Dengan segenap rasa syukur, akhirnya Indonesia telah sampai kepada umur barunya, yakni 72 tahun. Dirgahayu Indonesiaku. Terimakasih telah menjadi negara kebanggaan kami hingga saat ini. Hei, bagaimana dengan kalian? Sudahkah merayakan suka cita hari kemerdekaan Indonesia? Atau jangan-jangan hanya tiduran di rumah sambil nonton upacara kemerdekaan RI ke-72 lewat tayangan televisi? Yayaya, tidak apa-apa. Yang penting semuanya merdeka! Semuanya juara! Minimal punya mental yang juara juga, ya?

Berbicara tentang mental juara, sebenarnya mental juara itu seperti apa, sih? Yuk, cek beberapa poin di bawah ini untuk mengetahui apakah kamu sudah memiliki mental juara atau belum!

1. Punya mimpi besar dan berani mewujudkan

Tidak semua orang memiliki mimpi yang besar. Banyak orang di luar sana yang hanya punya mimpi seadanya, bahkan ada yang tidak berani bermimpi karena takut merasa kecewa. Si mental juara bukanlah jenis orang yang seperti ini. Dia adalah si pemimpi akut yang membuat banyak orang mencemoohnya. Dia adalah seseorang yang penuh semangat, optimis, pekerja keras, dan tekun. Sesekali mungkin terjatuh, tapi kemudian ia bangkit lagi tanpa peduli dengan kata-kata orang lain. Si juara hanya cocok bagi orang-orang yang gigih memperjuangkan apa yang telah berani diimpikannya.

2. Percaya pada diri sendiri

Kata orang, rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri. Boleh jadi sesekali kita pernah merasa jika teman atau saudara kita memiliki kemampuan yang lebih mumpuni daripada kemampuan diri sendiri. Mungkin mereka juga sudah terbukti lebih baik dari segi apapun yang membuat kita merasa iri dan menyerah bahkan sebelum benar-benar memulai.

Advertisement

Pola pikir seperti ini tidak seharusnya ada pada diri seseorang yang memiliki mental juara. Si juara adalah seseorang yang penuh percaya diri, berani tampil dan memukau semua orang. Jika kamu adalah salah satu orang yang masih sering nyinyir pada kemampuan orang lain, mungkin mental juara belum ada pada dirimu.

3. Pantang membuang waktu

Seseorang dengan mental juara adalah seseorang yang pantang menyia-nyiakan waktu. Menurutnya, membuang waktu adalah sebuah kerugian besar. Di saat orang lain sibuk bersantai dan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak begitu penting, si juara malah sibuk berpikir keras untuk mengisi kekosongan waktunya. “Libur nih, ngapain ya?” “Free nih, kerjain tugas sajalah, sebelum deadline".

Waktu adalah hal yang paling berharga bagi si juara, dia akan sangat merasa puas jika bisa mengisi seluruh waktunya untuk kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat.

4. Keluar dari zona nyaman

Friendship via http://pexels.com

Siapa sih yang tidak betah bersantai-santai ria? Si juara juga suka! Dia hanya tidak betah jika berlama-lama. ‘Berpanas-panasan di luaran’ adalah hal yang sangat mengasyikkan bagi mereka yang berani melompat keluar dari zona nyaman. Berpetualang, mempelajari hal-hal baru hingga menemukan apa yang menjadi passion sebenarnya adalah kegiatan favorit si pemilik mental juara. Bagi mereka, pemenang sebenarnya adalah mereka yang berani menghadapi segala kemungkinan.

5. Tidak takut kalah

Friendship via http://pexels.com

Si pemilik mental juara adalah mereka yang khatam dengan hukum alam bahwa dalam setiap persaingan pasti ada yang menang dan yang kalah. Kalah bukanlah momok yang menakutkan dan menang bukan tujuan akhir bagi mereka. Yang terpenting adalah menang dalam diri sendiri. Tersenyum sambil menjabat tangan lawan adalah definisi seorang pemenang yang sebenarnya.

6. Melakukan yang terbaik dan selalu berdoa

Praying via http://google.com

Melakukan yang terbaik untuk diri baik dalam kompetisi ataupun tidak adalah suatu keharusan bagi para juara. Mereka akan berjuang mati-matian untuk memperjuangkan mimpi dan keinginannya. Setengah-setengah atau bahkan culas adalah hal yang tidak masuk dalam kamus mereka. Karena ketika sedang melakukan usaha apapun, mereka mengerahkan seratus persen potensi dalam diri serta dibarengi dengan doa dan pengharapan pada Tuhan yang Maha Memberi kekuatan. Karena mereka meyakini bahwa segala usaha yang telah dilakukan juga bergantung pada keridhaan Tuhan yang menciptakannya.

Well, apakah kamu adalah salah satu pemilik mental juara?