Siapa sih diantara kamu yang gak memiliki hoby traveling? Mungkin ada. Tapi melihat fenomena taveling di sosial media membuktikan bahwa memang kegiatan satu ini sangat digermari oleh berbagai kalangan.

Traveling berfungsi sebagai salah satu kegiatan yang dapat kamu gunakan untuk me-refresh diri dari segala rutinitas. Kesempatan untuk bersenang-senang di sebuah tempat indah dan menyenangkan. Namun benarkah hanya itu? Coba kamu pikirkan lagi, sebenarnya traveling juga memiliki manfaat-manfaat berikut.

1. Menambah kesyukuran

Bagaimana tidak? Tuhan masih memberi kesempatan bagi kamu untuk menikmati sebuah keindahan yang tidak semua orang miliki. Kamu masih diberikan rezeki yang cukup untuk kamu dapat sampai disana. Meski tempat yang kamu kunjungi bukanlah merupakan tempat yang jauh dan membutuhkan biaya ekstra namun setidaknya kamu masih bisa menikmatinya dengan kemampuan tubuh yang kamu miliki. Kamu masih bisa melihat pemandangan gunung, mencium aromanya laut, merasakan dinginnya percikan air terjun, menempuh pendakian di sebuah gunung demi melihat sunrise dan aktifitas lainnya.

2. Melatih kemampuan adaptasi

Beradaptasi dengan kondisi via http://tourismbonaire.com

Travelling dapat menambah kemampuan adaptasi kamu di tempat baru. Dinginnya udara gunung, membuat metabolisme kamu mau tidak mau harus dapat menyesuaikannya. Atau misalkan saja saat kamu memilih untuk berwisata snorkeling atau diving. Snorkeling bisa dilakukan oleh siapapun karena menggunakan APD (Alat Pengamanan Diri) berupa pelampung atau fin (kaki katak), meski demikian tubuh kamu tetap harus beradaptasi untuk bernapas dengan mulut. Sedangkan Diving hanya bagi kamu yang sudah memiliki sertifikat. Kamu harus bisa beradaptasi dengan udara dalam tabung yang berisi percampuran udara yang diperkaya oksigen dibawah air. Banyaknya diving equipment serta bobotnya yang tidak ringan membuat kamu harus terbiasa dengan beban berat.

Advertisement

Cara untuk sampai di tempat yang kamu tuju juga secara otomatis melatih kemampuan adaptasi, misalkan saja kamu menggunakan moda transportasi kapal. Derasnya arus atau tingginya gelombang terkadang membuat kapal terombang ambing dan membuat kamu kurang nyaman. Jangan kapok jika kamu mengalaminya, cukup cari cara untuk meminimalisir hal itu dan tubuh kamu akan menyesuaikan.

3. Experiencing

Ini yang tidak akan kamu dapatkan jika kamu tidak mengalaminya sendiri. Kamu mungkin bisa aja menceritakan detail suatu tempat traveling dengan searching di google. Namun kamu tidak akan memperoleh pengalaman dan kepuasan diri. Bagaimanapun sensasi travelling akan sangat mengena dalam perasaan dan pemikiran.

4. Survive

Rip current via http://jogja.co

Selain beradaptasi dalam lingkungan yang baru, traveling juga akan melatih diri untuk survive dimana erat kaitannya dengan tentang konsep kehati-hatian. Dititik itu kamu akan sampai pada harmonisasi antara tubuh, jiwa , pemikiran serta kondisi. Sedangkan kondisi sendiri meliputi kondisi alam dan masyarakat sekitar.

Berhati-hati dengan lingkungan baru yang kamu datangi. Mempelajari kondisi alam yang kadangkala tidak kamu ketahui. Misalnya saja terdapat rip current atau arus tarik pada titik-titik tertentu di pantai (utamanya pantai selatan jawa). Saat kamu mengetahui kondisi berbahaya semacam itu, secara otomatis akan lebih waspada dan tidak bersikap sembarangan.

Sangat memungkinkan juga kamu berinteraksi dengan penduduk sekitar. Hal ini terkait pula dengan konsep survive. Lebih-lebih bagi yang memilih backpacker traveling, kamu harus dapat membaur dengan warga. Mengerti kearifan lokal atau minimalnya paham cara berkomunikasi dengan warga sekitar sehingga saat kamu membutuhkan informasi, mereka dapat mengerti dengan apa yang kamu sampaikan.

5. Belajar tentang humaniora dan menghargainya

Aturan di tempat tertentu via http://backpackbalitour.com

Wajib bagi kamu untuk mempelajari humaniora dan menghargainya saat berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Sebelum kamu memutuskan untuk traveling ke suatu tempat, minimal cari tahu hal-hal dasar terkait tempat itu. Misalnya, adakah sesuatu yang dikeramatkan? Adakah tempat-tempat suci yang hanya boleh didatangi pada saat tertentu atau menggunakan kostum tertentu? Hal ini sangat penting sebagai bentuk penghargaan terhadap masyarakat sekitar. Percaya atau tidak hukum timbal balik berlaku pada hal ini. Saat kamu menghargai, maka kamu pun akan mendapat penghargaan dari mereka.

Amati perilaku dan kebiasaan-kebiasaan warga sekitar, cobalah hal ini mulai kamu lakukan. Selain menjadi aktifitas menyenangkan, bisa meningkatkan kemampuan kamu untuk berinteraksi dengan orang lain. Dan hal semacam ini bisa kamu abadikan dalam dokumentasi foto atau tulisan.