Entah dikarenakan oleh hal apapun itu, menjadi susah tidur saat tengah malam atau bahasa kerennya "insomnia" seakan menjadi penyakit permanen stadium akhir. Tidak sedikit dari keluarga, sanak saudara, sahabat dan kerabat dekat yang peduli akan keadaan ini. So, tidak sedikit dari mereka yang akan mengomentari dengan berbagai opini bahwa hal itu tidak sehat, bakalan kurang darah, harus minum susu biar ngantuknya cepat dan bla...bla...bla...

Well, kami tahu pasti hal ini tidak baik untuk kesehatan, namun mau diapakan lagi jika memang susah tidur saat tengah malam. Bukannya tidak mau memaksa diri sendiri, kami hanya mencintai tengah malam. Nah, beberapa hal di bawah ini yang kalian harus tahu dari kami yang mencintai tengah malam.

 

1. Terlepas dari "Insomnia" atau tidak, kami hanya tahu bahwa "Tengah Malam" adalah "Kekasih" dan kami mencintainya.

Midnight Lover

Midnight Lover via http://www.vemale.com

"Bro, belom tidur lo? awas kurang darah lo, tiap malam begadang mulu. Besok kan kita masuk pagi"

Kalimat di atas sudah sering kami dengar dari para sahabat "sekosan" yang mungkin bosan ngeliat hampir tiap malam kami begadang terus, padahal gak ada tugas atau ujian di kampus. Bukannya kami tidak menyayangi diri sendiri, dengan menghukum diri sendiri untuk tidak tidur bahkan tidak memiliki rasa kantuk sekalipun, tapi kami hanya “tidak bisa tidur”.

Bukan juga berarti kami tidak memikirkan kesehatan, kami juga selalu berusaha untuk hidup sehat kok sama seperti orang pada umumnya. Kami hanya selalu berpikir untuk melakukan sesuatu saat tengah malam tiba. Jadi, jangan heran orang yang selalu terlihat sibuk atau beraktivitas tengah malam biasanya memiliki kreativitas yang tinggi.

2. Sang pemikir tengah malam “Midnight Thinker”, julukan yang lumayan keren kan?

Bekerja di malan hari (Foto: lifehack.org)

Bekerja di malan hari (Foto: lifehack.org) via http://bisnisliputan6.com

Nongkrong berjam-jam depan laptop entah itu untuk online, dengar musik, main game, nonton film, ngerjain tugas sampai ngerjain project apapun itu bentuknya saat tengah malam juga membutuhkan pikiran. Otak akan selalu berpikir. Saat kita tidur pun otak akan selalu bekerja. “Overthinking”, itu yang selalu dilakukan kami para “midnight thinker”. Bagi kami, tidak ada waktu yang lebih indah untuk melakukan hobi, bekerja, sekaligus refreshing selain waktu yang indah ini. Yeah…that’s midnight

3. Orang yang suka begadang saat tengah malam ternyata lebih cerdas lho

http://2.bp.blogspot.com/-Z5E0crvVhqo/UaDQwuJbLII/AAAAAAAB9f0/qHOagsdlLrM/s1600/Suka_Begadang.jpg

http://2.bp.blogspot.com/-Z5E0crvVhqo/UaDQwuJbLII/AAAAAAAB9f0/qHOagsdlLrM/s1600/Suka_Begadang.jpg via http://news.olshops.org

Selama ini sejumlah penelitian mengungkapkan efek buruk begadang. Namun, penelitian terbaru menyatakan orang-orang yang tidurnya larut malam lebih cerdas. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan psikolog evolusioner Satoshi Kanazawa dan Kaja Perina, pemimpin redaksi Psychology Today, mereka telah menemukan ritme sirkadian, atau jam biologis, bisa dipengaruhi status IQ seseorang. Dan orang-orang dengan IQ tinggi cenderung lebih nokturnal (aktif di malam hari).

Asal waktu luangnya saat tengah malam digunakan untuk melakukan hal yang positif, akan meningkatkan daya pikir kita lho guysso, jangan kapok guys untuk begadang di malam hari selagi hal itu dilakukan hal-hal yang bermanfaat, o.k

4. 4. Istilah “Nycthophilia” pun sudah bisa dilekatkan pada kami yang sudah akut menyukai malam hari dan ketenangannya.

"Night is not something to endure until dawn. It is an an element like wind or fire. Darkness is its own kingdom; it moves to its own laws, and many living things dwell in it" – Patricia A. McKillip-

Bukan hanya untuk mengerjakan setumpuk pekerjaan dan memunculkan ide-ide kreatif, kami mencintai malam dengan kesederhanaan dan ketenangannya. Tidak jarang kami yang disebut sebagai kaum “Nycthophilia” ini sering keluar rumah saat malam tiba hanya sekedar sepersekian menit menghirup udara malam, melepas penat setelah seharian bekerja. Eitss..maksudnya keluar rumah ini bukan yang jauh-jauh lho guys…sekedar duduk manis di balkon atau nongkrong di atap rumah, hanya sesederhana itu akan membuat kami bahagia.

5. Waktu tidur kami memang larut, namun tidak berarti kami lupa akan tanggung jawab esok hari.

http://media.suara.com/thumbnail/650x365/images/2014/08/01/shutterstock_113130913.jpg?watermark=true

http://media.suara.com/thumbnail/650x365/images/2014/08/01/shutterstock_113130913.jpg?watermark=true via http://www.suara.com

Masalah yang muncul ketika semalaman begadang yaitu bangun kesiangan dan yup! Umpatan kekesalan pun memperburuk segala aktivitas hari itu.

“kalau begitu berarti para pencinta tengah malam bangunnya telat terus dong?”

“jawaban saya tidak. Tidak setiap hari. Bukan hanya kami yang mengalaminya. Bangun telat, kesiangan, dan akhirnya terburu-buru terjadi pada setiap orang. Itu adalah hal yang wajar dan akan selalu terjadi pada siapapun juga.”

Percayalah setiap insan “midnight lover” sejati memiliki jam alarm alami. Walaupun jam tidurnya selalu larut, kami selalu bertanggung jawab atas tugas dan pekerjaan kami esok hari. Kami juga mencintai pagi. Kami punya prinsip menghargai dan mengatur waktu dengan bijak agar hal-hal negatif yang kadang orang-orang berpikir akan menimpa kami para pencinta tengah malam tidak terjadi.

 

Nah, itu beberapa hal yang membuktikan bahwa para pencinta tengah malam adalah sekelompok orang yang istimewa. Semuanya berawal dari malam dan ketenangannya. So, apakah anda juga seorang Midnight Thinker, Midnight Lover?