Sangatlah biasa jika kita sebagai manusia seringkali menyimpan rasa kepada manusia lainnya. Hanya saja terkadang ada yang membalas perasaan-perasaan kita secara sederhana hingga istimewa, atau malah sebaliknya. Nah disini pula hati dan logika kita diuji. Akankah kita menerima segala kemungkinan atau menjadi gila hanya karena cinta yang belum tentu terbalas? Berikut adalah 7 kalimat yang (mungkin) mampu menenangkan kita dari segala kemungkinan terburuk dari mencintai :

 

1. "Jikalau kamu tidak membalas pesanku, itu bukanlah masalah besar. Ketimbang menahan rasa padamu, itu tidak ada apa-apanya"

pesanku digantung ya?

pesanku digantung ya? via http://instagram.com

Gak munafik sih, kita kalo lagi suka sama orang pasti deh nunggu-nunggu banget pesan dari orang yang kita suka itu. Cuma tergantung kitanya aja, sangat berharap pesan kita dibalas atau biasa aja. Dan kalo pesan itu ga dibales atau ga ada pesan masuk dari doi pasti sebagian dari kita juga sering kecewa. Iya kan?

Nah sekarang jangan lagi deh terlalu berharap berlebihan dari si doi, apalagi kalo si doi cuma ngasih sinyal lampu kuning buat kita. Atau skenario terburuk, kita cuma dianggap teman bahkan masuk kategori Friend-zone. Jadi kalo pesan kita ga dibalas jangan sedih! Lebih berat mana hayo? Nahan rasa ke orang yang kita suka itu atau nahan ga dibalas pesannya aja? Kalo doi jodoh sama kita, pasti akan ada jalan lain untuk didekatkan. Jangankan balas pesan kita. Tiap hari nanti kita bakal dapet pesan tagihan listrik rumah bareng kok. Percaya deh!

2. "Aku bodoh jika menginginkanmu secepat itu. Karena aku percaya, bahwa cinta datang karena terbiasa."

Mari membiasakan diri, berdua.

Mari membiasakan diri, berdua. via http://instagram.com

Kalian pasti sering mendengar kalimat "Cinta datang karena terbiasa". Dan menurut gue itu bener banget. Kita liat orang jaman dulu, yang main kawin aja. Dan coba bandingkan dengan jaman kita seperti sekarang ini. Orang dulu percaya bahwa cinta memang akan datang jika kita mau mencoba untuk membiasakan diri bersama. Terbukti dari hubungan orang-orang jaman dulu yang tergolong sangat awet dan langgeng dibanding anak-anak muda jaman sekarang yang menganut pacaran dan katanya karena ingin saling tahu dan membiasakan diri.

Tapi kenyataannya malah pacaran-nikah-cerai. Ya gak sih? ya kalo kita mau dicintai dan mencintai dengan awet ya kita harus membiasakan diri bersama meskipun cinta itu tidak datang dengan cepat. Ga ada cinta yang instan. Cinta butuh waktu. Kalo lo mau ketemu sama yang lo sebut jodoh dan langsung jatuh cinta habis itu nikah dan berharap bahagia sampai tua, ikut casting FTV aja

3. "Karena yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah manusia mampu bernegosiasi dengan dirinya sendiri."

Mari bernegosiasi

Mari bernegosiasi via http://instagram.com

Manusia adalah makhluk paling sempurna. Yang mampu bernegosiasi dengan diri dan hatinya. Kita mampu mengontrol logika dan mensejajarkan hati dengan logika. Tidak seharusnya kita kalah dengan keadaan. Tuhan yang sudah menciptakan kita dengan segala rasa, bukan rugi jika kita hanya menggunakan salah satunya saja.

Seperti halnya dengan mencintai. Manusia harus mampu membedakan mana yang baik untuk dirinya dan mana yang tidak. Tuhan benci dengan manusia yang lupa diri. Tuhan tidak suka dengan manusia yang lupa akal sehat hanya karena mencintai yang belum tentu seharusnya dicintai.

Maka berdamailah dengan hatimu, hanya itu yang mampu kita lakukan ketika sedang jatuh cinta. Apapun ujungnya, yang namanya cinta tidak seharusnya menyakitkan dan gila.

4. "Terkadang, menghentikan yang belum terlanjur itu perlu. Karena kita sudah pasti tahu, itu tidak akan semulus yang kita mau."

Coba pikirkan lagi

Coba pikirkan lagi via http://tumblr.com

Terkadang kita sudah tahu bahwa cinta kita pada akhirnya akan bertepuk sebelah tangan. Berusaha itu memang tidak salah, tapi akan lebih baik jika kita bertawakal bukan menyerah. Pada waktu yang entah kapan, kita harus siap dengan segala kemungkinan. Intinya, jika kemungkinan-kemungkinan yang terjadi hanya kecil terciptas, akan ada baiknya kita menghentikan perasaan-perasaan yang belum terlanjur. Sebelum yang namanya patah hati itu ada, sebelum yang namanya bertepuk sebelah tangan lahir dari hati kita. Kita tidak perlu bersakit-sakit karena cinta yang hanya lewat saja.

5. "Akan ada hal-hal yang patut untuk kita rayakan sendiri: patah hati misalnya."

Siapa bilang yang patut dirayakan hanyalah hal-hal yang membahagiakan saja? Kita juga bisa merayakan patah hati sendirian. Kita bisa kesana-kemari tanpa orang lain. Sejatinya kita memang tidak bisa hidup tanpa orang lain, tapi setidaknya kita bisa menyenangkan hati meskipun sendiri. Ada banyak hal yang harus kita jumpai dan lakukan selain memikirkan cinta yang tidak jelas ujungnya. Itulah kenapa Tuhan menciptakan manusia satu Ruh dengan satu badan saja, tidak dua apalagi tiga.

Cari tempat-tempat rekreasi di sekitarmu, entah ke alam terbuka atau ke mall atau tempat-tempat rekreasi indoor lainnya. Atau juga bisa dengan berolahraga yang kita senangi, selain membuat bahagia, berolahraga juga bisa menyehatkan. Yuk jangan tutp mata dengan sekitar kita! Banyak yang harus kita lakukan. Meskipun sendiri ;)