Apakah kamu termasuk haters serial drama India? meski jaman sudah berganti, ternyata masih juga ada orang yang skeptis dengan serial drama Bollywood tersebut. Banyak anak muda sekarang lebih gandrung dengan drama Korea yang penuh dengan romantisme.

Mereka pikir serial drama dari negeri Taj Mahal itu masih lekat dengan nuansa bermain petak umpet di balik pohon dan tari-tarian alay ala ‘Shah Rukh Khan’ yang sempat booming dulu dengan film ‘Kuch Kuch Hotta Hai’ di tahun 1998. 

Nah, sekarang bisa dipastikan agak sedikit beda, nih. Buktinya meski sempat vakum selama beberapa tahun, sekarang serial drama India kembali digemari oleh masyarakat Indonesia, loh. Salah satunya adalah Uttaran. Meski sempat disebut sebagai serial drama Bollywood terpanjang dengan 1549 episodenya, namun rekor serial Uttaran tersebut akhirnya dipatahkan oleh serial "Balika Vadhu" aka “Anandhi” yang mencapai 2499 episode. Gimana? Panjang banget, 'kaann?

Episode pertama dari drama seri terpanjang di Bollywood (atau bahkan di dunia?), serial "Anandhi" sudah ditayangkan di salah satu TV nasional Indonesia sejak 14 Maret 2016 kemarin.

Nah, meskipun serial tersebut bakalan panjang dan sangat lama, namun ternyata kisah dibalik sinopsis “Anandhi” tersebut bisa ditarik beberapa hal yang bisa menjadi pelajaran buat wanita masa kini. Let's find out!

1. Tidak memberontak kepada orang tuanya meski harus menjadi korban tradisi

Orang tua tetap nomor satu. via http://www.jadwaltelevisi.com

Pertama kali melihat serial drama "Anandhi", para pemirsa merasa iba kepada si gadis yang harus menikah di usianya yang belum genap 12 tahun. Rasa iba tidak ada pada hati banyak orang di sekeliling Anandhi, termasuk orang tuanya.

Sesuai tradisi, mereka harus menikahkan gadis kecilnya itu, dengan alasan masa depan yang lebih baik karena ia akan mendapat suami. Bagi orang modern seperti kita, pernikahan bukanlah satu-satunya jalan untuk meraih kebahagiaan secara instan (aka cari mertua tajir), apalagi jika dilakukan di usia belia. Namun, Anandhi tidak mendapatkan pengertian sedemikian dari kedua orang tuanya, yang juga harus menuruti tradisi secara turun temurun.

Meski tradisi seperti itu tidak juga dapat dibenarkan, namun “Anandhi” tetap menuruti kehendak orang tuanya dan tidak memilih untuk memberontak atau kabur dari rumah. Tidak seperti kebanyakan wanita muda masa kini yang berujung kawin lari atau melakukan free sex dengan sang pacar ketika tidak mendapat restu dari orang tua. Nggak banget deh!

2. Mau bekerja keras dan tidak mengeluh dengan keadaan hidupnya, meski itu bukan karena pilihannya sendiri.

Advertisement

never blame others via http://www.dailymail.co.uk

Adalah Jagdish yang menjadi pengantin prianya. Anak dari Bairav dan Sumitra, dan cucu dari seorang perempuan berpengaruh di desa, yakni Kalyani Devi. Sejauh ini, tidak ada masalah berarti yang dihadapi oleh pasutri belia tersebut, hingga suatu hari orang tua Anandhi terancam kehilangan tanah karena hutang sedemikian besar kepada Mahavir Singh.

Karena ketakutan, Anandhi meminta bantuan Kalyani yang ia anggap dapat membantunya untuk menyelamatkan harta satu-satunya ini. Sayangnya, Kalyani menolak sehingga Anandhi dan Jagdish terpaksa jadi 'buruh' di rumah Mahavir.

Meski pada akhirnya kehidupan Anandhi tidak sebaik apa yang diperkirakan oleh orang tuanya pada awalnya, namun Anandhi tidak mengeluh dan tetap berpikiran positif terhadap keadaan hidupnya itu.

Apapun alasannya kita tidak boleh mengeluh dan hanya menyalahkan keadaan di masa lalu. Sebagai seorang wanita kita tidak boleh menyesali nasib kurang baik yang menimpa kehidupan atau rumah tangga kita. Tetap berjuang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, itu yang lebih penting. Yang bisa diubah adalah masa depan, bukan masa lalu.

