IPK bagus, lulus tepat waktu, rajin, dan paling pinter di kelas adalah dambaan seluruh mahasiswa. Katanya sih, kalau lulus nanti gampang loh dapet kerja. Eits, mungkin ada benarnya. Tapi kenyataannya dari tahun ke tahun, perusahaan itu nggak cuman lihat dari sisi AKADEMIS-nya aja loh. Tapi, ada hal-hal lain yang bisa dilihat dari calon pekerja atau calon karyawannya. So, di bawah ini ada beberapa hal yang mesti kalian lakukan sebelum akhirnya menyandang gelar sarjana!

 

1. Gabung di organisasi biar nambah pengalamanmu

Captain America Civil War

Captain America Civil War via http://marvelcinematicuniverse.wikia.com

Duh! Gue malu kalau harus ikutan kayak gituan! Itu sih buat anak-anak gaul dan pengen eksis aja di kampus! Gue mah apa atuh!

Seriously?

Siapa bilang masuk organisasi cuman khusus anak-anak gaul dan eksis. Kalau itu yang kamu pikirkan, berarti kamu kebanyakan nonton sinetron kayak mama kamu atau nonton FTV kayak pembantu kamu. Nyatanya, di dalam sebuah organisasi, baik itu di kampus atau luar kampus, kita bakal banyak menemukan anak-anak yang biasa aja tapi ada keinginan besar buat berorganisasi.

Tujuan berorganisasi di sini adalah, kalian dapat melatih leader skill kalian. Gimana nantinya kalian bakal memimpin sebuah event atau acara untuk kampus atau jurusan kalian masing-masing. Terus me-manage anak buah kalian agar tujuan yang diinginkan tercapai.

Selain itu, kalian juga dapat melatih communication skill kalian juga loh. Misalnya aja yah, kalau kalian masuk ke sebuah kepanitiaan salah satu acara kampus (misal pensi), dan kalian tertarik masuk di divisi dana, yang tugasnya mengatur segala keuangan yang masuk ataupun keluar untuk acara tsb, pastinya kalian butuh yang namanya "sponsor", kan? Nah, di sanalah skill komunikasi kalian diuji. Gimana nantinya kalian dapat meyakinkan pihak sponsor untuk mendanai acara kalian itu.

Dan secara nggak langsung, kalian dapat meningkatkan pergaulan kalian. Kalian jadi bisa kenal dengan orang-orang baru yang kelak bisa bekerja bersama kalian suatu hari nanti, menambah kenalan dan lain-lain. Dan mungkin, ini yang sering dikatakan orang-orang dengan sebutan "gaul". 

Ih si A gaul banget! bisa ketemu artis B!

 

Ih itu kan CEO perusahaan B, keren banget bisa kenal sama si C!

Di atas ini, mungkin adalah sebagian dari kalian di sosial media yang melihat postingan foto teman-temannya yang dapat bertemu orang-orang ternama. Intinya, dengan berorganisasi, kalian secara tidak langsung maupun langsung, melatih diri kalian untuk lebih siap masuk ke dalam dunia kerja. Hal-hal seperti inilah yang pasti akan di cari perusahaan, dibandingkan angka akademis.

2. Ikutan ajang kompetisi boleh banget

Miss Universe

Miss Universe via https://www.google.co.id

Ajang kompetisi, adalah hal yang patut kalian coba! Di mana di dalam sebuah kompetisi itu, kalian dapat bergaul dengan sesama peserta lain dan meningkatkan channel ataupun link kalian saat selesai kuliah nantinya. Kompetisi yang di maksud di sini, tidak harus kompetisi-kompetisi bergengsi atau berkelas seperti gambar di atas. Melainkan kompetisi-kompetisi yang masih dalam jangka minat dan ketertarikan kalian.

Contoh sederhananya, kalau kalian seorang mahasiswa film. Kalian bisa ikutan kompetisi atau lomba film pendek di kota atau daerah kalian masing-masing. Hal ini bisa kalian jadikan kesempatan untuk mencari kru-kru yang dapat membantu kalian membuat film impian kalian di masa yang akan datang nanti.

Contoh lainnya, kalau kalian seorang mahasiswa komunikasi. Kalian bisa ikutan ajang-ajang pemilihan Abang None, Puteri Indonesia atau semacamnya, yang menuntut kemampuan komunikasi kalian dan memperluas pergaulan kalian di masa yang akan datang. Secara tidak langsung, di sini kalian akan belajar hal-hal baru yang tidak kalian dapat selama berada di kampus. Ini akan menjadi bekal terbaik kalian, ketika akan melamar kerja di sebuah perusahaan yang kalian idam-idamkan nanti.

