Di zaman serba cepat ini, pertukaran informasi dapat terjadi secara langsung karena orang dituntut untuk selalu update dengan informasi terkini. Media sosial adalah salah satu wadah untuk bertukar informasi, dan semua orang yang aktif di internet pasti memiliki media sosial, baik untuk sekadar eksis atau memang mengikuti arus informasi. Kalau dahulu pertukaran informasi berjalan sangat lambat karena keterbatasan sumber data.

Selamat datang di era informasi. Mau tidak mau kita sudah memasukinya. Informasi adalah suatu hal yang bermanfaat, tetapi tidak semua informasi adalah hal yang benar, bahkan ada beberapa informasi yang justru menyesatkan dan menyebabkan kerugian. Tubuh kita pun tidak luput dari informasi yang salah tersebut. Karena lamanya kita menerima informasi dan banyak orang yang juga mempercayainya, kita seringkali menganggap mitos-mitos tentang tubuh manusia sebagai suatu "kebenaran." Apa saja mitos tentang tubuh manusia yang selama ini kita salah kaprah?

1. Rambut Bercabang Dapat Disembuhkan dengan Sampo

rambu bercabang hanya bisa dipotong via http://www.today.com

Banyak wanita gemar mencatok atau mewarnai rambutnya. Jika tidak disertai dengan perawatan yang cukup, masalah paling ditakuti wanita akan muncul yaitu rambut bercabang. Masalah ini muncul ketika lapisan paling luar pelindung rambut rusak sehingga memaparkan inti rambut yang rentan terhadap kerusakan. Mitosnya dengan menggunakan sampo, rambut bercabang kamu akan kembali normal seperti semula.

Faktanya penggunaan sampo atau obat rambut tidak dapat menyembuhkan rambut yang telah bercabang karena kondisi rambut ini sudah dalam taraf tidak bisa disembuhkan lagi. Cara yang dapat dilakukan adalah memotong bagian rambut yang bercabang. Sebagai langkah pencegahan untuk ke depannya, gunakan perawatan yang cukup saat hendak melakukan riasan rambut dan sisir rambut dalam keadaan basah agar lebih mudah diatur.

2. Wortel Menyembuhkan Pengelihatan

makan wortel tidak bisa menyembuhkan pengelihatan via http://aaj.tv

Pengelihatan adalah salah satu indra paling paling penting yang kita miliki. Tetapi, seiring bertambahnya usia dan berbagai faktor lainnya, mata kita tidak seperti dulu lagi dan mengalami penurunan kualitas pengelihatan. Alhasil, kita membutuhkan kacamata atau lensa kontak untuk dapat melihat dengan baik. Mitos yang beredar adalah dengan memakan wortel kita akan memiliki pengelihatan yang baik seperti sedia kala.

Advertisement

Faktanya makanan favorit Bugs Bunny ini tidak bisa mengembalikan kondisi mata kita seperti sediakala. Wortel kaya akan karotena yang merupakan substansi penting untuk diubah menjadi vitamin A oleh tubuh. Vitamin A sangat berperan penting untuk kesehatan mata dan dapat mencegah penurunan kualitas pengelihatan lebih lanjut. Kekurangan vitamin A yang signifikan dapat menyebabkan kebutaan. Beberapa cara untuk mengatasi pengelihatan yang telah berkurang adalah dengan menggunakan kacamata atau lensa kontak, atau melalui operasi lasik.

3. Main Game Online Menyebabkan Anak Melakukan Kekerasan

game menembak tidak menyebabkan tindakan kekerasan via https://www.onlinegame.co.id

Game online telah banyak beredar dan dapat mudah dimainkan oleh semua kalangan, termasuk anak-anak. Wacana pemblokiran game online oleh KPAI pun sempat menjadi perbincangan yang ramai, dan banyak developer game yang sempat panik. Lalu, apakah main game online dengan tema kekerasan, seperti game menembak cenderung membentuk kepribadian anak untuk melakukan tindak kekerasan?

Faktanya tidak ada korelasi yang jelas antara memainkan game online dengan tema kekerasan terhadap kepribadian anak. Banyak faktor yang menyebabkan anak untuk melakukan tindakan kekerasan, contohnya orang tua yang sering bertengkar, pergaulan yang salah, ataupun dari acara televisi. Kekerasan yang dilakukan oleh anak biasanya karena berbagai informasi yang salah telah menjadi satu sehingga cenderung menjadikannya sebagai sesuatu yang "benar" untuk dilakukan.

Memainkan video game dengan tema kekerasan memang "cenderung" untuk meningkatkan agresivitas anak, namun jika hal tersebut dilakukan tanpa pemahaman yang baik. Peran orang tua dan orang sekitar sangat penting dalam perkembangan anak sehingga anak dapat mengetahui mana yang baik dan salah.

4. Gula Menyebabkan Anak Hiperaktif

gula tidak menyebabkan anak hiperaktif via https://www.reference.com

Gula adalah salah satu sumber energi untuk tubuh. Banyak orang berkata bahwa membiarkan anak mengonsumsi gula berlebihan dapat menyebabkannya hiperaktif. Benarkah demikian?

Faktanya beberapa studi telah dilakukan dan hasilnya tidak ada hubungan antara konsumsi gula berlebihan dengan perilaku hiperaktif anak. Gula memang dapat menjadi cadangan energi tubuh tetapi tidak mempengaruhi pola tersebut. Tentu konsumsi gula dalam batas wajar selalu dianjurkan agar tidak menyebabkan masalah kesehatan, seperti obesitas dan sakit gigi.

5. Permen Karet yang Tertelan akan Tinggal dalam Lambung untuk Waktu yang Lama

permen karet yang tertelan akan segera ikut terbuang via http://www.huffingtonpost.com

Beberapa dari kita menyukai permen karet, bahkan ada yang sampai tidak bisa lepas dari mengunyah permen yang satu ini. Sewaktu kecil, kita mungkin pernah memakan permen karet. Ya, namanya juga masih kecil, kesialan pun terjadi yaitu menelan permen karet! Orang dewasa pun terkadang juga pernah mengalaminya karena faktor ketidaksengajaan. Mitosnya menelan permen karet akan membuatnya tinggal di dalam lambung untuk waktu yang cukup lama?

Faktanya permen karet tidak dapat dicerna tubuh karena memang diperuntukkan untuk dikunyah saja. Namun, sesuatu yang tidak dapat dicerna oleh tubuh akan tetap masuk ke dalam saluran pembuangan, begitu juga dengan permen karet. Jadi, kalau kamu saat ini tidak sengaja menelan permen karet, tidak perlu terlalu khawatir ya.

6. Manusia Ada yang Lebih Dominan Otak Kiri atau Kanan

manusia menggunakan seluruh bagian otak via https://www.prx.org

Otak manusia adalah organ yang mengatur segala aktivitas yang kita lakukan. Bayangkan jutaan saraf tanpa hentinya bekerja setiap hari. Mitosnya ada orang yang lebih dominan menggunakan otak kiri karena sering berpikir logis dan ada orang yang lebih dominan menggunakan otak kanan karena lebih kreatif.

Faktanya otak kita memang memiliki bagian-bagian tertentu, namun tetap bekerja sepenuhnya saat kita melakukan aktivitas. Saat kita berpikir logis ataupun sedang melakukan hal kreatif, semuanya membutuhkan sinergi yang baik antara bagian-bagian otak.

Itulah 6 mitos yang seringkali membuat kita salah kaprah. Semoga bermanfaat !