Cewek yang hobi baca buku terkadang dianggap sebagai pribadi yang tertutup dan nggak mudah bergaul. Nggak sedikit pula yang beranggapan bahwa kegiatan membaca itu sangatlah membosankan. Berhadapan dengan benda kotak persegi, dengan berlembar-lembar halaman, dan tulisan kecil-kecil yang tak bergambar, bukanlah bayangan kegiatan yang menyenangkan. Tapi jangan salah sangka dulu! Justru cewe yang gemar membaca memiliki beberapa kelebihan. Sebelum menyimpulkan, yuk coba cek dulu beberapa poin di bawah ini!

1. Dia punya pengetahuan yang luas. Bersamanya, kamu nggak akan pernah kehabisan bahan untuk diobrolkan.

Selalu ada hal baru yang bisa diobrolkan via http://sharshongbad.com

Bagi cowo yang ngirit ngomong, punya pacar seorang book addict sangat membantu kelancaran komunikasi dalam hubungan kalian. Dengan banyaknya buku yang pernah dibaca, secara otomatis dia memiliki beragam stok tema yang bisa kalian perbincangkan berdua.

Setelah membaca novel "Sang Pemimpi" karya Andrea Hirata, dia akan mengajakmu membicarakan keindahan Belitong dan megahnya kota Paris. Dan betapa masa kanak-kanak adalah hal yang patut dikenang dengan manis. Dari situlah obrolan mengenai traveling dan saling bertukar nostalgia masa kecil kalian mulai. Dijamin waktu seharian pun tidak akan pernah cukup.

2. Daya imajinasi yang tinggi menjadikannya terlihat istimewa. Berada di sisinya, membuatmu melihat dunia dari sudut pandang tak biasa.

Dia mengajakmu melihat dunia dari sudut pandang berbeda via http://www.womenslifeempowerment.com

Advertisement

Dia: “Sayang, pernah nggak kamu bosen banget makan nasi?”

Kamu :“Eeehms.. Belum pernah sih. Emang kenapa?”

Dia: “Padahal nasi rasanya begitu-begitu aja, ya. Kadang aku heran loh! Banyak orang dengan gampangnya bilang bosen sama pasangannya. Apa iya manusia itu nggak lebih berharga dari seporsi nasi?”

Kamu: “Bener juga, sih." *Arah pembicaraannya ke mana nih?*

Melahap puluhan bahkan ratusan judul novel, menjadikan cewe ini memiliki daya imajinasi yang terlatih. Membaca ratusan halaman tiap satu novel tanpa adanya gambar, mengharuskan dia membayangkan sendiri situasi, rupa tokoh, dan suasana di dalam novel yang sedang dia baca.

Tentu saja otak kanannya akan bekerja ekstra keras demi memunculkan gambaran keseluruhan cerita di kepalanya. Tak mengherankan saat lagi hang out dengannya, kamu sering menemui hal-hal menarik yang dia lakukan atau ucapkan. Mungkin awalnya kamu akan berfikir dia aneh. Tapi setelah terbiasa, justru penilaian aneh itu akan berubah menjadi kekaguman akan keunikan karakternya.

3. Dia mengerti bahwa kalian tak selalu harus ke mana-mana berdua. Sesekali butuh waktu untuk bersenang-senang tanpa pasangan.

“Me-time” via http://www.kawankumagz.com

Baginya, membaca adalah sebuah ritual yang layak diberi waktu khusus. Dia tahu betul bahwa sesekali, kamu pun butuh kesempatan untuk menjalankan hobi, bermain futsal, atau air soft gun bersama teman-teman cowo. Tak perlu khawatir dia akan kesepian atau merengek minta ditemani berjam-jam. Buku adalah teman sejatinya saat kamu tak di sisinya. Jadi, kalian akan tetap punya "me-time" masing-masing tanpa harus mengkawatirkan satu sama lain.

4. Loyalitas, ketelitian, dan daya ingatnya tak perlu kamu ragukan lagi.

Loyalitas-ketelitian-daya ingat via https://saatnyabercerita.files.wordpress.com

Bukannya ingin melebih-lebihkan, tapi kenyataannya cewe yang gemar baca punya loyalitas yang cukup tinggi. Saat dia belum bekerja,dia akan menyisihkan sebagian uang jajannya untuk membeli novel terbaru karangan penulis favoritnya. Apalagi saat sudah memiliki gaji sendiri, berbelanja novel akan masuk dalam daftar belanja bulanannya. Untuk membeli buku saja dia rela mengorbannkan rupiah, apalagi untuk membelikanmu hadiah ulang tahun atau t-shirt couple unik untuk kalian berdua.