Selain itu, kalau kalian tidak berencana mencari pekerjaan di perusahaan, kalian juga bisa membuka usaha sendiri atau start up bersama kenalan-kenalan kamu dari setiap kompetisi yang kamu ikuti. Siapa tahu, kalau kamu anak kuliah perhotelan, lalu punya kenalan anak design. Lumayan kan, bisa menambah eksistensi usaha dengan kerja sama tersebut nantinya. :)

3. Part time job lumayan loh bisa ngisi kantongmu

Starbucks Employee

Starbucks Employee via https://www.google.co.id

Just in case, kalau kamu lagi nganggur-nganggur nunggu lamaran kamu direspon oleh perusahaan yang kamu lamar. Hal ini, patut untuk kamu lakukan. Kenapa?

Well, selain bisa dapet tambahan uang jajan dan mengisi waktu kosong kalian. Kerja paruh waktu atau part time job, sangat menguntungkan bagi kalian yang belum lulus kuliah maupun sudah lulus kuliah. Alasannya, kegiatan ini menguji kesabaran, profesionalitas, kedisiplinan, dan semangat kamu dalam bekerja. Nggak dipungkiri, sekarang ini perusahaan sangat mencari orang-orang yang dapat bekerja dalam tim. Di samping itu, kalian bisa menambah teman dan pergaulan kalian.

Terus, hubungannya sama tulisan di paragraf pertama, apa ya?

Nah, hubungannya itu, buat kalian yang sedang berusaha untuk melamar dan menunggu lamaran kalian diterima, sedangkan selama kalian kuliah, kalian pernah mengambil kerja paruh waktu, setidaknya kalian dapat melamar kembali ke tempat kerja yang kalian pernah ambil itu. Nilai positif kalian selama bekerja di sana dulu, bisa menjadi pertimbangan tentunya. Kalau kamu pernah mengambil kerja paruh waktu di sebuah restoran, dan manajer kamu dulu sangat senang dengan hasil kerja kamu, kemungkinan diterima kembali sangatlah tinggi.

Lumayan kan, bisa kerja sampingan dulu sambil menunggu kabar lamaran kita, yang pastinya membutuhkan waktu kurang dari 1 bulan hingga lebih. Dan juga, kalian bisa belajar untuk mandiri, dengan tidak meminta uang dari orang tua lagi. Yang pasti kalian akan lebih bangga dengan uang hasil jerih payah kalian sendiri.

4. Bisnis kecil-kecilan untuk mengasah kemampuan diri

Small business software

Small business software via https://www.google.co.id

Yah! Yang beginian lagi. Kalau nggak punya modal gimana!?

Tenang, kalian bisa memilih-milih kegiatan yang bisa kalian lakukan sebelum nantinya kalian lulus. Saya tidak menyarankan untuk semuanya diikuti (by the way 4 tahun itu lama loh hehehe...). Dan untuk hal yang satu ini, kalian sebenarnya tidak harus memusingkan masalah modal. Bisnis kecil-kecilan itu bisa dari hal-hal yang sederhana dan ide-idenya bisa didapat dari sekitar kita, ataupun pengalaman dalam hidup kita. Jadi, modal uang jajan pun seharusnya sih bisa. 

Contohnya, kalian punya keahlian di bidang masak-memasak, kalian bisa masak air, masak indomie, bikin dadar telur atau telur ceplok, dan bikin kopi. Kalian bisa kan, bikin warkop ala kalian? Tempatnya bisa dari kenalan atau orang-orang terdekat kalian yang bersedia membantu.

Contoh lain, misal kalian punya keahlian di bidang menggambar. Kalian bisa open commision kepada teman-teman, keluarga ataupun saudara/kerabat kalian untuk menawarkan jasa kalian. Cara gampangnya, kalian harus kumpulin gambar-gambar buatan kalian (portfolio), untuk nantinya ditunjukan kepada calon klien kalian, bagaimana hasil jadi gambar buatan kalian. Bahkan, bisnis ini hanya modal alat-alat menggambar dan kreatifitas aja, nggak harus pakai duit toh?! Hehe...

