“Mereka menganggaku tak ada..”

“Aku merasa di nomor duakan jika berteman dengan mereka..” kata hatimu

Adakalanya kita hidup secara ‘bergonta-ganti’ kelompok bermain sejak SD, SMP, SMA, kuliah atau seterusnya. Untuk menjalani masa adaptasi dengan kelompok baru itulah yang dinamakan fit in. sebagian orang bisa saja mudah menghadapi proses fit in, namun untuk sebagian lainnya fit in adalah hal yang mengkhawatirkan. Bagi mereka yang mudah menghadapi proses tersebut sudah tak menjadi momok lagi tentunya. Sedangkan, bagi mereka yang susah menjalani proses itu bisa saja mengubah pola pikirnya terhadap individu di suatu kelompok itu lho.

Pernahkah kalian merasa berkali-kali fit in dalam suatu pergaulan? Atau ada hal lain yang membuat kalian merasa mengganjal jika berteman dengan mereka? Mungkin beberapa hal ini bisa kalian terapkan dalam menjalani proses fit in.

1. Pahami karakater setiap individu yang ada pada kelompok tersebut

coba pahami… via http://tinybuddha.com

Setiap individu di dunia dilahirkan dengan pribadi yang unik, pun kamu merasa dirimu biasa saja tapi tidak di mata orang lain. Berbagai karakter yang tercipta tentunya didukung oleh lingkungan khususnya pergaulanmu dengan orang-orang sekitar. Ada pepatah mengatakan

"Jika kamu ingin dihargai maka hargailah orang lain."

Untuk menghargai orang lain hal pertama yang perlu dilakukan adalah pahami karakter temanmu, dengan begitu kamu akan tahu dan dapat menghargainya. Tentunya, jika kamu menghargainya dia pun akan menghargaimu juga. Tahap ini penting dilakukan agar mereka paham bahwa kamu menunjukkan niatan baik berteman dengan mereka. Bagaimana pun itu sifat mereka, hargailah. Toh setiap individu tidak ada yang sama bukan? 

2. Buatlah mereka nyaman dengan siapa sebenar-benarnya dirimu

Advertisement

"Jangan pernah menjadi orang lain, walaupun mereka terlihat lebih menarik."

Quotes ini penting dijadikan acuan dalam bergaul entah kalian dalam proses fit in atau memang sudah ‘berhasil’ melewati masa itu. Setiap orang pasti memiliki kelebihan masing-masing dan kamu pun tentunya punya. Jangan merasa bahwa kamu satu-satunya orang ‘level rendahan’ diantara mereka. Tidak. Kamu adalah bagian dari karakter unik yang mereka kelak akan kenal. Beberapa orang mungkin bisa membohongi dirinya dengan menjiplak karakter dari si A yang dianggap paling kece. Tapi, apakah karakter si A dapat diadaptasikan untuk fit in lainnya? Tentu tidak bukan? Oleh karena itu, kamu cukup menjadi diri sendiri untuk membuat mereka nyaman bergaul denganmu. Jika memang mereka menganggapmu sebagai seseorang yang tak masuk akal, aneh dan bahkan mengatai alien. Tak masalah, terus tunjukkan dirimu yang sebenarnya. Toh niat baik seharusnya mendatangkan hasil yang baik bukan?. Tak ada gunanya berbohong tentang siapa sebenarnya kamu, kawan.

3. Be positive, everything are well when you did it

positif,positif, positif via https://www.tumblr.com

“Kenapa ya dia selalu bahagia dan dikelilingi banyak orang, sementara aku…”

Sshh.. sudah, akhiri pikiran negatif seperti itu. Pikiran negatif tentang seseorang hanya akan menambah energi negatif untuk dirimu, selain itu pikiran yang buruk akan berdampak jelek untuk kesehatanmu pula baik mental maupun jasmani. Sebaliknya demikian, jika kamu selalu menjaga pikiranmu positif maka energi positif pun akan selalu ada di dirimu. Bahkan kamu bisa memberi semangat kepada orang-orang di sekelilingmu. Yakinlah, semuanya akan baik-baik saja. Kamu akan bahagia dengan jalanmu dan mereka akan berhasil dengan caranya sendiri. Dengan berpikir positif setidaknya suasana hatimu akan lebih baik, dar pada terus-terusan ber-negatif thinking. 

4. Bertahan

bertahanlah… via http://life.viva.co.id

Fit in pastinya membutuhkan usaha keras dari dirimu, tak jarang kamu sedih, kecewa ataupun bisa jadi menangis diam-diam ketika tidak ada teman-temanmu. Sejak awal kenal kamu masih saja dianggap remeh oleh mereka yang ada di dalam kelompok barumu. Berbagai cara sudah dilakukan, dari mulai mencoba sabar, berpikir positif, menjaga perasaan mereka sampai mengorbankan perasaanmu. Maka hanya ada dua pilihan bertahan atau menyerah. Bukankah kamu akan rugi jika menyerah hanya pada proses adaptasi sepeti itu? Maka pilihan yang cukup bijak adalah bertahan. Dengan bertahan bisa jadi akan ada peluang untuk mereka menerimamu dan mengukur seberapa kuat dirimu menyelesaikan masalah. 

5. Tak ada salahnya kamu mengambil pelajaran dari proses fit in

tak apa, kamu bisa memperbaikinya besok via https://play.google.com

Setelah bisa melalui proses fit in kamu pasti akan melihat betapa mudahnya itu dilalui dan konyol jika kamu harus menyerah. Namun begitu, kamu tak boleh serta merta meremehkan upayamu selama ini. catat dan pelajari bagaimana kamu melewati proses tersebut. Kelak akan ada proses fit in lagi di masa mendatang, karena fit in merupakan sebagian dari tes ‘problem solving’ kehidupan. Jadi gimana, mau tetap bertahan fit in atau nyerah aja nih?