Sekarang zamannya startup, kemana-mana terdengar kabar anak muda usia 20 tahunan sudah mampu memperoleh investasi bermiliaran. Atau mungkin kabar si anak tetangga sebelah yang sudah ke semua benua di dunia dan sangat menikmati hidup. Hingga pada akhirnya muncul rasa kepengen juga nih. Lalu apa kabar dengan pekerjaanmu saat ini? Berikut penulis sadurkan beberapa alasan yang seringkali kamu dengar dan mencoba menelaah apakah bijak untuk mengambil keputusan resign karena alasan tersebut.

1. Keluarga di Kampung Halaman

Keinget Papa Mama apalagi bagi sang perantau.. via http://duatelinga.com

"Mama pengen kamu disini, bareng-bareng sama kita."

"Papa rasa kerjaan kamu disana juga ga sebagus di kota kita sendiri. Balik saja kali ya dek?"

Beberapa kalimat di atas mungkin pernah kamu dapatkan ketika berkomunikasi dengan orangtua khususnya bagi yang perantauan. Terbayang wajah mereka yang bertambah tua dan sangat berharap bisa dekat dengan anak semata wayangnya, yakni kamu. Sah-sah saja apabila hal ini membuat kamu ingin meninggalkan pekerjaan saat ini dan berangkat pulang.

Tapi ingat, sebelum kamu memutuskan hal tersebut, pastikan kamu sudah memiliki rencana hal baru yang akan kamu kerjakan di rumah agar tidak membebani orangtua dari segi keuangan. Ga banget dong kalau sampe resign dan nyodorin tangan lagi untuk meminta duit ke orangtua?

2. Keliling Dunia!!

Advertisement

Keliling dunia seperti angin yang mengitari seisi angkasa via http://duatelinga.com

Siapa sih yang engga mau keliling dunia? Melihat ramenya postingan Instagram atau Path teman-teman yang lagi mengunjungi Jepang untuk melihat indahnya sakura, berenang di tepian pantai pulau Raja Ampat hingga mendaki gunung Everest, semuanya kita pengen! Nah, yang paling ekstrem, banyak nih orang-orang yang ternyata resign gara-gara pengen banget mewujudkan impian masa kecilnya ini, keliling dunia. Biasanya, motivasi akut yang melatarbelakangi adalah "mumpung belum berkeluarga, puas-puasin kebebasan untuk berkeliling dunia tanpa ada tanggung jawab".

Pertanyaannya adalah apakah tabungan kamu sudah lebih dari cukup untuk hal ini? Apabila keliling dunia termasuk dalam list impian masa kecilmu dan tabunganmu mencukupi, it's okay untuk mencoba menuruti keinginan hati ini. Tapi sebelum memutuskan untuk resign, coba dulu hitung jatah cuti barangkali masih cukup untuk diambil tanpa harus ambil langkah resign. Kalau memang kamu lagi suntuk dengan kerjaan kantor dan berharap tidak pernah lagi kembali ke perusahaan tersebut, baru deh resign menjadi keputusan yang tepat.

3. Mengejar Mimpi Pribadi!

Jangan biarkan dirimu terkurung! via http://duatelinga.com

Nah, kalau alasan ini, murni alasan yang didasari dari diri sendiri. Banyak banget yang kepingin resign karena mendadak memperoleh kekuatan untuk mengejar apa yang diinginkan sedari kecil, membangun badan perusahaan, startup, kreasi seni sendiri, toko kue, berganti profesi menjadi make up artist, anything! One million dollar advise, boleh-boleh saja kamu resign untuk mengejar impianmu ini asalkan kamu benar-benar memiliki tekad yang kuat untuk mewujudkannya!

Jangan semata-mata karena dorongan pacar ataupun karena termotivasi sesaat. Kenapa tekad menjadi hal yang penting? Karena once kamu memutuskan untuk resign, kamu akan seutuhnya memperoleh pendapatan dari apa yang kamu lakukan. Dan….apabila kamu memulai sesuatu hal yang baru, belum tentu langsung menghasilkan uang pada awalnya, oleh karena itu godaan untuk berhenti akan ada setiap saat. Kalau tekadmu bulat, kamu berhasil melewati masa jatuh bangun demi mengejar impianmu!

4. M.E.N.I.K.A.H.

Fase hidup selanjutnya, pernikahan via http://olivo.co.uk

Ya! Menikah adalah memasuki jenjang baru yang cukup serius bagi generasi milenial. Bagaimana tidak, berganti status dari yang awalnya lajang menjadi calon orangtua yang bakal dipenuhi dengan momen bayi dan temu keluarga. Tidak jarang orang akhirnya memutuskan resign untuk 100% mendalami peran yang akan dijalani. Boleh-boleh saja untuk sekadar berfokus ria pada tahap pernikahan, tapi bukan berarti pendapatan harus berhenti karena alasan ini kan? Terutama apabila kamu adalah kaum pria yang harus menafkahi seutuhnya anggota keluarga baru.

Demikian juga apabila kamu ada seorang wanita, bekerja dapat meringankan beban nafkah dari sang suami dan mempercepat kalian berdua untuk memperoleh hal lain yang diinginkan (memperbanyak modal untuk membuka usaha atau membeli rumah). So, pastikan lagi apakah menikah benar-benar akan menguras semua perhatian dan waktumu sehingga worth it untuk meninggalkan pekerjaan saat ini. Jika ya, let's go for it!

5. Politik Kantor

Sering berkonflik? Cikal bakal resign seseorang.. via https://speckyboy.com

"Ih, sebel deh, mentang-mentang atasan sikapnya bossy abis!"

"Duh, ngapain gua habisin waktu dan energi demi orang yang ga pernah menghargai kerjaan gua?"

Kalau di antara kamu sempat mengucapkan perkataan yang kurang lebih intinya sama dengan yang di atas, maka kamu sedang mengalami konflik politik kantor alias lingkungan kantor yang penuh dengan sandiwara. Sangat-sangat wajar apabila kamu merasa tidak nyaman dan pada akhirnya memikirkan apakah resign merupakan jalan terakhir untuk menyudahi perkara psikologi yang terjadi.

Saran saja nih, coba kamu pikirkan lagi apakah benar para "oknum" tersebut melakukan hal yang benar-benar tidak bisa ditolerir dan apakah kamu sendiri sudah terus terang mengatakan apa yang kamu rasakan? Terkadang kita mau tidak mau harus berani menghadapi mereka dan mengutarakan apa yang dirasakan. Kalau tantangannya adalah karena masalah jabatan dan sistem kantor yang agak 'pilih kasih' sehingga membuat kamu susah berkembang, mungkin ada benarnya untuk mencoba peruntungan di tempat lain yang lebih berprospek. Tapi, sekali lagi, pastikan kamu sudah ada pengganti alias ada tawaran di perusahaan selanjutnya sebelum menyudahi yang sekarang ini. Jangan biarkan masa depanmu hilang begitu saja karena situasi yang tidak mendukung. Tetap percaya sama nasib yang dipegang di tanganmu sendiri, semoga sukses! 🙂