Buat kalian yang lagi persiapan ujian kelulusan SMA atau sedang sibuk-sibuknya mencari tempat kuliah yang sesuai minat kamu. Sudah coba masukin faperta ke dalam list tempat tujuan kalian?

Kebanyakan dari kalian pasti akan berpikir atau membayangkan harus berpanas-panasan, berkotor-kotoran, kampungan, praktek berat di lahan, dan hal lainnya, jika berbicara tentang menjadi mahasiswa pertanian.

Kalian juga pasti berpikir tidak akan keren dan gaul bila kuliah di faperta, tidak seperti jika kalian kuliah di fakultas kedokteran, hukum, atau fakultas bergengsi lainnya.

Berikut ini ada 6 fakta yang akan membuat kalian berpikir bahwa fakultas pertanian gak seperti yang selalu kalian bayangkan. Mungkin kalian jadi gak akan ragu buat memasukkan faperta ke dalam list tempat tujuan kuliah kalian dan yang pasti kalian gak akan memandang remeh para mahasiswa faperta lagi.

1. Jadi mahasiswa pertanian nggak harus selalu praktek di sawah

laboratorium toksikologi pertanian via http://hpt.faperta.ugm.ac.id

"Ahh, paling juga kuliah di faperta praktek di sawah!"

"Kuliah pertanian tuh cuma bikin keringetan. harus panas-panasan pula, bikin kulit hitam"

Pasti sebagian kalian akan berpikir seperti itu jika disuruh memilih kuliah di faperta. Jangan berpikir seperti itu dulu sebelum kalian mengetahui faktanya. Nggak harus dan nggak selalu kuliah di faperta membuat kalian akan mandi keringat dan panas-panasan di lahan sawah.

Praktek faperta itu nyatanya nggak harus selalu di lahan, tergantung jurusan faperta apa yang kalian pilih. Mahasiswa faperta jurusan apapun terkadang praktek di laboratorium loh! Nggak hanya satu jenis laboratorium, tetapi ada bermacam-macam laboratorium milik faperta (contohnya, ada laboratorium khusus meneliti kultur jaringan tanaman, meneliti mikroba dalam tanah, meneliti serangga, dsb).

Advertisement

Meskipun nggak di semua faperta memiliki jumlah dan jenis laboratorium yang sama, tetapi di laboratorium itu mahasiswa faperta dapat mempelajari segala hal yang berkaitan dengan dunia pertanian.

Selain itu, di laboratorium tersebut mahasiswa faperta juga belajar bagaimana mencampur bahan-bahan kimia yang berguna untuk mendukung ilmu yang mereka pelajari. Sama halnya dengan belajar di laboratorium milik fakultas kedokteran atau milik fakultas MIPA, di faperta juga memiliki disiplin saat masuk di lingkungan laboratorium. mahasiswa diwajibkan menggunakan jas laboratorium lengkap dengan peralatan keamanannya. Mahasiswa juga diwajibkan mengenal istilah-istilah laboratorium dan alat-alat yang digunakannya.

Jika begini kalian akan merasa seperti ilmuwan muda dengan istilah-istilah keren yang jarang dikenal masyarakat awam.

2. Jadi mahasiswa pertanian nggak harus selalu belajar tentang ilmu tanam menanam

pereaksi pembatas (hitungan kimia) via https://kimia123sma.wordpress.com

"Paling di faperta itu cuma belajar tentang macul sama tanaman doang. Itu mah di biologi dari smp juga udah diajarin."

"Siapa bilang faperta belajarnya cuma tentang tanaman?"

Di faperta itu mahasiswanya ga cuma diajarin tentang ilmu tanaman doang, tetapi ada juga ilmu eksaknya. Mahasiswa faperta itu wajib mengetahui rumus-rumus kimia dan istilah-istilah yang dipakainya, wajib bisa hitung-hitungan matematika, paham ilmu fisika, dan harus bisa gunain microsoft excel. Contoh mata kuliahnya aja ada fisika tanah, ilmu statistik, kimia organik, dst.

Selain itu, mahasiswa faperta juga dituntut harus bisa menguasai ilmu sosial, ilmu ekonomi, ilmu teknik, dan ilmu lainnya (contoh mata kuliahnya ada sosiologi perkotaan, tata ruang kota, dasar-dasar manajemen, manajemen agribisnis, mekanisasi pertanian, dst).

