Mungkin kisah cintaku memang sudah ditakdirkan seperti ini, penuh dengan dilema.

Aku yang tak pernah "selingkuh" merasa sangat awam dengan cinta ini, namun semuanya berjalan begitu saja, memang semulanya aku dan dia merajut cinta tanpa pernah memikirkan hati yang lebih dulu setia menemaniku sampai saat ini, tapi lama-kelamaan perasaan takut akan terbongkarnya kisah ini membuat bathinku merasa tertekan, sangat tertekan.

Kepalaku serasa ingin pecah, hingga akhirnya 5 faktor ini yang membuat asa ku putus untuk meneruskan kisahku dengannya.

 

1. Terlalu Banyak Yang Menentang Keinginanku Memilikimu

Tak peduli apa kata orang nanti, rasa egoisku ingin memilikimu terlalu kuat bila hanya untuk memikirkan perasaan orang lain yang menentang keras keinginanku untuk selalu bersamamu. Namun berbagai alasan agar aku tak melakukannya membuat kepala ini semakin ingin meledak!

2. Wanita Secantik Dirimu Mungkinkah Memilih Aku Yang Tak Lagi Sendiri?

Cinta keduaku

Cinta keduaku via http://3.bp.blogspot.com

Pertanyaan ini membuat otakku terus bekerja tanpa henti menduga jawaban yang akan terlontar dari mulutmu.

Kecantikan dan kepopuleran yang kamu miliki membuatku berpikir, apakah kamu rela menjadi yang kedua?

Pikiranku ini membuat harapanku pupus, karena pada kenyataannya seberapapun kamu juga mencintaiku, kamu tidak ingin menyakiti hati wanita yang ada dibelakangku, terbukti saat malam itu...

Saat kita menangis bersama, mengadu konflik bathin yang sedang terjadi diantara hati kita. Dan tahukah kamu? sambil terisak, ucapanmu yang paling menusuk hatiku ialah...

"Aku juga sayang sama kamu, tapi apa kamu tidak kasihan terhadap dia? Disamping itu, Aku juga ingin seperti wanita lajang yang lain, kita hanya menjalani hubungan tanpa status, Aku ingin bebas pergi kemana saja yang aku mau."

Seperti tersambar petir di siang bolong, aku yang mendengar rintihan tangis disertai ucapanmu itu membuat jiwaku terguncang, karena demi Tuhan, aku tidak pernah melihatmu menangis, bahkan sama sekali tak ada niat untuk membuatmu menangis, maafkan aku.

Aku bukan ingin mengekangmu, tapi aku sangat tahu bagaimana kamu, bagaimana prinsip hidupmu, bahwa sesuatu yang kamu lepas, tak akan kamu cari lagi, dan aku tak mau jadi bagian dari itu, aku tak mau melepaskanmu, supaya kamu tak melupakan aku, mengertilah, ku mohon, aku sungguh tak rela bila ada pria lain di luar sana yang berhasil merebut hatimu disaat hati ini masih penuh dengan rasa ingin memilikimu.

Ok, bisa saja aku membiarkanmu pergi bersama pria lain, tapi apa kamu dapat menjamin tak akan pergi dari hati ini?

Sampai kapanpun aku tak akan pernah berani mengambil resiko itu.

3. Apapun Yang Ku Lakukan Tak Ada Artinya Buatmu

Apapun yang kulakukan tak ada artinya buatmu

Apapun yang kulakukan tak ada artinya buatmu via http://www.stuff.co.nz

Semakin hari, kita semakin sering bertengkar, sebabnya ialah aku yang terlalu egois menginginkan kamu ada hanya untukku, sedangkan kamu yang lajang, merasa ingin bebas dan tak ingin selalu ku kekang.

Berbagai cara kamu lakukan untuk menjauhiku, dari mulai membuatku cemburu dengan pengungkapan frontalmu terhadap kekagumanmu kepada pria lain, memasang raut wajah yang jutek saat bersamaku, dan berusaha memalingkan handphonemu sambil ber-bbm/whatsapp/line/fb ria saat bersamaku. Namun tahukah kamu, memang pada saat kamu melakukannya, aku merasa sangat terbakar, ibarat selembar kertas yang dibakar, dalam sekejap mata aku langsung hangus menjadi abu, tapi itu hanya sementara, sesudahnya aku akan kembali seperti biasa, aku tetap mencintaimu dan sama sekali perbuatanmu itu tidak meluruhkan cintaku untukmu.

Walau begitu, harus ku akui, kesabaranku ternyata memiliki batas, kelakuanmu yang melulu membuatku cemburu, memaksaku melakukan hal bodoh yang aku sendiri sebenarnya tak ingin melakukannya.

Seperti kala itu, saat kita pergi makan di suatu malam, kau terus mencoba membuatku kesal dengan perlakuanmu, hingga pada akhirnya tak elak ku menunjukkan kekesalanku, kamu pun mencoba merayuku agar tidak marah, tapi emosiku telah memuncak, aku tak terbujuk rayumu, namun betapa terkejutnya aku, justru itu malah membalikkan keadaan, menjadi kamu yang marah dan memilih pergi meninggalkanku bahkan saat makan malam kita telah terhidangkan, tanpa pikir panjang aku pun menyusulmu, berusaha mendahuluimu, tapi kamu terus melangkah pergi, sampai akhirnya pikiranku tak lagi terkendali, aku tabrakkan diri bersama motorku ke pohon besar di hadapanmu sampai ku tersungkur.

Lucu memang, tapi semua itu aku lakukan agar kamu mengerti betapa berartinya dirimu untukku, aku tak ingin kamu tinggalkan.

4. Aku Takut Tak Kuat Lagi Menahan Perih Hati

Melalui hari bersamamu kini tak lagi seindah dulu, saat hanya kita berdua yang menikmati manisnya hubungan ini.

Kini ku harus melalui hari yang sangat sulit bersamamu, hampir setiap hari aku berperang melawan rasa cemburu dan egoisku akan cintamu.

Rasa pedulimu terhadap beberapa pria yang setia menemani sosial mediamu membuat hati ini semakin remuk.

Ingin rasanya menyerah akan takdirku, namun ada satu cita yang sangat ingin aku wujudkan bersamamu.

Sampai saat ini, aku masih berusaha bertahan untuk tetap mencintaimu.

5. Memperjuangkanmu Seperti Berlari Menggunakan Treadmill

Kamu selalu dapat mendamaikan hati

Kamu selalu dapat mendamaikan hati via https://www.google.co.id

Semakin hari kamu yang selalu dapat mendamaikan hati ini semakin menjauh, jarak antara kita mulai dapat diukur, apakah sebegitu inginnya kamu tak mau lagi ku sentuh?

Saat ini aku mulai merasa seperti sedang berlari di treadmill untuk menggapaimu, wujudmu begitu dekat, namun sangat sulit tuk ku capai, dirimu seperti sengaja mempermainkan hati ini sampai ku lupa bahwa kamu selalu dapat mendamaikan hati.

Meski bersamaku tak mungkin bagimu, tetaplah di sini menghibur hidupku yang rapuh,tak ingin ku berspekulasi lebih jauh, hati ini sudah terlalu perih untuk mengira dan membayangkan bila kamu benar-benar menghilang dari kehidupanku, betapa suram pastinya hidup ini tanpamu, tak kan ada lagi senyumku, apalagi tawaku, maka dari itu, ku sangat harapkan sabarmu, sampai semua terjawabkan waktu.