Saat ini, pergi ke luar negeri sudah menjadi life goal-nya anak muda. Kalau sekedar jalan-jalan mungkin hal yang biasa, tapi kalau going abroad with purpose?

Mulai banyak anak muda Indonesia yang melalang buana ke negara lain dengan tujuan yang lebih positif, seperti melanjutkan studi, mengikuti program kepemudaan berskala global, atau melatih self driving dari sebuah tugas kuliah. Bisa jadi di antara mereka adalah temanmu yang selama ini kamu nikmati postingan berlatar luar negerinya di media sosial. Bikin envy sih, eh bukan envy deng tapi justru termotivasi untuk semangat meraih kesempatan yang sama. Ambil energi positifnya yuk!

Kalau kalian pengen termotivasi buat ke luar negeri, para penulis asal Indonesia dengan enam karya di bawah ini akan menginspirasimu supaya pembacanya bisa menginjakkan kaki di belahan bumi-Nya yang lain. Buku adalah jendela dunia. Dengan membaca buku-buku ini kamu pun bisa melihat dan menjelajah dunia.

1. Jurus Kuliah Luar Negeri (JKLN)

JKLN – Miftachudin Arjuna, dkk. via http://kuliahabroad.com

Miftachudin Arjuna dan keempat temannya yang pernah kuliah di luar negeri berbagi cerita melalui buku yang tulisan di cover-nya begitu fantastis: Baca Ini Kamu Pasti Kuliah ke Luar Negeri Dijamin 100%. Wih ada jaminannya. Memang risetnya nggak main-main lho, dia butuh waktu 9 tahun buat nyelesainnya!

Sepakat sih, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana maupun pascasarjana di luar negeri perlu pemikiran dan persiapan yang matang. Gimana cara sukses menjalani kuliah di negeri orang? Apa saja yang perlu disiapkan untuk mendaftarkan diri di kampus tujuan? Adakah skema beasiswanya? Berapa biaya bila dibayar secara mandiri? Semua pertanyaan tersebut terjawab dalam buku ini.

Bahkan ada tambahan DVD berisi ebook dengan penjelasan yang lebih mendalam dan video interview 219 mahasiswa yang berkuliah di luar negeri. JKLN adalah pedoman yang cukup lengkap bagi orang-orang Indonesia yang ingin study abroad.

2. Abroad You(TH)

Advertisement

Abroad You(TH) Book Series – Putri Agustina, dkk. via http://abroadyouth.id

Judul lengkapnya, Antologi Kisah Para Pemuda Perwakilan Indonesia dalam Program Internasional di Luar Negeri. Berbeda dengan buku di atas yang sifatnya lebih ke program akademik atau kuliah formal, isi buku Abroad You(TH) sifatnya lebih ke prestasi non-akademik tingkat global.

Buku ini sudah terbit hingga dua chapter. Setiap chapter-nya ditulis oleh 25 anak muda yang menceritakan program internasional yang berbeda. Ada yang berasal dari Aceh bahkan Maluku, dan yang menginisiasi proyek buku ini adalah Putri Agustina, yang berdomisili di Jakarta.

Program exchange, short course, conference, workshop, forum diplomacy, volunteering, dan sebagainya yang diulas dalam buku tersebut merupakan program annual alias setiap tahun dibuka pendaftarannya. Ada tips dan triknya juga agar bisa terpilih menjadi delegasi. Jadi, buku ini cocok dibaca oleh anak muda yang mau menyiapkan diri untuk ikut seleksi program internasional sejak jauh-jauh hari. Mau juga kan berpose seperti gambar di covernya?

3. Beasiswa 5 Benua

Beasiswa 5 Benua – Ahmad Fuadi via http://sutisnamulyana.com

Man Jadda Wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti dapat. Termasuk meraih pembelajaran gratis hingga ke penjuru dunia.

Setelah sukses bikin banyak orang jatuh cinta dengan novel trilogi Negeri 5 Menara yang memiliki ruh semangat merantau untuk mendapatkan ilmu, Ahmad Fuadi pun menulis buku non fiksi yang berisi 100 kiat meraih beasiswa. Buku ini merupakan rangkuman jawaban berdasarkan pengalaman penulis atas pertanyaan-pertanyaan yang kerap diterimanya setelah masyarakat mengetahui bahwa ia telah berhasil meraih beasiswa, fellowship, exchange program, dan residency dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Singapura sampai Italia.

4. Student Traveller

Student Traveller – Annisa Hasanah via https://aisaidluv.wordpress.com

Biasa disingkat Studler. Buku yang menceritakan pengalaman pribadi penulisnya, Annisa Potter, yang travelling Asia dan Eropa selagi ia berstatus mahasiswa S1 dan S2. Dengan “kedok” summer school, internship, pertukaran pelajar, conference, seminar, workshop, atau kompetisi, penulis berkesempatan untuk belajar dan jalan-jalan dalam waktu yang bersamaan.

Bayangkan, di Studer pertama, penulis menjelajahi 21 negara dalam 5 tahun dan Studler kedua diakumulasi menjadi 31 negara dalam 7 tahun. Hayo kamu punya target berkunjung ke berapa negara? Mumpung masih muda, kuy!

Jangan sampai menyesal saat statusmu bukan pelajar lagi :D

5. 30 Paspor di Kelas Sang Profesor

30 Paspor di Kelas Sang Profesor – J.S Khairen via https://exploreadme.wordpress.com

Kira-kira kamu siap nggak punya dosen seperti Prof. Rhenald Kasali yang mewajibkan mahasiswanya bikin paspor dan berangkat ke luar negeri sendirian sebagai nilai mata kuliah? Menurut beliau, dengan bepergian seorang diri ke tempat yang asing dapat menumbuhkan self driving. Supaya menjadi pribadi yang bebas, mandiri, dan bertanggung jawab.

Negara yang dituju harus berbeda satu sama lain, atau seenggaknya beda kota. Nggak boleh memilih negara yang berbahasa Melayu. Mereka mencari dana dan mengatur semuanya sendiri. WOW.

Sebagai apresiasi, kisah “nyasar” 30 mahasiswa kelas Pemasaran Internasional (Pemintal) Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu dirangkum oleh J.S Khairen lalu di bukukan. Kini bukunya sudah masuk seri ketiga edisi The Peacekeepers.

6. Going Global : Kita Semua Bisa Mendunia

Going Global : Kita Semua Bisa Mendunia – Ramdani Sirait via https://twitter.com

Intinya, karena hidup nggak hanya dari Sabang sampai Merauke. Buku yang ditulis oleh Ramdani Sirait ini memberi pencerahan tentang besarnya peluang kerja dan bisnis di mancanegara. Terdapat 16 sosok anak negeri sukses yang bisa menjadi panutan bagi pembaca yang juga ingin berkarir di dunia internasional.

Sekat antara negara satu dengan yang lainnya sudah menipis. Kerja sama global sudah semakin terbuka saat ini. Jangan sampai Indonesia hanya kebanjiran tenaga kerja asing tapi lupa menyiapkan kualitas generasi mudanya untuk bisa ke luar negeri sebagai profesional. Sehingga, informasi mengenai beasiswa, branding, dan leadership pun perlu dipelajari calon penerus bangsa dari sekarang.

Gimana? Keinginan go international-nya makin menggebu-gebu kan? Makanya baca dulu bukunya supaya kamu lebih siap secara mental, intelektual, spiritual, dan finansial sebelum berangkat ke luar negeri. Mari bermimpi besar dan beraksi nyata!