Nah, nggak harus selalu ilmu tanaman kan. Meskipun ilmu yang diterapkan di faperta hanya dasarnya saja dan nggak semua faperta selalu memiliki kurikulum mata kuliah yang sama, akan tetapi pada intinya mahasiswa faperta selalu dituntut untuk bisa menguasai ilmu-ilmu tersebut dengan sebaik-baiknya dan harus bisa mengaplikasikan ke masyarakat luas (bukan hanya di bidang pertanian dan masyarakat desa saja).

3. Jadi mahasiswa pertanian itu belajar kreatif dan inovatif dengan tanaman

tanaman hias hidroponik via http://ath-anekatanamanhias.blogspot.co.id

Nah kalau yang satu ini memang sudah harus jadi keahlian mahasiswa pertanian. Kalau orang-orang selalu membayangkan mahasiswa pertanian itu hanya praktek di sawah, melakukan praktek di desa-desa, dan kerjanya hanya melakukan penyuluhan ke lingkungan terpencil. Hal ini pasti akan membuat kalian berubah pikiran!

Mahasiswa pertanian itu selalu dituntut berpikiran kreatif dan inovatif. Mereka harus bisa belajar menyesuaikan keadaan segala jenis tanaman, sosialisasi masyarakat (baik di desa, maupun kota), dan perubahan kondisi lingkungan yang sesuai untuk bertanam.

Mahasiswa pertanian itu diajarkan memanfaatkan sumber daya lahan yang terbatas dengan kondisi masyarakat modern agar lingkungan tetap terlihat hijau dan produksi oksigen tetap ada. Tidak peduli harus memanfaatkan barang bekas, menanam tanpa menggunakan tanah, dan harus bisa menemukan cara-cara baru untuk menyediakan media tanam selain tanah untuk tanaman.

Tujuannya?

Seperti yang sudah disebutkan tadi, agar lingkungan terlihat hijau, segar, dan produksi oksigen tetap ada meskipun itu di lingkungan kota sekalipun.

Nah, kalau kita perhatikan lingungan sekitar, banyak tanaman hias yang menghiasi kota-kota besar yang ditata menarik di paralon, di atas gedung, dalam boto-botol bekas, dengan berbagai macam bentuk yang cantik. Terkadang ada juga yang menggunakan jelly khusus atau media lainnya selain tanah untuk media tanamnya. Itu semua merupakan karya para lulusan pertanian yang bekerja sama dengan pemerintah dan orang-orang yang bergerak di bidang tata kota dan masyarakat peduli lingkungan.

Bagaimana? Sudah mulai tertarik kuliah di fakultas pertanian?

"Siapa tahu dengan ilmu ini kalian bisa membuat tanaman hias sendiri untuk menarik perhatian ibu kalian, pacar, atau calon mertua, hehehe"

4. Banyak pilihan jurusan di fakultas pertanian. Siapa tahu ada yang cocok dengan hobi kamu

salah jurusan belum tentu salah masa depan via http://berawan.com

Masih bingung mau milih faperta sebagai tempat kuliah kalian? Atau kalian bingung jurusan apa saja yang ada di faperta?

Nih, sedikit informasi tentang jurusan-jurusan faperta di universitas-universitas yang ada di Indonesia. Mungkin saja salah satunya akan membuat kamu berminat dan sesuai dengan hobi kamu.

Pada umumnya seringkali jurusan utamanya itu budidaya pertanian. Di jurusan ini kamu bisa mengenal tentang pertanian yang sebenarnya dari sejarah adanya pertanian hingga menjadi pertanian. Bisa dibilang biasanya yang memilih kuliah budidaya pertanian itu, tipe-tipe orang yang ingin mengembangkan desa tani, menjadi ahli dalam bidang penyuluhan atau mengenal dasar-dasar pertanian.

Selain itu, ada juga jurusan manajemen agribisnis. Nah, jurusan ini cocok buat kamu yang suka ilmu ekonomi, mempunyai mimpi ingin ngembangin usaha pertanian sendiri atau ingin membuat tempat-tempat wisata yang berhubungan dengan pertanian. Karena di manajemen agribisnis ini kamu akan diajarkan segala macam ilmu tentang memanajemen usaha-usaha yang berbau pertanian.

Pilihan lainnya, jika kamu suka mendesain gambar taman atau mengatur-atur taman, kamu bisa memilih jurusan arsitek lanskap.

Masih banyak jurusan lainnya yang ada di faperta dengan keunggulannya masing-masing. Kamu bisa mengetahui dengan mencari informasi melalui teman yang sudah kuliah, keluarga, media sosial, atau datangi langsung kampus pertaniannya. Jadi kamu bisa mengetahui jurusan apa saja yang ada dan sesuai minat kamu. Karena ga semua faperta memiliki jurusan yang sama.

