Citra atau sering disebut "Personal Branding" merupakan kesan yang ada pada diri seseorang. Kesan tersebut ditampilkan untuk menjadikan ciri khas dari seseorang agar mudah dikenal. Citra tentu saja ada yang sifatnya alami dan ada juga yang artifisial (dibuat-buat). Citra yang sifatnya alami contohnya adalah ciri fisik yang dimiliki oleh seorang laki-laki, seperti: dada bidang, kaki berbulu, berjanggut/berkumis, dsb.

Meskipun seorang laki-laki memakai baju wanita, orang lain akan dengan mudah mengenali bahwa ia adalah seorang laki-laki. Jadi secara alamiah, seseorang akan dengan mudah mengenali orang itu laki-laki ataukah perempuan. Sedangkan citra yang sifatnya artifisial adalah kesan yang dibuat oleh seseorang untuk ditampilkan sebagai jati diri ataupun ciri khas.

Berikut tips-tips membangun citra (personal branding):

 

1. Pakaian

Gentleman's suit

Gentleman's suit via http://tumblr.com

Tidak dipungkiri bahwa, pakaian mencerminkan kepribadian seseorang adalah hampir sepenuhnya benar. Karena hal pertama yang dilihat dari seseorang adalah penampilannya. Pakaian juga dapat membangun kesan pertama, untuk orang lain dapat menilai siapa diri kita sebenarnya.

Misalnya, jika diri kita terobsesi untuk menjadi Rockstar, pakaian yang dipakai pastilah berupa: jaket kulit maupun pakaian serba hitam dengan gambar tengkorak. Hal tersebut untuk menciptakan kesan garang dan berani, seperti layaknya Rockstar. Jadi memperhatikan apa yang kita pakai, menentukan penilaian orang lain dan juga sikap kita nantinya.

2. Gaya Bicara

Speaking fluently

Speaking fluently via http://wolipop.detik.com

Gaya dalam berbicara perlu diatur, termasuk pemilihan kata-kata atau diksi. Misalnya, seorang yang alim akan sering mengucapkan kata-kata yang berhubungan dengan agama. Penggunaan diksi antara mahasiswa dengan anak SD juga pastilah berbeda. Gaya bicara dan penggunaan diksi akan menentukan siapakah kita dalam pergaulan sehari-hari.

Tak jarang ada sebagian orang yang ketika berbicara, melebih-lebihkan nada maupun penggunaan diksinya, tujuannya agar si pendengar merasa terkesan atau memiliki penilaian bahwa si pembicara adalah orang yang hebat, meskipun kenyataannya berbeda.

3. Sikap

Sikap haruslah singkron dengan pakaian yang dipakai maupun gaya bicara. Karena jika ketiga poin tersebut tidak berkesinambungan, maka bisa dikatakan bahwa citra seseorang sudah hancur.

Sebagai contoh, seseorang yang alim meskipun sudah memakai baju yang agamis, gaya bicara yang religius, namun kelakuan bar-bar layaknya seorang preman, maka orang tersebut sudah gagal menjadi seseorang yang disebut "alim".

4. Konsistensi

Consistency

Consistency via http://www.tautweb.com

Membangun citra pun bisa dimana saja, sekalipun di sosial media. Dan membangun citra di sosial media jauh lebih mudah dibandingkan dengan dunia nyata. Dengan mengatur gaya bicara dan penggunaan diksi saja, melalui  re-tweet, update status, ataupun postingan lainnya, seseorang sudah memiliki image yang diinginkan.

Hal yang paling penting dalam membangun citra adalah: konsistensi. Karena bila tidak ada kekonsistensian, kesan yang sudah tercipta akan dengan mudah hancur.

5. Selamat Mencoba

GOOD LUCK!

 

disadur dari: www.denianggriawan.blogspot.com