Tak bisa disangkal lagi, bahwa film merupakan makanan kita sehari-hari. Ya, film-film mulai dari tanah air sampai film Hollywood mampu membuat kita terhibur dengan aktor-aktor papan atas.

Penikmat film, tentunya tak hanya menikmati film dalam genre tertentu, tapi juga segala genre. Seperti romance, komedi, thriller, horror. Namun, bagi penikmat romance tak melulu harus melihat film dengan setting jaman modern. Ada pun film dengan setting klasik yang tak kalah memukau dari film-film berlatar belakang saat ini. Bahkan, film-film ini diangkat dari novel karya penulis ternama yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Nah, bagi kalian pecinta film sejati, lima film klasik yang diadaptasi dari novel klasik ini wajib kalian masukkan dalam daftar tontonan Minggu ini.

1. Pride & Predudice. Kisah keluarga dengan memiliki lima orang anak yang tengah siap nikah. Ikuti kegalauan keluarga bennet dalam film ini.

Pride and Predudice. via http://static.rogerebert.com

Film ini diangkat dari sebuah novel karangan Jane Austen dengan judul yang sama. Film yang ditayangkan pada tahun 2005 ini, merupakan salah satu film klasik yang sangat sayang kalau dilewatkan. Kenapa begitu? Film romantis yang manis dengan latar belakang Victorian England ini menceritakan mengenai keluarga Bennet dengan kelima anak perempuannya.

Ibu dari kelima perempuan itu takut anaknya yang tertua, Jane, menjadi perawan tua. Maka, dia begitu bersemangat ketika mendengar ada bujangan kaya, Mr. Bingley, dari London yang akan membeli salah satu kastel. Tapi, fokus cerita bukan pada si Jane dan Mr. Bingley, melainkan pada Elizabeth anak kedua keluarga Bennet.

Mr. Bingley datang bersama Mr. Darcy yang angkuh dan terkesan sombong. Awalnya, Mr. Darcy membuat Elizabeth kesal, namun itu hanya kesalah pahaman yang terjadi di antara mereka. Nyatanya, Mr. Darcy berbuat banyak untuk keluarga Bennet. Termasuk dalam hubungan Mr. Bingley dan Jane.

Advertisement

Menonton film ini, kamu akan merasakan bagaimana kehidupan keluarga kecil dengan memiliki lima orang anak perempuan, yang kelimanya belum menikah. Kamu juga akan terpukau dengan pesona Mr. Darcy!

2. Atonement. Bagi seorang anak berumur 13th, sebuah kebohongan yang ia ciptakan bukanlah masalah besar, namun hal ini berdampak buruk bagi kehidupan kakaknya.

Pernahkah kalian membaca sebuah novel romance dan berakhir bahagia? Mungkin, yang hendak disampaikan pada penikmat film ini adalah bahwa tak semua cerita cinta berakhir bahagia.

Film ini yang juga diadaptasi dari novel ini, mengambil sudut pandang yang berbeda, yaitu melalui mata seorang anak berusia 13 yang belum dewasa benar untuk membedakan mana yang benar dan mana yang tidak. Sehingga, ia membuat Cecilia dan Robbie terpisah karena sesuatu yang tak pernah dilakukan oleh Robbie. Briony, adik Cecilia menjadi kunci dari kejadian tersebut namun ia mengatakan hal sebaliknya.

Untuk menebus kesalahan, Briony membuat sebuah pengakuan dosa dalam novel terakhirnya dengan ending yang ia ciptakan sendiri. Penyesalan yang ia tanggung sampai kulitnya mengeriput.

Atonement akan membuatmu tergugu pada akhir cerita, namun akan memberi sebuah makna yang mendalam arti sebuah kejujuran.

…Pada buku itu aku memberi Robbie dan Cecilia apa yang hilang dalam hidup mereka. Aku beri mereka kebahagiaan.”

3. Melalui film Anna Karenina, Kamu akan belajar arti cinta dan kesetiaan!

Anna Karenina. via http://www.gorod.lv

Tak selamanya perselingkuhan itu indah. Itu pula yang mendasari ide dari film Anna Karenina yang diangkat dari novel dengan judul yang sama. Perempuan bangsawan yang sudah memiliki suami dan seorang anak itu, bermain api dengan seorang tentara yang tampan nan gagah.

Cerita dalam film ini, menggambarkan sosok penyabar seorang suami dan juga seorang istri yang tak bisa mensyukuri kehidupannya. Dan, kita bisa mengambil pelajaran dari film ini, bahwa tak selamanya apa yang kita anggap lebih baik dari apa yang kita miliki adalah terbaik.

4. Becoming Jane, film biografi dari penulis terkenal Jane Austen. Kalian pasti tak ingin melewatkannya.

Becoming Jane. via http://ichef.bbci.co.uk

Jane Austen merupakan novelis terkenal pada pertengahan kedua abad 18. Karya-karyanya mengangkat tema betapa pentingnya pernikahan bagi kaum perempuan pada masa itu demi menjamin status sosial dan ekonominya.

Film yang diangkat dari kisah Jane Austen bersama kekasihnya Thomas Lefroy, namun karena keadaan ekonomi membuat mereka tak bisa bersama. Dan, Jane memutuskan melajang sampai akhir hayatnya, meskipun tak sedikit lelaki yang berniat memperistrinya.

Film menyayat hati ini wajib kalian tonton bahwa ada hal-hal yang tak bisa kita kuasai karena keadaan.

5. The Great Gatsby. Siapa sih yang tak terpesona oleh ketampanan Jay Gatsby? Terlebih lagi diperankan oleh Leonardo DiCaprio!

Film The Great Gatsby baru ditayangkan tahun 2013 lalu. Film ini diadaptasi dari karya F. Scott Fitzgerald tahun 1925. Sudut pandang cerita dari film ini adalah dari Nick, tetangga di istana Mr. Gatsby yang diperankan oleh Tobey Maguire. Sedangkan Mr. Gatsby sendiri diperankan oleh Leonardo DiCaprio.

Cerita berawal dari Nick yang pindah rumah ke sebelah puri raksasa milik Jay Gatsby. Nick tertarik dengan orang kaya yang memiliki banyak rumor tersebut. Mr. Gatsby yang sering mengadakan pesta untuk semua orang yang mau hadir, namun tak pernah menampakkan dirinya. Ketika itu, hanya Nick seorang yang mendapatkan undangan khusus dari Jay Gatsby. Usut punya usut, Mr. Gatsby memiliki maksud tertentu terhadap Nick. Yaitu, mempertemukannya dengan sepupu Nick, Daisy.

Bisa bayangkan, seorang miliader dengan wajah tampan gugup di depan seorang perempuan, yaitu Daisy. Menurut cerita dahulu Mr. Gatsby tak memiliki apa pun untuk meminang Daisy, sehingga mereka tak bisa bersama. Maka, saat Mr. Gastby memiliki segalanya ia mencari kekasihnya tersebut dan tetap mencintainya meskipun Daisy telah dipersunting lelaki lain. Bahkan, Mr. Gatsby sengaja mengadakan pesta itu untuk menarik perhatian Daisy dan bertandang ke rumahnya.

Dijamin, saat kalian menonton film ini akan merasa iri dengan Daisy, dan pada akhir cerita akan merasa tidak adil dengan apa yang dialami oleh Mr. Gastby.