Kamu pernah jadi secret admirer seseorang? Dan suka kepoin akun medos seseorang secara rutin? Atau kamu iseng-iseng kepoin akun medsos milik orang lain yang nggak dikenal? Kamu tahu kan dampak kebanyakan kepo seseorang bisa membuat nggak bisa tidur, marah, stres, mual muntah, sedih bahkan kepikiran~ 

Nah, kalau kamu sedang dalam keadaan bad condition, ada kalanya hal tersebut bakal membuat pikiranmu tambah runyam. Pikiran yang nggak jernih pun mungkin bisa membuat beberapa pekerjaanmu terbengkalai. Nggak mau kan, hanya karena kebiasaan 'akut'-mu itu mengubah rencana yang sudah kamu susun dengan matang. Yuk, simak beberapa cara ini agar kamu mengurangi kekepoan yang mendalam hehe

1. Positif thinking

positif.. positif ya, positif via https://id.pinterest.com

Menghadirkan pikiran positif memang gampang-gampang susah, apalagi untuk kamu yang sedang dilanda rasa penasaran. banyak hal yang membuat pikiranmu kemana-mana. Padahal, salah satu kunci utama yang dapat megurangi kebiasaanmu stalking akut yakni dengan positif thinking. Kamu sebisa mungkin harus melawan devil si pembawa ketakutan dan keraguan di dalam kepala. Alih-alih nanti kamu keterusan dan ketagihan buat ngepoin orang.

so, stay in positive vibe ya !

2. Jangan banyak beranggapan

woa, jangan sampai over thinking ya 🙁 via http://themindunleashed.org

Advertisement

beranggapan itu sah-sah saja ibaratnya kamu mengeluarkan pendapat. kamu bebas beranggapan apapun terhadap obyek yang baru saja kamu lihat atau kamu tahu.

tapi apakah anggapanmu selalu benar pada hal yang baru saja kamu tahu?

Well, misalnya saja kamu baru membayangkan kenangan yang manis-manis dengan sang gebetan. lalu kamu ada jadwal rutinan nih stalking foto gebetan kamu, tapi ternyata kamu menemukan dia sedang komen-komen asik dengan seorang cewek yang terlihat begitu akrab. Wahh, apa nih yang bakal kamu rasain? Mood berubah 180 derajat, pengen makan pop corn sambil meremas wadahnya atau langsung mengubah rasa 'kupu-kupumu' itu? Ini cuma sekedar contoh kecil saja lho. Kalau contoh kecil seperti ini saja bisa mengubahmu bagaimana dengan hal lain-lainnya? Intinya jangan sampai kebiasaan akutmu mempengaruhi kejiwaan dan pikiranmu. Nanti mbledos kayak masnya di atas lho.

3. Karena semakin banyak tahu kamu akan semakin mengutuk dirimu

lho kok, jadi kodok?? via http://reginatheyser.blogspot.co.id

Pernah merasakan rasanya syok saat mengetahui hasil stalkingan? Merasa dirimu lebih kecil dibandingkan dia atau mereka? Kamu mungkin merasa oke 'aku kalah' atau 'oke, aku nyerah aja'. Oh c'mon, dunia bukan hanya hasil stalkingan kamu saja! Semakin sering dan banyak kamu kepo semakin besar pula kemungkinan kamu mengutuk dirimu. Bukan jadi monyet atau kodok ya tapi. Memojokkan diri sendiri pada keadaan yang belum tentu benarnya. padahal kamu adalah orang yang cukup potensial, masa iya kepo sedikit rusak diri sebelanga

4. Ingat : kadang ekspektasi beda sama realita

beda ya bedaa.. inget via http://hellomydaily.blogspot.co.id

Kalian sudah pernah dengar pastinya ungkapan :

'realitas emang selalu jauh dari ekspektasi kok'

Nah kalau menyangkut kepo-menkepo lebih baik kuatkan hati dan kurangi ekspektasi ya. Apalagi kamu sedang jadi stalkernya mantan atau gebetan. banyak-banyak berpikir realita saja deh.

5. Dia yang kamu stalking nggak akan peduli dengan kekagetanmu

tuh kan nggak peduli via http://carolinangelia.blogspot.co.id

Jangan ambil pusinglah hasil stalkingan namanya juga iseng. Kamu perlu bersikap cuek pada apa yang kamu hadapi. Toh, dia juga mungkin nggak peduli semenderita apapun kamu. Bukan nggak peka tapi ya, biasa saja ah. Siapa yang menanam akan memanen. Siapa yang stalking maka dialah yang menang(gung) ehehe. Iya kalau yang di-talk orangnya baik dan dapat dijadikan panutan. Tapi kalau itu malah membuatmu pesimis mending jangan deh. Bye bye lah seperti lagu Raisa.