Bagi kamu yang sudah berumur, tentu bukan saatnya lagi menjalin hubungan yang main-main. Karena pada usia ini; usia pernikahan 20-30 tahun, kamu biasanya lebih fokus pada pasangan yang mau diajak berkomitmen sampai jenjang pernikahan. Meskipun begitu, bukan berarti kamu bisa memilih calon pasanganmu tanpa pertimbangan macam-macam. Untuk kamu yang masih bingung mencari pasangan, menjadikan santri sebagai pasangan hidup merupakan pilihan yang tepat. Kenapa? Ini dia alasan kenapa santri itu mantu-able.

1. Mandiri

anak mandiri via http://google.com

Yang namanya santri, pasti hidupnya jauh dari keluarga. Pulang ke rumah pun sebulan sekali dua kali bahkan ada yang sampai setahun sekali. Artinya mereka dituntut untuk melakukan apa-apa sendiri alias mandiri. Selain mandiri, para santri biasanya juga tidak manja-manja, lho. Kebayang kan punya pasangan yang mandiri dan nggak manja.

2. Sederhana

makan bersama via http://google.com

Urusan apapun, santri memang dituntut untuk belajar hidup sederhana. Mulai dari makan, entah anak pejabat atau orang biasa makannya tetap sama; tempe, sayur, sambal, ayam [seminggu sekali sudah syukur]. Soal kasur, alat makan dan hal-hal simpel lainya harus sama dan tak boleh berlebihan. Mereka juga terbiasa tidur berdesakan di rayon sempit. Cocok banget buat yang nyari calon untuk diajak hidup sederhana.

3. Penyabar

Advertisement

antri makan via http://google.com

Penyabar pasti. Kalau nggak percaya bisa diintip pas lagi antri kamar mandi atau makan. Ada yang bahkan sampai rela belajar di depan pintu kamar mandi supaya antriannya tidak diambil orang. Mau pulang kerja ditungguin di depan pintu? Nikah sama santri, Bang!

4. Mudah bergaul

santri ngobrol bareng via http://google.com

Ini pasti. Karena di pesantren tidak hanya ada satu santri, ratusan bahkan ribuan santri tinggal dalam satu tempat. Herannya mereka tetap bisa saling kenal. Ini membuktikan kalau sntri itu memang mudah bergaul.

5. Pandai mengatur keuangan

pandai mengatur uang via http://google.com

Tak ketinggalan, santri juga piawai mengatur keuangan lho. Alasannya, mereka terbiasa mendapat jatah uang saku bulanan. Mau tidak mau mereka harus bisa mengelolanya. Kalau tidak, ya, siap tanggung resikonya.

6. Pengetahuan yang mumpuni

ngaji kitab kuning via http://google.com

Khususnya pengetahuan soal ilmu keagamaan. Karena mereka terbiasa digembleng dengan kitab kuning atau kitab-kitab klasik, dan kajian-kajian keagamaan lainya. Jadi kalau pengen ada yang bimbing, nikahi santri!

Masi belum percaya. Silahkan praktikkan sendiri.