3. Masih mau memperhatikan kehidupan orang tuanya meski dirinya juga dalam kesulitan

jangan lupa balas budi.. via http://daradaeng.com

Kembali ke Anandhi. Kemarahan Kalyani (sang nenek) diluapkan dengan cara mengusir Anandhi dan Jagdish meski akhirnya mereka bakal akur. Tapi, sebelum akur, hidup Anandhi dan keluarganya makin terpuruk karena meski mereka sudah bekerja di rumah Mahavir Singh, mereka masih saja kehilangan harta benda mereka, apalagi karena ayah Anandhi sempat menjalani operasi kaki.

Untunglah, Anandhi juga punya mertua yang peduli dengan kehidupan anak-menantunya. Ia membawa lari keluarga Anandhi dan membawa mereka semua kembali, diiringi maaf dari Kalyani Devi. Tapi, masalah Anandhi belum berakhir karena Mahavir Singh yang murka menjebak ayah Anandhi supaya terlibat dalam sebuah kasus pidana.

Nah, ini juga merupakan pelajaran berharga bagi para wanita masa kini yang seringkali sudah tidak peduli lagi dengan kehidupan orang tua mereka setelah menikah. Perlu diingat bahwa kita sebagai seorang anak pasti berhutang budi kepada orang tua kita. Entah orang tua kita itu baik atau jahat, mereka harus tetap kita hargai dan pedulikan. Anda nantinya juga akan menjadi orang tua dan pasti tidak ingin diacuhkan oleh anak kita nantinya bukan?

4. Pernikahan dini memang memiliki resiko yang besar bagi seorang wanita (secara khusus)

belum saatnya nak… via https://zackdonaldson.org

Semua cerita itu adalah sebagian kecil dari kehidupan Anandhi kecil hingga remaja. Permasalahan yang dihadapi Anandhi saat ia beranjak dewasa akan semakin kompleks, meski yang menonton tak akan merasa bosan melihatnya. Anandhi nantinya tidak hanya akan kehilangan anak yang diculik karena dipaksa menikah di usia belia, tetapi ia juga harus merelakan Jagdish yang melakukan poligami.

Berat bukan perjuangan yang harus dialami oleh si Anandhi sejak masa kecilnya? Selain harus berjuang dengan keadaan ekonomi namun juga mengalami banyak masalah dengan anak dan sang suami.

Bagi anda wanita masa kini yang sudah tidak lagi dituntut dengan tradisi perjodohan, alangkah baiknya jika Anda mulai memutuskan hal yang terbaik dalam hidup anda. Jangan hanya karena terbuai dengan cinta hingga mengorbankan masa muda dan terjerumus dalam pergaulan bebas yang akhirnya memaksa anda untuk mengalami pernikahan dini.

Pernikahan itu tidak melulu soal cinta dan romantisme, ada banyak hal dan masalah psikologis yang harus dipersiapkan untuk menghadapi pernikahan yang sehat dan langgeng.

5. Mau menjadi pejuang bagi kehidupan generasi selanjutnya

berjuang mematahkan tradisi via http://www.jadwaltelevisi.com

Meski ada banyak kenyataan pahit yang harus dihadapi oleh Anandhi sejak dirinya masuk dalam pernikahan dini, namun ia tidak pernah menyerah dengan keadaan hidupnya. Bahkan nantinya setelah beranjak dewasa, Anandhi menjadi salah satu sukarelawan pejuang hak para wanita agar tidak terkungkung oleh tradisi pernikahan dini seperti yang ia alami selama hidupnya.

Meski ia sudah mendapatkan kehidupan yang nyaman pada akhirnya, namun Anandhi tidak berhenti dengan dirinya. Ia mulai memikirkan nasib anak-anak perempuan belia yang seusianya dulu dan harus dipaksa mengikuti tradisi dan tidak jarang mengalami banyak masalah berat dalam hidupnya.

Namun demikian, inti dari cerita ini adalah ketabahan Anandhi yang tak kunjung berhenti menemui masalah, sekaligus memecahkannya tanpa putus asa. Ia berbeda dengan gadis-gadis lain sebayanya.

Bahkan, daya juangnya untuk mengatasi masalah jauh melebihi kemampuan para wanita modern yang kini lebih sering berkeluh kesah di media sosial ketimbang mencari akar permasalahan dan memecahkannya.