Contoh lainnya, misal kalian bukan anak rajin yang ke kampus buat kuliah. Misal kalian anak warnet, kalian bisa membuka jasa GB (memainkan ID game orang lain dengan jasa kalian), dengan tarif yang kalian tentukan sendiri. Hanya modal komputer dan ketekunan bermain aja kok, komputernya aja nyewa. Santai aja mah! Hehehe...

Atau contoh lainnya, kalau kalian masih bingung mau bisnis apaan, tapi penampilan kalian menarik, dan kalian jago main sosial media. Kalian bisa kan menawarkan jasa endorse. Sekarang ini, udah banyak kok contohnya di instagram. Mereka nggak terkenal di layar kaca, tapi terkenal di sosial media. Ini berguna banget buat melatih mempresentasikan siapa diri kalian, ye nggak?!

Contoh terakhir, kalau kalian punya keahlian berdagang. Kalian bisa membuka toko online buatan kalian sendiri dengan menjual barang reseller dari toko-toko online lain yang sekarang sudah tersebar di berbagai media sosial. Kalian hanya butuh skill komunikasi kalian, agar calon pembeli dapat mempercayai barang-barang apapun yang kalian jual.

Inti dalam hal ini adalah, kita bisa berlatih ketekunan, ketepatan waktu, dan profesionalitas kita dalam bekerja atau mengambil sebuah pekerjaan. Selain itu, bisnis kecil-kecilan dapat melatih kita untuk mengambil keputusan-keputusan dalam bertindak demi menjalankan bisnis hingga akhir. Akan lebih bagus, jika dalam hal ini, kalian bisa melanjutkan bisnis kalian hingga lulus kuliah. Itu akan membantu membuka lapangan pekerjaan baru sesuai minat dan bakat kalian.

5. Buat portfolio semenarik mungkin ya

Life is strange

Life is strange via https://www.google.co.id

Gue sering ikut organisasi kok di kampus, bahkan gue ikut banyak kepanitiaan dalam acara-acara kampus dan di  luar kampus!

 

Gue pernah tuh ikut kompetisi model di salah satu majalah remaja, gue jadi punya banyak kenalan dan teman-teman yang sampai sekarang masih berhubungan baik!

 

Kehidupan kuliah gue, gue isi dengan kerja part time kok. Lumayan lah bisa bantu-bantu orang tua + tambah-tambah pengalaman gue!

 

Eits, jangan salah! Gue bikin bisnis kue gitu sama kakak gue, dan profitnya lumayan loh! Awalnya cuman jualan ke sekitar teman-teman kita aja. Sekarang untungnya lumayan lah buat beli perlengkapan dan kebutuhan kuliah tanpa minta orang tua!

 

Well...!

Bagus kalau kalian udah bisa menghasilkan sesuatu dengan jerih payah kalian sendiri. Tapi, bukan itu yang mau saya bahas. Melainkan kalian harus menyimpan apa-apa saja yang pernah kalian lakukan itu (pengalaman), kumpulkan dan lalu membuatnya ke dalam 1 file.

Sorry kalau tulisan di atas kurang jelas. Maksudnya gini:

Misal di antara kalian adalah seorang anak desain interior, selama masa-masa kuliah, kamu melakukan bisnis kecil-kecilan dengan membuat dekorasi unik dari beberapa orang terdekat kamu. Seperti teman, saudara ataupun kerabat-kerabat kalian. Nah, pastinya setelah hasil dekorasi dan desain interior hingga ide yang kalian tuangkan itu, akan kalian abadikan hasil jadinya ke dalam sebuah foto, kan?

Nah, dari foto-foto itu kamu simpan dan kumpulkan menjadi sebuah portfolio yang menarik, kalian bisa gunakan portfolio itu ketika akan masuk masa magang. Agar kalian bisa melihat tolak ukur seberapa jauh kalian paham akan desain interior yang kalian pelajari selama ini, selera kalian dll. Dan setelah selesai magang, jangan dilupakan portfolio itu. Simpan! Agar setelah tugas akhir/skripsi. Kalian bisa menggunakannya kembali sebagai bahan kalian melamar kerja, ataupun membangun start up dengan kawan atau kenalan kalian nantinya. 

 

Intinya adalah, apapun pengalaman kalian yang pernah kalian ikuti. Jangan pernah kalian hilangkan. Dan kalau bisa, di setiap pengalaman yang kalian ikuti memiliki wujud (bukti), yang menandakan kalau kalian pernah di posisi itu dan kalian dapat menjelaskan pemecahan di setiap masalah yang kalian hadapi di dalam setiap pengalaman yang kalian ambil itu.