5. Lulusan fakultas pertanian juga bisa jadi pengusaha sukses

kukuh roxa putra via http://www.slideshare.net

Kesuksesan seseorang itu memang tidak tergantung dimana tempat orang itu kuliah.

Tempat kuliah hanya menjadi salah satu dari sekian banyak jembatan menuju kesuksesan. Peluang untuk mendapatkan kerja yang diberikan dari kamu menjadi sarjana lebih banyak dibandingkan kamu hanya lulusan SMA. Tetapi bukan berarti jika kamu lulus kuliah kamu bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Kamu harus berusaha dulu untuk mendapatkan pekerjaan yang kamu inginkan.

Maka dari itu tidak selalu kuliah di tempat A kamu akan menjadi orang sukses secara langsung atau kuliah di tempat B kamu akan sulit dapat pekerjaan.

Seperti fakultas-fakultas lainnya, faperta juga merupakan salah satu jembatan untuk kamu mendapat pekerjaan atau menjadi orang sukses. Banyak lulusan faperta yang bisa jadi pengusaha atau orang sukses di luar bidang kuliah mereka dengan berbekal ilmu dan pengalaman saat mereka menempuh pendidikan di bangku kuliah. Banyak juga para lulusan faperta yang bisa sukses dijalur kuliah mereka. Caranya, mereka membuat peluang untuk diri mereka sendiri dengan tekad, kerja keras, disiplin, dan tidak mudah putus asa mengejar apa yang mereka impikan.

"Kesuksesan bagi setiap orang itu berbeda – beda, tergantung apa yang ingin dilakukannya dan apa yang telah dilakukannya"

6. Image mahasiswa pertanian nggak harus selalu jelek dan kampungan

melody jkt48 via http://www.tribunnews.com

Tempat seseorang menimba ilmu itu nggak menentukan image dan karakteristik orang tersebut. dalam satu kampus itu adalah hal yang wajar bila kita menemukan karakter yang berbeda-beda.

Bukan karena dia kuliah di tempat A berarti dia kaya atau kuliah di tempat B berarti dia pintar. Di setiap tempat kuliah manapun pasti kita akan selalu menemukan karakter mahasiswa yang beragam ada yang manja, cerewet, pintar, pendiam, bandel, dll. Jadi nggak ada hubungannya antara tempat kuliah dan image.

Ini juga merupakan fakta bahwa kalau kalian kuliah di faperta nggak akan jadi kampungan, nggak gaul, atau jadi jelek.

Nggak percaya mahasiswa faperta nggak semuanya jelek dan kampungan?

Nih buktinya, mungkin kalau penggemar jkt48 pasti sudah tahu kalau member team J di jkt48 ini adalah mahasiswa faperta jurusan agroteknologi UNPAD.

7. (Bonus) hormati dan hargai teman kalian yang kuliah di fakultas yang berbeda dengan kalian dan banggalah dengan fakultas yang telah kalian pilih.

persiapan kuliah via http://www.youthmanual.com

Ini kalimat buat kamu-kamu yang masih menganggap orang-orang yang berbeda tempat kuliah dengan kamu.

Jangan pernah meremehkan orang lain berdasarkan apapun. Kamu tidak tahu apa yang mereka rasakan dan yang sedang mereka jalani, begitupun sebaliknya. Bila kamu belum mengetahui apa yang dia lakukan bagaimana bisa kamu menilai hanya dari kata orang dan dari sudut pandang kamu saja. Belum tentu kamu bisa melakukan apa yang mereka lakukan.

Buat kamu yang masih belum percaya diri dan merasa salah jurusan. Berbanggalah karena kalian masih diberi kesempatan menimba ilmu dan mendapatkan pengalaman yang berbeda. Belajarlah menyukai apa yang kalian pilih, karena menyesal tidak akan megembalikian waktu yang telah lewat.

Quotes :

"Kalau kita tersesat bukan berarti kita akan hilang dalam perjalanan", jawab emak.

"Maka jangan ragu-ragu mengambil jalan yang tidak umum. Hasilnya bisa cukup memuaskan … contohnya lihat apa yang kau alami sekarang. Setelah orang-orang melihat hasil ini, lama-lama mereka akan mengikuti langkahmu dan jalan ini lalu menjadi jalan orang banyak. Tapi kau tetap yang memulai, yang merintis. Ini berlaku baik dalam arti harfiah maupun secara kiasan.” – Daoed Joesoef, emak