Pada akhir bulan februari ini hujan deras kembali sering melanda di kawasan kota Jakarta dan daerah sekitarnya. Terlebih pada saat tanggal 21 februari 201, hari Senin kemarin. Hujan deras disertai petir cukup membuat resah para penduduk kota. Dikarenakan ketika hujan deras dalam waktu yang lama maka akan menyebabkan banjir dimana-mana.

Banyak faktor yang menyebabkan banjir kala hujan deras seharian. Salah satu penyebab utama yaitu menumpuknya sampah. Meskipun telah diupayakan pembersihan tetap saja sepertinya sampah merupakan permasalahan yang cukup berat untuk diselesaikan. Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pembuangan sampah sendiri juga menjadi penyebab menumpuknya sampah.

Buat kamu yang mengaku cinta lingkungan ataupun ga mau rumah pada kebanjiran, mulai belajar yuk menerapkan beberapa tips simpel nan sederhana ini buat setidaknya untuk mem­­bantu mengurangi sampah-sampah yang menumpuk. Upaya kecil jika dilakukan banyak orang tentunya dapat berdampak besar. Let's check this out!

1. Bawa Tas Keranjang Sendiri Ketika Berbelanja

Daripada menggunakan tas plastik yang disediakan dari pasar lebih baik membawa sendiri tas belanjamu. Selain bisa mengurangi penggunaan sampah plastik, kamu juga bisa hemat 200 rupiah yang dikenakan setiap penggunaan tas plastik ketika berbelanja di supermarket.

2. Gunakan Sapu Tangan, Jangan Boros Tisu Please!

Ketika kamu sakit flu, jangan biasakan bawa senjata pamungkas tisu berlembar-lembar. Tapi ganti dengan sapu tangan. Tentunya dengan sapu tangan bisa dicuci setelah kotor dan sekali lagi dapat mengurangi sampah.

3. Gunakan Botol Minum yang Dapat Dipakai Berulang

Advertisement

Ketimbang membeli botol minuman plastik yang sekali minum dan langsung dibuang, alangkah lebih baiknya untuk menggunakan botol minum yang dapat dipakai berkali-kali. Dampak yang dihasilkan tentunya dapat mengurangi sampah plastik dan tentunya lebih hemat karena tidak harus selalu membeli minuman di toko jika kamu sudah membawa minum sendiri.

4. Buang Kertas Jika Kedua Sisi Telah Digunakan

Two sides paper via https://img.clipartfest.com

Untuk dapat mengurangi sampah terutama sampah kertas, ketika menggunakan kertas jangan hanya di satu sisi, namun sisi sebaliknya juga. Ketika sudah penuh barulah kertas yang sudah tidak digunakan dapat dibuang. Hal ini juga sangat bisa diterapkan buat kamu si anak kuliahan, terutama para mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa tingkat akhir umumnya selalu membawa bahan tugas akhir untuk direvisi oleh pembimbing. Kertas hasil tugas akhir yang direvisi berulang kali tentunya berpuluh hinga beratus-ratus lembar. Jangan langsung dibuang, sisi belakangnya bisa kamu gunakan lagi untuk mencetak jurnal-jurnal penelitian atau materi-materi referensi untuk dipelajari. Selain dapat menghemat kertas juga dapat membantu mengurangi sampah kertas.

5. Kurangi Sampah Makanan

Hate waste food via http://www.wehatetowaste.com

Jangan suka membuang-buang makanan. Biasakan untuk menghabiskan makanan yang telah kamu ambil. Usahakan makan secukupnya dan tidak usah berlebihan. Jangan cuma karena lapar mata sehingga kamu kalap untuk mengambil banyak makanan dan ternyata yang dimakan kurang dari separuhnya saja. 

Satu tambahan lagi, please banget jangan buang sampah sembarangan. Apalagi buang sampah ke sungai, selokan, pantai, dan semacamnya. Segitu ribetkah buat membuang sampah ke tempatnya? Biasakan setelah makan buang bungkusnya ke tempat sampah terdekat. Jika tidak ada, sementara dibawa dulu sampai nanti menemukan tempat sampah. Kebiasaan ini jika diterapkan ke banyak orang, bisa membantu para petugas pengangkut sampah dan tentunya juga bisa mengurangi banjir karena sampah-sampah yang ada di selokan dan sungai bisa dikurangi. Jadi, tidak ada lagi ceritanya saluran air tersumbat sampah-sampah.

Beberapa cara mudah dan sederhana udah dijelasin nih. Gak ada lasan lagi buat kamu nolak mengurangi sampah-sampah yang ada. Coba terapkan mulai dari sekarang, yuk. Mulai dari diri sendiri dan sebarkan kebaikan ke orang lain. Gak cuma bisa ngurangin sampah, tentunya juga bisa membawa banyak manfaat bagi sekitar.