Sekarang ini internet sudah menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Tahun lalu jumlah pengguna internet Indonesia adalah sebanyak 132 juta orang menurut survey yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII).

Hal tersebut berarti lebih dari 50 persen penduduk Indonesia telah terkoneksi dengan internet. Saat ini jumlah penduduk Indonesia sendiri adalah 256 juta orang. Angka pengguna internet ini sepertinya masih akan bertumbuh ke depannya seiring dengan semakin berkembangnya teknologi dan infrastruktur yang memungkinkan jaringan internet masuk sampai ke daerah-daerah terpencil.

Seiring dengan bertumbuhnya jumlah pengguna internet, semakin banyak pula orang mencoba peruntungan di dunia bisnis online, terutama dengan membuka toko-toko online yang menawarkan berbagai jenis produk. Lembaga kajian Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia pada akhir tahun lalu merilis perkiraan nilai transaksi e-commerce di Indonesia mencapai Rp 319.8 trilliun sepanjang tahun 2016.

Nah buat kamu yang sedang mencari peluang usaha, berbisnis e-commerce bisa menjadi pilihan.  Tapi kamu harus hati-hati agar tidak terjebak dengan tawaran peluang usaha cepat kaya yang banyak beredar di internet.  Peluang-peluang usaha yang menjanjikan cepat kaya tersebut pada umumnya adalah scam dan sebagian besar hanya program skema piramida yang berupa investasi bodong.

Bisnis e-commerce pada dasarnya sama saja dengan bisnis dunia nyata. Kamu tentu perlu memiliki produk atau jasa yang kamu jual, kamu perlu modal, kamu perlu promosi dan tentunya yang paling penting kamu perlu pembeli agar bisa memperoleh keuntungan. Kalau kamu saat ini adalah seorang pemilik UMKM atau memiliki toko yang ingin kamu online-kan, berikut 5 tips bisnis online untuk kamu.

 

1. Punya Website Sendiri

Website e-commerce

Website e-commerce via http://entrepreneur.com

Kalau kamu ingin berbisnis online maka wajib hukumnya kamu memiliki website sendiri. Ya memang banyak website yang menyediakan layanan toko online untuk membernya sehingga kamu bisa mulai berjualan tanpa harus membuat website kamu sendiri. Tapi ini berarti kamu hanya menumpang ke website orang lain untuk berjualan dan kalau suatu saat si pemilik memutuskan menutup website-nya maka toko online kamu pun harus ditutup.

Kamu pun bisa mencoba berjualan lewat akun media sosial kamu seperti di Instagram dan Facebook tapi kamu terikat pada aturan-aturan yang dibuat oleh pemilik website-website media sosial tersebut. Nah kalau suatu saat kamu tidak sengaja melanggar peraturan yang ada, kamu beserta produk-produk yang kamu jual bisa dihapus oleh administrator website media sosial yang kamu pakai.

Mungkin di awal kamu bisa mencoba berjualan online dengan menumpang ke website penyedia layanan toko online seperti Tokopedia atau lewat akun media sosial tapi ke depannya, sangat penting untuk kamu membuat dan memiliki website toko online sendiri.

Saat ini membuat toko online sendiri sangatlah mudah. Kamu bisa menggunakan aplikasi blogging seperti WordPress untuk membangun toko online kamu sendiri.

2. Pakai Domain Berbayar

Ilustrasi alamat domain

Ilustrasi alamat domain via http://technogyd.com

Domain adalah alamat situs toko online kamu di internet. Kalau kamu mengetik di browser “Google.com” nah itu namanya domain. Domain yang dengan format nama(dot)com dan sejenisnya itu disebut top level domain dan merupakan domain berbayar.

Harga domain top level tidaklah mahal. Untuk mendapatkan domain seperti ini kamu hanya perlu biaya antara $8 sampe $12 per tahun. Memakai top level domain sangatlah penting karena akan membuat alamat toko online kamu lebih gampang diingat dan terlihat profesional. Coba kamu pikir; antara BapakBudi.Wordpress.com dan BapakBudi.com lebih enak mana dilihat dan lebih kuat sebagai branding? Yang kedua pastinya. 

3. Pakai Hosting Profesional

Ilustrasi web hosting

Ilustrasi web hosting via http://groundreport.com

Kalau domain itu bisa diibaratkan sebagai alamat toko kamu di dunia online, maka hosting itu adalah representasi bangunan atau gedungnya.

Hosting berfungsi untuk menampung data-data kamu dan detil produk yang kamu jual di dalam toko online kamu. Hosting juga adalah tempat orang yang berkunjung untuk melihat-lihat produk yang kamu tawarkan.

Biasanya pembelian hosting dipaket dengan domain juga. Harga hosting itu berbeda-beda tergantung kebutuhan toko online kamu. Sama seperti kamu menyewa rumah toko, makin besar rumah tokonya ya semakin mahal. Begitu juga dengan hosting.

Harga sewa hosting itu biasanya didasarkan pada jumlah bandwidth (kunjungan) yang bisa diterima per bulannya, jumlah space penyimpanan dan berapa jumlah domain yang bisa dipasangkan. Rata-rata kisaran harga sewa hosting pada saat ini adalah antara Rp 300,000 sampai Rp 2 jutaan per tahun untuk toko online skala UMKM.

4. Gunakan Email Marketing

Ilustrasi email marketing

Ilustrasi email marketing via http://hansdavidian.com

Dengan menggunakan email marketing, kamu bisa menangkap data-data calon pelanggan kamu untuk kamu follow up di lain waktu.

Email marketing adalah elemen yang sangat penting jika kamu memiliki toko online karena 9 dari 10 orang yang berkunjung ke toko online kamu tidak akan membeli di kunjungan pertama.

Untuk bisa melakukan penjualan kepada 9 orang ini, maka kamu perlu meminta alamat email mereka untuk bisa kamu sampaikan penjelasan lebih jauh mengenai produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Biasanya untuk bisa mendapatkan alamat email calon pelanggan, kamu perlu memberikan suatu insentif seperti potongan harga atau produk tester agar mereka mau memberikan alamat email mereka.

5. Promosikan Lewat Iklan Online

Ilustrasi iklan online

Ilustrasi iklan online via http://pixelystic.com

Langkah terakhir setelah kamu membuat website toko online sendiri dan menggunakan fitur email marketing, maka langkah selanjutnya adalah mempromosikan agar mendapatkan pengunjung yang nantinya bisa menjadi pembeli produk atau jasa kamu.

Cara promosi paling efektif adalah dengan menggunakan iklan online. Dengan beriklan, kamu bisa mentargetkan promosi kamu hanya ke orang-orang yang profilnya sesuai dengan produk yang kamu tawarkan.

Contohnya kalau kamu berjualan produk herbal pelangsing, tentunya profil calon konsumen yang tepat adalah mereka yang sedang ingin turun berat badan seperti ibu yang baru melahirkan atau orang-orang yang sadar akan gaya hidup sehat.

Targeting semacam ini bisa kamu lakukan lewat fitur iklan online yang ditawarkan Facebook, Google dan Bing.