat Salat dimulai dengan keyakinan atas ajaran agama. Jika sebuah hubungan dilandaskan dengan keyakinan yang sama, artinya hubungan itu sudah punya satu visi yang ideal untuk dijalani bersama-sama.

Suci saya artikan sebagai keduanya bersedia untuk sama-sama jujur dan menjaga kehormatan diri. Masuk Waktu sama saja dengan momentum yang pas, tidak dalam kondisi terburu-buru atau berlama-lama. Semuanya masuk akal dan tidak berlebihan, kan?

Advertisement

Begitu juga dengan rukun Salat. Adalah kumpulan perkataan dan perbuatan yang tidak boleh luput selama Salat dijalankan. See? Betapa kerennya Salat! Sekarang, saat dianalogikan dengan memilih pasangan hidup. Hal yang sama juga akan melahirkan kesempurnaan. Saat kita dengan sengaja menetapkan apa saja hal yang harus dan tidak boleh dilakukan bersama pasangan. Ideal!

2. Karena Salat menduduki waktu-waktu paling strategis dalam kehidupan manusia. Lima kali dalam sehari, Salat dimulai sejak membuka mata sampai menjelang mata kembali dipejamkan.

Lima kali dalam sehari itu nggak seberapa, lho! via https://harakatuna.files.wordpress.com

Lima kali dalam satu hari. Jika kita semua telah sepakat hitungan satu hari sama dengan 24 jam, dan jika boleh direratakan, makan kita akan Salat setiap 4.8 jam sekali.

Pasangan yang ideal adalah mereka yang senantiasa menjaga komitmen dengan pasangannya. Bukti komitmen ini bisa berupa keyakinan dan ke-saling-percayaan. Jika kamu bisa mendapatkan pasangan yang mampu dengan konsisten menjaga ibadahnya lima kali sehari, kamu semestinya tidak meragukan komitmennya terhadap apapun, dong?

Karena logikanya, kepada DIA yang Maha Gaib saja pasangan kamu bisa menjaga komitmen untuk senantiasa menyembahNya. Untuk menjaga kepercayaan dan komitmen cintanya kepada kamu yang begitu menawan hatinya tentu saja bukan hal yang sulit. Ia sudah terbiasa 😉

3. Karena Salat adalah sebuah ibadah yang absolut. Tidak ada satu hal pun (kecuali kematian) yang bisa menggugurkan kewajiban seorang yang beragama Islam untuk meninggalkan Salat.

Konsistensi adalah kunci sukses sebuah hubungan. via https://www.flickr.com

Pasti kamu sudah sering sekali (atau bahkan nyaris jengah) mendengar betapa Salat lima waktu adalah ibadah paling basic basgi seorang Muslim. Posisinya begitu agung dan wajib dilakukan oleh setiap pribadi. Harus tetap dijalankan bahkan jika dalam keadaan berbaring.

Apa yang istimewa dari hal ini? Tentu saja ada! Itu artinya Salat bukan hanya dijadikan sebagai sebuah ritual keagamaan, melainkan menjadi kebutuhan. Sbeuah kebutuhan yang mampu membuat orang-orang yang melaksanakannya dengan rutin dan konsisten merasa hampa jika kehilangan satu saja dari waktu Salatnya.

Ini istimewa sekali, bukan? Saat analagi ini disematkan kepada pasangan hidup kita. Saat ia memandang kita bukan lagi sebagai pribadi yang lain, tapi pribadi yang telah menyatu dengan dirinya, mejadi sebuah entitas yang sama. Sudah mencapai tingkat kebutuhan dasar untuk senantiasa saling mencintai. Romantis!

4. Karena keteraturan dan kedisiplinan dalam Salat mengajarkan begitu banyak hal.

Hubungan yang baik dimulai dengan keyakinan. Selanjutnya kita hanya perlu disiplin memupuknya dengan cinta 😉 via https://almakmun83.files.wordpress.com

Seperti yang saya utarakan (dan sudah kita tahu semua), bahwa Salat punya syarat dan rukun yang spesial. Yang membuatnya teratur dan koheren. Begitu juga dengan keseinambungan pelaksanaannya. Salat, dalam satu hari satu malam, didirikan secara konsisten mulai dari matahari terbit sampai tenggelam.

Kedisiplinan dan kteraturan akan beberapa hal ini akan menjadi luar biasa saat kita analogikan dnegan pasangan hidup yang ideal.

Coba kamu bayangkan, pasangan kamu akan dengan penuh cinta melayani kamu sesuai dengan apa yang kamu butuhkan. Akan memberikan semuanya dengan teratur dan tidak mebiarkan kamu larut dalam hidup yang berantakan. Ia juga memastikan hidup kamu senantiasa dipenuhi cinta sepanjang hari, sepanjang tahun, sampai mata tertutup utnuk selamanya. Karena tidak ada yang bisa dan boleh membuat ia berhenti melakukan itu semua.

5. Karena Salat bukan hanya terdiri dari untaian kata dalam doa, tapi juga gerakan-gerakan yang runut dan sistematis, serta sebuah niat tulus yang harus melesak dalam ke sanubari.

Salat punya tiga komponen utama. Niat, perkataan, dan perbuatan. Cinta juga begitu 😉 via http://1.bp.blogspot.com

Seperti halnya cinta dan pasangan paling baik dalam hidup kamu. Tentunya kombinasi kesempurnaan yang dibalut dalam tiga hal utama, niat, perkataan, dan perbuatan. Sebuah kombinasi sempurna untuk kriteria pasangan hidup yang ideal.

Karena cinta memerlukan niat yang tulus dan kuat untuk memulainya dan selama menjalaninya. Cinta juga tentusa saja harus dibuktikan dengan ucapan, dengan perketaan yang menyejukkan dan membuat keduanya semakin terikat. Terakhir, cinta dari pasangan hidup yang ideal juga selalu ada pembuktian berupa perbuatan. Entah perbuatan dalam skala besar maupun kecil.