Ketelitian juga jadi salah satu nilai plus yang bisa kamu dapat saat pacaran sama si kutu buku. Lihat aja almari buku di kamarnya. Pasti tertata rapi. Apalagi saat sedang asyik membaca buku favoritnya, dia akan sangat teliti membaca setiap kalimat dan dialog agar benar-benar bisa memahami apa yang hendak diceritakan si penulis. Nah, untuk urusan baca-membaca aja bisa seteliti itu apalagi soal asmara? Dia akan memperlakukanmu secara istimewa melebihi koleksi buku-buku kesayangannya.

Coba kamu tanya ke dia salah satu nama tokoh dalam novel yang sudah lama sekali dia baca! Mungkin dia hanya butuh waktu beberapa detik untuk mengingat sebelum menjawab pertanyaanmu dengan tepat. Dia bisa menjadi semacam alarm dan memo hidup untuk membantu kamu mengingat hal-hal penting yang sering kali terlupakan. Seperti kapan deadline pengumpulan tugas kuliah atau hari ulang tahun orang tuamu yang tinggal nan jauh di luar kota.

5. Memilikinya, kamu akan mendapati hari-harimu penuh keromantisan. Gak perlu sibuk ngegombal dia akan tunjukkan caranya menyatakan sayang.

Romantis tapi nggak gombal via http://www.thea.cn

"Aku memandangimu tanpa perlu menatap. Aku mendengarmu tanpa perlu alat. Aku menemuimu tanpa perlu hadir. Aku mencintaimu tanpa perlu apa-apa. Karena kini kumiliki segalanya." (Dee-Rectoverso)

Banyak orang berpendapat, cewek senang dengan cowok yang pandai merangkai kata-kata romantis nan puitis. Eits tunggu dulu! Hal ini mungkin saja nggak berlaku untuk tipe cewe kutu buku. Banyaknya cerita yang pernah dilahap, menjadikan dia kenyang akan kata-kata puitis nan romantis. Pikirannya pun menjadi terbuka bahwa mengungkapkan cinta tak melulu soal kata-kata, tapi lebih kepada perbuatan yang tulus untuk menunjukan perhatian kita kepada pasangan. Sesekali mungkin dia akan membuatkanmu bekal dengan secarik memo yang bertuliskan kutipan dari novel favoritnya yang mewakili perasaannya padamu.

6. Dia paham bahwa akhir suatu kisah tak melulu menjadi happy ending. Ada kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi.

Dia siap untuk segala kemungkinan via http://gambardanfoto.com

Buku baginya adalah sebuah jend ela kecil untuk melihat luasnya dunia. Dia bisa belajar dari buku-buku yang dia baca tentang persoalan hidup, persahabatan bahkan percintaan. Dalam hubungan dua orang tidak bisa melulu menghindari masalah. Terkadang akan ada cek-cok.

Dia tahu betul bahwa tidak semua kisah cinta akan berakhir bahagia. Ibarat saat dia membaca tiga buku berbeda, salah satunya mungkin memiliki akhir yang menyedihkan. Hal ini bukan berarti dia memiliki rasa pesimis terhadap hubungan kalian. Dia hanya mempersiapkan mental dan tidak terlalu berharap berlebihan.

Baginya yang terpenting adalah proses, di mana kalian saling mengenal dan menyesuaikan satu sama lain. Jika memang hubungan kalian bisa sampai ke jenjang yang lebih serius, itu akan sangat membahagiakan baginya. Tapi jika memang yang terjadi sebaliknya, dia tidak akan terlalu terpuruk apalagi membencimu. Dia akan tetap menghargaimu sebagai seseorang yang pernah memberinya pelajaran hidup dan mewarnai harinya.

Nah, boys apakah beberapa gambaran di atas bisa lebih meyakinkanmu bahwa si kutu buku ini pantas diperjuangkan? Semua keputusan kembali ke kamu.